-Everybody get hurt sometimes, you know-
Hari ini aku kembali melihatnya mengenakan jas hitam dengan sebuah bunga kecil yang bertengger dipermukaan saku jas yang berada tepat didada kirinya.
Aku tersenyum. Dia begitu tampan dengan rambutnya yang tertata rapih. Sebentar lagi akan ada sebuah janji suci yang terucap untuk membuktikan bahwa kedua inshan Tuhan akan bersatu untuk mengarungi sebuah perjalanan hidup bersama.
Dia berdiri dengan gagahnya diatas altar. Tentu pusat perhatian para undangan tertuju padanya. Namun ternyata pusat perhatiaan sang pemilik mata coklat itu tertuju padaku. Aku memang tengah duduk tak terlalu jauh dari tempatnya, -menggunakan dress berwarna purih dengan rambut coklat yang terurai.
Aku tersenyum kearahnya agar senyumannya merekah dihari yang sakral ini. Namun aku gagal, dia tau bahwa aku tengah terpaksa memperlihatkan senyumanku padanya.
Alunan suara piano berhasil membuyarkan pikiranku. Semua orang berdiri, termasuk aku. Kaki ku sebenarnya terasa lemah untuk berdiri menyaksikan pria yang sangat amat ku sayang akan mengucapkan kembali janji sucinya dihadapan Tuhan dan disaksikan oleh orang banyak. Jangan berpikir bahwa akulah sang mempelai wanita, bukan. Bukan aku, tapi seorang gadis yang kini baru saja menampakan dirinya dari balik pintu.
Ku akui dia cantik. Bahkan aku berani bertaruh bahwa dia lebih cantik dibanding denganku ditempat ini delapan tahun lalu.
Tangan Sehun terbuka saat sang gadis berada dihadapannya. Tak butuh waktu lama untuk sang gadis menerima tangan Sehun, lelakiku. Memang tak terlihat senyum dari keduanya. Mungkin mereka sama-sama gugup, seperti kami dulu.
"I Oh Se Hun, take you Jung Jae Mi to be my wedded wife. To have and to told, from this day forward, for better, for worse, for rich, for poorer, in sickness or in health, to loveand to cherish 'till death do us part. And here to I pledge you my faithfulness"
Janji yang Sehun ucapkan dihadapan Tuhan untuk mengikatku kembali terdengar. Tapi kali ini janji itu terucap dari mulut Sehun untuk mengikat gadis lain yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Hari ini benar-benar hari bersejarah untukku. Suamiku, menikahi gadis lain.
Let's Begin!
Malam terasa semakin larut saat waktu telah menunjukan pukul 10 malam.
Kini seorang wanita tengah berusaha memejamkan matanya yang sepertinya kali ini sedang tidak bisa diajak berkerjasama untuk beristirahat. Wajar saja, biasanya ada tubuh prianya yang akan ia peluk untuk mengantarnya terlelap. Tapi kali ini tidak. Prianya tengah terlelap menemani wanita lain. Jangan berpikir nakal, pria dari wanita ini tengah menemani istrinya yang lain.
Hye Ra tengah berusaha memejamkan matanya saat tubuhnya terasa lelah karna acara pernikahan hari ini. Pernikahan Sehun -suaminya dengan Jae Mi.
Entahalah, Hye Ra sama sekali tak mengenal Jae Mi sebelumnya. Yang ia tahu, Jae Mi merupakan putri terakhir dari keluarga Jung sekaligus keponakan Jung Soo Jung -sahabatnya sendiri.
Delapan tahun usia pernikahan Sehun dan Hye Ra harus terusik oleh banyaknya orang yang terus bertanya kapan mereka akan memiliki anak. Termasuk nenek dan orangtua Sehun yang jika mereka bertemu pertanyaan itu sama sekali tak pernah absen untuk terdengar oleh telinga Hye Ra. Jangan tanya Hye Ra, justru Hye Ra juga selalu bertanya pada Tuhan kapan ia dan Sehun akan memiliki seorang bayi.
