taeil;abi

222 15 1
                                        

"Bi, abi,"
.
"Bi minjem tip-ex dong!"
.
"Kantin kuy bi!"
.
"Gua ngantuk banget bi,"
.
.
.
Yah, kurang lebih itulah kalimat yang menghiasi hari-hari gua selama 6 bulan terakhir. Gua bingung, kenapa cewek absurd ini manggil gua 'abi'.

Gua ga ada turunan Arab, dan gue ga punya riwayat kejadian yang bikin gua dipanggil 'abi'.

Tapi gua suka sih, hehe.

Yang bikin gua bingung, cewek ini selalu marah kalo ada orang lain manggil gua 'abi'. 'Abi' itu hak cipta dia, katanya.

Dan udah pasti, nama 'abi' jadi ledekan populer di kelas gua.

"Abi Taeil, dipanggil Bu Mamih!"
.
"Abi, si umi ngerusakkin headset lu nih!"
.
.
.
Iya, saking deketnya gua ama cewek ini, dia diledekkin dengan panggilan 'umi', dan siapapun yang manggil dia 'umi' bakal kena semprot ama dia.

"Nama gua bukan umi!"

"Nama gua juga bukan abi,"

Kalo udah gitu, dia cuma cengengesan ke gue.

Enam bulan bareng cewek hyperactive ini, bikin gua mikir terus. Kenapa dia manggil gua abi?

"Soalnya, muka lu tuh kayak abi-abi sih!"

"Suka-suka lu dah,"

"Iya, gua suka lu kok bi,"

Ha?

"Eh maksudnya-"

"Apa hayo,"

Gua natap wajah dia yang di alihin ke hape.

"Kayak ada yang ngechat aja,"

"Ada!"

"Yang sering ngechat kamu kan ada di depan kamu, mi."

"Aku ga denger aku pake headset,"

"Taro dulu ah hapenya."

Gua suka ngeliat cewek ini kesel. Dia lucu. Liat aja, bibir pink yang lagi monyong itu, maksudnya apa coba.

"Mi, gua mau ngomong,"

"Apa sih bi, nama gua bukan umi!"

"So would you be my umi?"

Pasti dia mangap nih.

1

2

7

Tuh kan mangap.

5 detik...

10 detik...

"Mau ga?"

5 detik...

10 detik...

"Kalo diem berarti iya ya, mi."

doi;nctWhere stories live. Discover now