Bunyi petir yang menggelegar, memecah kesunyian malam. Semburat sinarnya yang kebiruan, membelah langit yang kelam.
Di dalam sebuah rumah, tepatnya di ruang utama. Sesosok tubuh wanita tergeletak mengenaskan di atas lantai. Darah segar menggenang di sekitar tubuhnya. Tak ada sedikit pun gerakan yang terjadi. Tak ada tanda kehidupan yang ada. Wanita itu tak bernyawa. Ia telah mati.
Darah yang menggenang di sekitar tubuhnya, mengucur keluar dari perutnya yang koyak. Tumpah bersama semua isinya. Berantakan, seperti ditarik secara paksa, lalu dihamburkan.
Seorang pria dengan senyum mengerikan, duduk santai di atas kursi. Kaki kanannya diangkat menyilang, bertumpu pada lutut kaki kirinya. Sebuah lagu bersenandung dari mulutnya, diiringi siulan-siulan kecil. Seolah ia sedang menyaksikan pemandangan yang indah.
Tak jauh dari tubuh wanita itu. Seorang anak kecil berdiri kaku sambil memeluk boneka kelinci.
Beberapa menit kemudian. Polisi tiba di rumah tersebut. Mengakhiri adegan berdarah yang memang sudah berakhir. Dan, Si pelaku pembunuhan berhasil ditangkap tanpa memberikan perlawanan.
"Aku tidak sabar untuk melihatnya lagi!" ucap si pelaku dengan senyum menyeringai saat melewati si kecil yang masih berdiri kaku.
Saat seorang Polisi mencoba berbicara dengannya, dan menanyakan namanya. Anak itu hanya menjawab, "KELINCI."
🐰🐰🐰
00:36, 9 Januari 2020.
