Di saatku berkunjung di desa
Dalam setiap perjalanan
Tiada henti ku memandang
Indah nan asrinya desa ini
Dimana sawah menghampar luas
Bak permadani yang tergelar
Yang bewarna hijau menguning
Bulir-bulir padi menjuntai
Birunya langit menambah keindahannya
Pohon-pohon tumbuh dengan rimbun
Menjadikan udara di sekitarnya sejuk
Ku dengar suara arus sungai
Yang mengalir mengikuti alur
Membawa air dari hulu ke hilir
Suaranya menenangkan
Bagi setiap pendengarnya
Ketika mentari terbit dari timur
Memancarkan sinarnya yang hangat
Ku lihat orang-orang desa
Sedang mengayuh ontelnya
Menuju sawah ataupun kebun
Ramah tama warga desa
Menambah kehangatan pagi yang cerah
Dimana adat istiadat masih terpelihara
Anak-anak bermain dengan riangnya
Tiada gadget yang membatasi gerak mereka
Dan ketika matahari mulai tenggelam
Ku rasakan dinginnya udara sore
Yang menusuk tajam tubuhku
Haripun semakin gelap dan berganti malam
Terdengar suara jangkrik
Yang saling bersahut-sahutan dengan nyaringnya
Suaranya menjadi pemecah sunyi di kegelapan malam
Desa...
Yang tak akan kulupakan meski waktu berlalu
Aku telah terpanah dengan keelokanmu
Karena di setiap langkah kakiku
Ada jejak kenangan terukir dalam pikiranku
YOU ARE READING
Kenangan itu
PoetryKarena di setiap langkah perjalanan kita akan meninggalkan jejak-jejak kenangan dan harapan
