Cowok itu terus mondar-mandir di depan cermin kamarnya, yang hampir dilakukannya selama 1 jam. Ia khawatir akan kadar kegantengannya yang bisa-bisa luntur sehari saja tanpa kegantengan bagaikan bumi tanpa matahari, suram. Terus di sisirnya rambut klimis itu dengan kelihaian tangannya ia membentuk sebuah jambul masa depan.
Setelah ritual memanjakan rambutnya, cowok yang tak lain adalah Ersen, melangkah keluar kamar dengan tas ransel di punggungnya. Saat berada di ruang makan. Ersen menyapa riang keluarganya.
"Pagi semua!! Ersen ganteng mau makan "
Amelia, yang tak lain kakak tertua Ersen, memutar kedua bola matanya.
"Halo Gagak!" Sapa Amelia.
"Eh....Anemia jangan manggil gue yang ganteng ini Gagak" ucap Ersen kesal.
"Apaan sih, gue kan suka nama Gagak itu keren" Ucap Amelia
"Tapi gue gak suka, ngaku aja kalau gak bisa move on sama mantan terindah Anemia tersayang." Ucap Ersen mengejek.
"Enak aja panggil gue Anemia emang gue penyakit apa? Dasar cowok teri!"
"Paan sih, Dasar anemia! Gue itu cowok gula, manis."
"Idih najis woy, lo panggil gue anemia sekali lagi, gue rusakin si Betty!"
"Syirik ae lo, emang dasar anemia! Sukanya ngancem terus"
"Lo-"
"Udah-udah jangan berantem mulu. Kalian itu sudah besar bukan anak kecil lagi, kamu Ersen cepat habiskan makanan kamu, karena ayah berangkat 10 menit lagi." Ucap ayah Ersen.
"Eh, tidak usah yah! Aku mau berangkat sama Anemia aja!"
Seketika, Amelia memandang Ersen dengan sinis.
"Emang gue mau berangkat sama lo?!"
"Tidak ada penolakan titik."
Perdebatan keduanya berlangsung hingga selesai sarapan pagi. Setelah itu, keduanya berangkat dengan menggunakan mobil Amelia. Sesampainya di depan SMA Nusa Bangsa.
"Belajar yang bener! Jangan terus lihatin kaca, bisa-bisa tuh kaca pecah!"
"Yang ada tuh nanti kacanya keluar tangan, terus dia elus-elus pipi mulus gue, udah deh anemia diam aja ya, gue ngerti kok kalau anemia minder punya adek kayak gue"
"Ya ampun dek, akhirnya lo sadar juga"
"Maksud gue, minder karena lo berangkat bareng sama cogan, tampang lo kan pasaran"
"Lo-"
Brak!
"Dasar Gagak sialan!".
******
"Ada apa sih bun, kok mukannya luset gitu?"
"Ayah tuh tau gak sih! Kalau bunda tuh pusing, setiap hari mikirin sifat Ersen yang kadar kejahilannya semakin meningkat, muka bunda luset? Emang situ gak ngaca?"
"Emang muka ayah berubah ya? Perasaan ayah tetap ganteng."
"Terserah yah terserah! Tambah pusing bunda!"
"Ck, udah biarin aja bun, lagian Ersen masih remaja. Nanti kalo udah kuliah pasti hilang sendiri, sifat jahilnya"
Seketika wajah bunda Ersen tambah cemberut. Beberapa menit kemudian. ...
"AYAH! BUNDA PUNYA IDE!"
"Astagfirullah, bun-bunda...jantung ayah kumat" kata ayah Ersen sambil memegangi dada kirinya.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
Only Allusive
Genç KurguCinta itu..... Cinta itu mudah datang dan mudah pergi Cinta itu mudah membuat bahagia dan mudah membuatmu hancur Cinta itu kejujuran dan kebohongan belaka Cinta itu indah dan menyakitkan Cinta itu bentuk kesetiaan dan pengkhianatan Cinta itu....... ...