Menikah dengan orang ternama bukan perkara mudah. Hye Ra cukup dikenal oleh banyak orang. Dulu orang-orang memuji wajah cantiknya dan kepintaran yang Hye Ra miliki. Namun sekarang hanya satu hal yang mereka gunjingkan, apalagi kalo bukan soal anak. Dulu pernah terpikir jika memang Tuhan tak memberikan mereka anak, Hye Ra ingin sekali mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan. Namun sayang, ia harus mengurungkan niatnya. Salah satu aturan yang berlaku dikeluarga Oh adalah anggota keluarga tidak diperbolehkan untuk mengadopsi anak, ini semua karna jatah warisan untuk setiap anggota keluarga. Hye Ra benar-benar tak mengerti aturan seperti apa yang berlaku dikeluarga ini.
Satu-satunya jalan jika memang seorang anggota keluarga Oh ingin mempunyai anak adalah dengan menikah lagi. Sehun sama sekali tak mau menduakan Hye Ra. Namun keingginan Nyonya Oh sangatlah besar untuk memiliki seorang cucu meskipun hanya satu. Hye Ra mengalah atas keinginan sang mertua. Bahkan jika kalian ingin tahu, Nyonya Oh lah yang memilih sendiri siapa yang akan menikah dengan Sehun. Dan mulai hari ini, Hye Ra harus merelakan perhatian Sehun terbagi antara dirinya dengan Jae Mi.
"Kau belum tidur?"
Lamunan Hye Ra terpecah saat suara Sehun tiba-tiba terdengar ditelinganya. Ia langsung mengarahkan pandangannya pada Sehun yang tengah berjalan menghampirinya.
"Kenapa kau kesini?" tanya Hye Ra.
"Kau lupa? ini juga kamarku, bukan?"
Sehun sedikit merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Tepat berada disamping Hye Ra.
"Kau tidak menemani Jae Mi?"
"Aku tak bisa tidur, lagi pula dia sudah tertelap!"
Hye Ra tak menjawab. Ia terlalu asik memperhatikan wajah Sehun yang kini tengah berada tepat disampingnya -menatap Hye Ra dengan menahan kepalannya menggunakan tangan kanan.
"Kau merindukanku?" tanya Sehun membalas tatapan wanita pertamanya.
"Sangat! Tapi kau harus tetap bersikap adil! Hari ini hari pernikahanmu dengan Jae Mi, jadi kau harus menemaninya tidur, Sehun!"
"Kenapa harus? Dulu saat malam pertamamu denganku kau malah asik tidur dikursi?" tatapan Sehun mulai mengintimidasi wajah istrinya.
Hye Ra menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Kau ini memang tidak romantis. Seharusnya dulu kau menggendongku ke tempat tidur."
"Kau itu terlalu berat untuk aku gendong."
"Hei, kau tau? Aku diet sebulan penuh agar bisa memakai gaun pengantin itu. Dan kau masih berkata aku berat?"
Sehun tersenyum lebar meng-iya-kan jawaban Hye Ra.
Hye Ra menahan kesal dalam hatinya, memang wanita ini sedikit sensitif dengan berat badannya yang selalu dipermasalahkan oleh Sehun.
Wanita itu bangkit dan mengambil bantal untuk memukul habis suaminya yang menjengkelkan ini.
Sehun hanya terdiam mempersilakan istri pertamanya menyerangnya sampai puas. Selanjutnya, ia yang akan 'menyerang' Hye Ra.
-To Be Continue-
YOU ARE READING
The Wedding
Fanfiction"Aku tak mau memilih salah satu dari kalian saat aku merasa bahwa kalian sangatlah berharga bagiku."-Sehun. "Maaf membuatmu menunggu terlalu lama. Jika kau ingin aku menyerah, tolong beritahu aku secepatnya!"-Hye Ra. "Soo Jung bilang aku seperti bel...
