"Sayang ? " teguran daripada isterinya membuatkan dia mencelikkan mata.
" Awak okay ? " tanyaku
" Saya okay ." Dia menjawab
" Tapi, badan awak panas ni. Tipulah kalau awak cakap awak okay ." bilangku lagi
" Betul sayang. Saya okay. Awak jangan risau ya? "
" Betul ni ? " soalku, inginkan kepastian
Seungcheol mengangguk kecil.
" Baiklah. Kalau macam tu, saya pergi panaskan bubur untuk awak sekejap. Telefon awak mana ? "
" Ada atas meja kerja . "
Aku segera menuju ke meja kerja Seungcheol lalu mencapai Iphone X miliknya .
" Call saya kalau awak nak apa apa, okay ? "
" Em ." Seungcheol mengangguk.
Aku mencapai tuala kecil lalu dibasahkan dengan air sejuk dan diperahkan sedikit. Aku kemudiannya menuju ke dapur untuk mengambil segelas air dan sebiji panadol. Aku kembali semula di mana Seungcheol berada.
" Nah , makan ubat dulu . Awak dah sarapan kan tadi ? "
" Tak nak. Saya tak nak makan ubat ."
Aku mengeluh kecil . Inilah Choi Seungcheol . Tidak gemar makan ubat bila demam .
" Okaylah . Saya turun bawah dulu . Kalau nak apa apa , call saya ." arahku
" Okay sayang ."
Sebelum keluar , aku meletakkan kain yang dibasahkan sebentar tadi dia atas dahinya, berharap agar demamnya mulai kebah.
Selimut aku tarik sehingga menutupi bahagian dadanya.
Aku mula memanaskan bubur tadi . Bubur ayam kegemarannya . Setelah bubur itu panas , aku kemudiannya mengambil mangkuk lalu mencedokkan bubur ayam kedalamnya .
Aku menolak pintu biliknya perlahan . Kelihatan Seungcheol sedang lena diulit mimpi . Aku meletakkan bubur ayam di tepi lalu melabuhkan punggung di sebelahnya. Tanganku menyentuh dahi Seungcheol .
" Panas ." luahku kecil
Aku mengejutnya perlahan . Tak lama itu , Seungcheol bangun lalu matanya dipisat-pisat .
" Cheol , klinik jom ? " ajakku
Dia menggeleng.
" Kenapa tak nak ? "
" Klinik tak best . Asyik kena suntik dengan jarum je . Boring ."
Demam , tapi kuat merungut . Manja !
" Okay . Tapi , makan bubur ni dulu . "
" Em ." Akhirnya dia menurut.
Aku meniup sedikit bubur yang telah aku sudukan agar tidak panas lalu menyuapkan bubur ayam kedalam mulutnya . Mukanya pucat dan sepertinya dia tiada tenaga untuk mengunyah dan menelan makanan itu.
" Perlahan lahan , sayang ."
Aku menyuapkan bubur untuknya lagi . Setelah beberapa suapan , dia minta untuk berhenti . Segera aku menghulurkan segelas air untuk dia basahkan tekaknya . Aku meletakkan semula mangkuk bubur dan gelas minuman di atas meja .
Saat aku menoleh , Seungcheol sudah kembali membaluti badannya dengan selimut . Aku melabuhkan kepala pada bantal yang sama dia gunakan . Tanganku mendarat di atas badannya .
" Feeling better ? " tanyaku
Dia angguk .
" Betul ni tak nak pergi klinik ? "
" Yes . Saya nak awak jaga saya . "
Alahai , Choi Seungcheol . Time demam pun awak boleh jadi romantik , ya ?
" Awak rehatlah . Saya jaga awak ."
ESTÁS LEYENDO
short imagines
Historia Cortasebuah cerita pendek sebagai bacaan harian mahupun mingguan anda pada waktu senggang.
