"Lin,mau makan malem bareng kita-kita gak?"
tawar seorang lelaki dengan segerombolan orang dibelakangnya.Anneline-yang disebut tadi-mendongak,mangarahkan pandangnya ke lelaki tadi.Alis gadis itu bertaut sebentar,sebelum akhirnya kembali normal.
"Kagak ah yong,gue banyak kerjaan"
tolak anne seraya mengalihkan pandangan ke layar komputer didepannya.
Taeyong-lelaki tadi- tak menyerah.Bersama dengan segerombol orang yang notabenenya teman-temannya,ia terus membujuk anne agar mau ikut bersama mereka.
"Elah,sekali-kali nah...mumpung banyak yang free"
Anne memutar bola matanya malas.
"Lu pada free,gue kagak"
"Plis deh,emang deadlinenya besok?kagak kan?udah ikut aja"
"Anneline kim,please"
"Lin,lu jahat banget ama kita-kita"
Gadis itu menghela napas panjang.Sebenarnya,ia ingin ikut bergabung makan malam bersama teman-teman sekantornya.
Kalau habis makan langsung balik kekantor sih gak apa-apa.Tapi mereka biasanya gak balik kekantor,tapi langsung balik kerumah a.k.a pulang.
Soalnya mereka pasti minum-minum setelah makan.Ini mah namanya bukan makan malam bareng,melainkan minum-minum bareng.
Lagipula,anne sekarang lagi dalam mode penghematan uang.Ia ingin membuat sebuah gaun berdasarkan desainnya kemaren.
Karena sekali minum-minum,ia bisa menghabiskan sekitar 60.000 won lebih.
Duit segitu bisa buat beli beberapa meter kain.
Sayang duitnyaaa - Anneline
Namun,ia tidak akan menolak ajakan untuk makan malam(minum-minum) apabila-
"Yaudah deh,gue yang traktir lo"
Gratis.
"oKEY GUA IKUT!GITU KEK DARITADI"
Kata anne dengan sedikit berteriak.
Dengan semangat,gadis itu menekan ctrl-s pada keyboardnya dan mematikan komputernya.Ia lalu menarik lengan taeyong untuk berjalan lebih cepat,sehingga sekarang ia berada di barisan paling depan.
"Lu mah giliran gratis aja cepet lu" misuh taeyong.Anne hanya tertawa hambar menanggapi itu.
"Elah paling lagi dalam mode penghematan tu anak.Mau bikin gaun lagi dia" celetuk sehun dari belakang.
"Yokshi,uri sehunnie!selalu mengerti sang istri"
Anne membalas sambil mengarahkan lambang hati ke pemuda bertubuh jangkung tersebut.
Sehun salah tingkah.Kedua pipinya bersemu merah.
*Anne's POV*
Gue dan teman-teman gue memutuskan untuk berjalan kaki.Resto yang kami tuju memang letaknya tak telalu jauh dari gedung perkantoran kami.Sepanjang perjalanan kami saling bertukar lelucon dan tertawa bersama,melepas beban sejenak.
Kami semua adalah karyawan dari sebuah perusahaan majalah terkenal diseoul.Sebagai Tim kreatif,kami dituntut untuk mendapatkan ide-ide segar dan berita-berita menarik agar para pembaca tak bosan.Kami juga harus membuat isi majalah semenarik mungkin.Membuat sebuah artikel yang interactive,tidak monoton,dan seru.Serta merevisi pekerjaan dari penulis.
Padahal 2 tugas terakhir bukan pekerjaan kami.Melainkan pekerjaan tim editing.Entah kenapa tanggung jawab itu diberikan kepada kami.
Kami jadi capek.
Gaji gak nambah.
Kan rugi dikami.
Sialan emang.
"Eh lin,lu kenapa gak jadi desainer aja sih?"celetuk joy tiba-tiba.
"Iya,malah nyasar jadi tim kreatif majalah lu" timpal seungcheol.
