MANDARIN
DISCLAIM : Naruto belong Masashi Kishimoto
Story Originally by Fitria Oktafiana
Pair : NaruHina Lovers
Rated : T
Warning : Typo(s), OOC, cerita pasaran maybe (?)
Gak suka jangan baca! Daripada menyakiti diri sendiri
.
.
hari itu seperti biasanya, suasana kelas yang riuh karna jam istirahat baru selesai berakhir dan guru jam pelajaran selanjutnya belum hadir di kelas. saat ini adalah jam bahasa Mandarin di kelasku. aku duduk di kelas 3A-IPA. Namaku Namikaze Naruto dan aku duduk di bangku baris ke empat dari depan, teman sebangkuku adalah Uchiha Sasuke atau biasa kupanggil 'Teme'.
pelajaran mandarin adalah pelajaran bahasa asing yang menurutku lumayan sulit, meski sama - sama menggunakan huruf kanji tapi tetap saja cara penulisan dan bacanya berbeda. jujur saja, aku malas pelajaran ini..ah, itu karna aku kurang menguasainya hehe. tapi aku tidak sendirian, bahkan hampir semua teman sekelas mengeluhkan hal yang sama. mungkin ada beberapa siswa yang menyukai pelajaran ini dan itupun bisa dihitung dengan jari.
salah satu siswa yang paling menyukai bahasa Mandarin ini adalah adik sepupu sahabatku yang satu kelas denganku. dia duduk di bangku paling depan bersama temannya berambut pink yang tak bisa diam bernama Sakura a.k.a pacar si Teme. oh iya, aku lupa menyebutkan nama gadis yang menyukai bahasa rumit ini adalah si Hinata. dia gadis berambut panjang indigo, bermata bulan yang unik dan indah, pipi agak cubby berkesan imut dan jangan lupakan senyumannya yang sangat manis seolah mampu membuat semut berhenti berjalan. eh?! lupakan semua diskripsinya, aku tak memujinya tapi itu fakta yang ada.
dari suasanya kelas yang riuh begini karena guru yang tak kunjung datang, aku hanya mengisi waktuku dengan bermain game di PSP kesayanganku. sejujurnya aku adalah cowok yang cukup menyumbangkan keramaian di kelas tapi karna aku punya game baru yang belum ku menangkan alhasil aku ingin bermain game saja.
CKLEK
suara pinta terbuka, hal itu sontak mengalihkan perhatian seisi kelas dan ternyata guru Mandarin sudah datang. 'hah~ kenapa tidak jam knosong saja sih?' gerutuku dalam hati. guru Kurenai mulai memasuki ruangan dan semua murid pun menjadi tenang. mulai mengeluarkan buku dan peralatan tulis lainnya.
"selamat siang anak - anak" sapa guru Kurenai pada kami sebagai pembuka kata.
"siang sensei..." jawab semua murid serempak.
"hari ini kita akan menerjemahkan bahasa kita ke bahasa mandarin beserta huruf hanzi dan pinyin nya ya!"
'hah? hanzi dan pinyin?? itu akan sulit sekali ttebayo! pinyin adalah bahasa latinnya itu saja sudah merepotkan apalagi ditambah hanzi si huruf kanji' aku bergumam lirih di bangku.
"baik sensei.." kudengar semua murid menjawab dengan lesu.
"tapi sensei ingin kalian maju satu persatu menerjemahkan kalimat di halaman 137"
"hah???!!!"
.
.
dan saat ini semua siswa tengah sibuk menerjemahkan kata per kata untuk dirangkai sebagai kalimat yang sesuai dengan soal yang tertera di buku. kulihat Sasuke memanggil manggil pacarnya yang duduk di sebelah Hinata. rupa - rupanya si Teme ingin meminta bantuan Sakura untuk menerjemahkan kalimatnya. tapi kuperhatikan ternyata Sakura juga meminta tolong si Hinata. oh, sungguh ini seperti permainan estafet lempar melempar soal.
kulihat dari kejauhan wajah manis Hinata terlihat sangat serius saat mengerjakan soal itu, tapi senyumnya tetap tak menghilang sepertinya dia bersemangat sekali. aku jadi ikut bersemangat untuk menerjemahkan sendiri.
"ah, akhirnya selesai juga. tapi ini kosakatanya benar apa salah ya? hei Teme! coba kau lihat punyaku, apa ini sudah benar?" aku bertanya pada si Teme pantat ayam dengan nada ragu.
"kau minta bantuan Hinata saja dobe" Sasuke malah memberikan jawaban sekenanya.
"ck, kau ini Teme! aku ingin kau yang melihatnya!" aku berucap dengan nada sedikit tinggi dan kesal pada si Teme.
"hn, kau malu memanggil si gadis indigo itu dobe?" Sasuke menunjuk Hinata yang sedang serius mengerjakan soal dengan dagunya "apa perlu aku panggilkan? pasti dia mau membantumu" lanjutnya lagi.
"eh, kau yakin?" aku menaikkan sebelah alisku heran.
"tentu saja, dia menyukaimu 'kan?"
"eh?! a-apa maksudmu Teme??!!" aku makin bingung dan ingin memperjelas pendengaranku yang mungkin salah.
"ta.."
"Hinata..!"
"Nata.. Hinata!"
tanpa menjawab pertanyaanku si Sasuke terus saja memanggil Hinata, tapi kulihat Hinata tak mendengarnya padahal teriakan Sasuke sudah menarik atensi seluruh kelas. kulihat Sasuke sudah semakin kesal dari raut wajahnya.
"apa dia itu tak punya telinga ya dobe?" Sasuke kesal sambil melipat tangannya di depan dada dan memandang ke arah Hinata yang disebelahnya Sakura hanya memandang Sasuke dengan senyum mengejek karena Sasuke tak berhasil mengalihkan Hinata dari kesibukannya.
"hn, coba kupanggil" putusku "Hinata!" panggilku dengan nada lirih supaya Kurenai Sensei tak melihatku dan kupikir Hinata tak mendengarnya tapi,
SRET
"y-ya! ada apa Naruto?" Hinata pun menoleh langsung dan sebagian temanku yang menyadari pergerakan Hinata melongo.
"hei Hinata! kau dari tadi kupanggil tak menoleh sama sekali, tapi giliran di panggil si Dobe kau langsung menoleh?" Sasuke menyahut dengan nada kesal.
"e-eh??!! benarkah? mungkin karena Naruto memanggil lewat hati" Hinata menatap Sasuke dengan wajah polos imut innocent dan hal itu membuatku membeku karena dia begitu manis, sangat manis, bahkan lebih manis dari pemanis alami maupun buatan.
END
BINABASA MO ANG
Mandarin
Fanfictionapakah suara hati bisa didengar ? gak pintar bikin deskripsi baca aja ya, untuk ngisi waktu luang ^^
