A

96 8 4
                                        

Dear Kim Taehyung

Entah dari mana aku harus memulainya, aku pun tak tahu apa yang harus aku tulis di sini.

Sejam berlalu sudah. Cahaya mulai membayang. Kuning merah seribu warna telah terbentang di kaki langit. Indah dipandang, molek ditegok. Laksana dewi turun bersiram.

Dalam pelukan keindahan alam yang merayukan itu, aku duduk. Sendiri dan berteman sepi.

Sang surya hampir hilang, terik matahari berubah sudah. Sebelumnya sangat membakar, sekarang reda menglipur lara.

Bagiku kau bukan hanya sekadar bintang yang bersinar di atas panggung. Kau milikku dalam angan. Kau pria yang kucintai dalam kenyataan namun hanya bisa kujumpai dalam hayalan.

Memejamkan mata lalu tertidur, sesekali aku berharap kau akan menyapaku dalam mimpi. Lewat senyum kecil dan sedikit harapan, aku merangkai semuanya perlahan. Akhirnya itu membuatku nyaman.

Terkadang lewat panggilan kecil aku merasa dekat denganmu. Aku sadar akan ketidakpantasan rasaku yang terus berlanjut. Dan sekarang aku benar-benar tidak tahu sampai kapan aku akan seperti ini. Entah hari ini, esok, lusa atau mungkinkah hingga akhir? Semuanya aku serahkan pada garis kehidupan yang membawaku.

Srrhh.. darahku mengalir deras seperti biasa setiap kali aku melihatmu. Diiringi detakkan jantung yang seakan mau lompat keluar dari tubuhku dan mengejarnya. Hm, ini adalah kebiasaan yang bahkan sekarang menjadi kebutuhan bagiku.

Setidaknya bisa menjadi pacu jantung kehidupanku meski belum tahu pasti kemana arahnya.

Catatan Merah Muda ; KTHStories to obsess over. Discover now