Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Part 1 (awal mimpi buruk)

46 3 3
                                        

Cilly mengerjabkan matanya berkali-kali membiasakan cahaya lampu yang terang masuk menembus Indra penglihatannya. Badannya terasa sakit dan remuk.

Ia memegang kepalanya yang sedikit pusing, mencoba mengingat apa yang telah terjadi, ia mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan. Ia kenal dengan tempat ini! Ini adalah kamar Azka, kekasihnya

Dan semua terjawab ketika ia sadar keadaan tubuhnya yang naked dan mendapati tubuh Azka tidur tengkurap di sampingnya. Sebagian tubuhnya tertutup bedcover dan punggung kekarnya terekspos. Kepalanya mengahadap ke arah Cilly hingga Ia bisa dengan jelas menatap wajah tenang Azka dalam tidurnya

Perlahan air matanya merembes keluar. Ia memperhatikan wajah kekasihnya, Azka Hadi Bramasta. Wajah yang satu tahun lalu berambisi ingin membuatnya jatuh Cinta dan melindungi Cilly dengan segala ketegasannya. Namun belum sempat Cilly merasakannya wajah itu malah menghancurkan pemikiran Cilly tentang Cinta.

Ia melangkah ke kamar mandi dengan tertatih, menyalakan shower dan membiarkan wajahnya tertimpa rintikan air yang berjatuhan, Ia duduk memeluk lututnya masih menikmati rentetan air yang menghujaninya. Ia merenungi peristiwa yang menimpa dirinya kemarin, kembali air matanya merembes membias bersama air yang berjatuhan

Flashback

Sepi, sekolah Cilly memang sudah bubar dari tadi, tapi Cilly masih duduk di koridor dekat parkiran menunggu Azka menjemputnya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya. Ia merutuki kecerobohannya yang lupa membawa ponselnya, alhasil ia tidak bisa memberi tau Azka bahwa hari ini sekolahnya pulang cepat dengan terpaksa ia menunggu sampai jam pulang sekolah.

"Masih satu jam lagi, ini membosankan" gerutunya.

Ia tersenyum miris saat mengingat kejadian beberapa jam yang lalu, saat seseorang melabraknya karna mengira pacarnya berselingkuh dengannya di rumahnya. Padahal yang terjadi adalah mereka mengerjakan tugas kelompok itu pun ia di temani Azka, karna Azka ingin menjaganya.

Ia mengusap ujung bibirnya yang sedikit sobek karna tamparan "Apa Cinta memang posesive seperti itu?"

Panjang umur, orang yang tengah ia fikirkan berjalan menuju parkiran, Cilly ingin meluruskan kesalahfahaman yang terjadi, beranjak untuk menemuinya

Sampai di parkiran ia bingung tak menemukan siapapun "kemana dia?" tanyanya pada diri sendiri

Ia menuju gerbang sekolah, menjulurkan kepalanya ke segala arah, namun tak menghasilkan apapun "apa aku tadi salah lihat" batinnya.

Cilly menyerah dan memutuskan untuk menunggu Azka di depan gerbang saja. Baru saja ia ingin duduk matanya menatap sosok yang ia cari dari tadi

"Sedang apa dia di bangunan tua itu?" Ia segera mengikuti kemana arah gadis itu melangkah. Cilly tampak ragu saat masuk ke halaman bangunan tua tersebut tapi rasa penasaran membuatnya membuang jauh keraguan itu.

kosong dan hening, gedung ini adalah sebuah bangunan yang sudah berdiri lama sebelum Cilly menginjak sekolahnya untuk pertama kali, teman-temannya bilang gedung itu adalah bangunan hotel yang entah kenapa berhenti di tengah jalan alias tidak dilanjutkan pembangunannya. Ia masuk dengan hati-hati, hanya berisikan tumpukan barang tak berguna bahkan bisa di bilang sampah dengan dinding yang di tumbihi lumut-lumut hijau. Ia mulai mengitari ruangan yang ada

Hampir seluruh ruangan ia periksa namun tak berhasil menemukan keberadaan temannya dan ia mulai lelah. Kakinya terasa pegal karna menelusuri seluruh ruangan dari lantai dasar sampai lantai 5.

"Apa aku tadi salah lihat ya? Atau jangan-jangan yang tadi aku lihat itu hantu?" tebaknya parno

"Akh" Cilly berjengit kaget, Suara itu bukan berasal darinya melainkan dari arah lain. Ia mendongak merasa suara itu berasal dari lantai paling atas, Segera bangkit dan mencari Sumber suara itu. Ia menaiki tangga satu persatu dengan hati-hati menyiapkan mental semoga yang terjadi bukanlah suatu hal horor ataupun hal yang tidak senonoh. Tunggu! Hal tidak senonoh? Bagaimana mungkin ia lupa dengan hal itu, kalau benar itu yang terjadi maka pasti akan sangat memalukan, ia pun tak mungkin siap dengan pemandangan macam itu.

The ProblemStories to obsess over. Discover now