Diego Provs
Gua Diego Nicolas. Ini hari pertama gua memasuki ajaran baru. Well, gua sih biasa aja. Entah kenapa gak ada yang special. Libur kenaikan berakhir. Gua mulai lagi melakukan kebiasaan pelajar masuk sekolah pulang sore, ngerjain tugas, tidur. Monoton sekali.
Oh iya. Gua punya adik namanya Christa, dia adik yang paling gua sayang. Dia berparas cantik dan ya aura yang menenangkan. Dan dia tuh bisa banget bikin gua terhibur dan tenang. Dia yang selalu kasih gua solusi dalam masalah.
.
.
.
.
Gua berangkat sekolah dengan Christa dengan menaiki mobil pribadi, gua kok yang nyetir. Hmm, umur kita cuma beda setahun dan dia masuk SMA yang sama kayak gua. Dengan alasan gua disuruh bokap jaga Princess nya.
Sebelumnya tentu kami pamit dengan bokap. Nyokap gua? Well, nyokap udah kembali ke sisi Tuhan waktu gua dan Christa masih Junior High School. Jadi disinilah, peran bokap gua juga bisa sebagai nyokap.
"Dad, kami berangkat ya" kata gua sambil mencium tangannya lalu pergi. Begitu juga dengan Christa. Karena dia adalah anak perempuan kesayangan bokap, jadi bokap selalu peluk Christa. Ah gua sih cowok udah dewasa jadi gak perlu lah kayak gitu.
.
.
"Kak, nanti anterin aku ke kelas ya? Aku canggung" kata Christa sambil menatapku dengan matanya yang biru berbinar kas nyokap kami.
"Kamu udah 15 tahun Christa. Masa harus aku anterin? Aku kan juga mesti cari kelas baru aku-_-" kata gua.
Christa pun bete dan berpaling dari wajahku ke jendela melihat keluar. Dia melipat ke dua tangan didepan dada. Okay sebagai abang yang baik gua pun mengalah.
"baiklah adikku sayang. Aku akan mengantarmu" kata gua sambil mencubit pipinya. Melihat dia yang senang dan tertawa, gua juga ikut senang.
.
.
Kami sampai di parkiran dan segera berjalan masuk, melewati koridor. Gua mulai kesal, dengan teriakan para wanita yang memanggil nama gua tentu saja aku meng-acuhkannya dan juga pria yang meneriaki nama adikku, namun Christa tetap membalas dengan senyum yang manis dan dapat membuat banyak orang meleleh. Ya beginilah kami.
Bukannya gua merasa over confident tapi ini kenyataan kalau gua ini cowok tertampan. Wajah tampan, alis tebal, hidung mancung kedepan, mata hijau dan tegas, badan yang tegap dan bidang karna aku ini Kapten team basket.
Author Povs
bugh
"Heh! Kalau jalan lihat-lihat jangan asal jalan! Lo kira ini jalan nenek moyang lo?" teriak Diego.
"ma.. Maaf, aku tidak berhati-hati" jawab pria yang menabrak Diego itu.
Ya Diego memang anak yang suka mencari ribut dan Diego dikenal sebagai cowok jutek dan acuh.Bisa dibilang temperament . Tapi justru dia pintar dalam semua bidang pelajaran, kecuali Fisika.
"hmm..Kamu Diego ya? "tanya pria yang memiliki wajah cantik eh padahal dia pria.
"iya. apa urusanmu? Minggir! "bentak Diego yang langsung meninggalkan pria yang tak sengaja menabraknya.
"kak kamu tak seharusnya seperti itu. Dia kan tidak sengaja. Berhentilah menjadi lelaki emosional di sekolah" kata Christa sambil berjalan di depan Diego. Setelah itu, Christa melambaikan tangan kepada Diego yang telah mengantarnya ke kelas baru. Diego pun segera bergegas mencari kelas barunya.
.
.
.
Samuel Povs
Aku Samuel, entah mengapa aku tak paham. Semua orang selalu berkata kalau aku ini cantik, padahal kan aku laki-laki. Mereka selalu membuatku kesal.
Aku sampai di kelas baruku XI IPA 2. Segera aku menduduki bangku yang paling belakang, sebenarnya gak paling belakang juga. Aku duduk disana dan sebelahku masih kosong. Sebagian dikelas ini aku sudah kenal tapi sebagiannya lagi, aku tidak kenal sama sekali. Aku memilih istirahat sejenak dengan tanganku menjadi bantalan diatas meja
"apa disini ada orang? "
Tunggu? Seperti ada orang yang bertanya. Ku hiraukan mungkin hanya angin lewat.
Braaakk
Sontak aku kaget dan bangun mencari orang yang memukul meja dengan kencang. Setelah ku bertemu mata dengan mata denganya, tanpa ku sadari mulutku melongo. Iya dia laki-laki yang dikenal sikap cuek nya. Diego Nicolas.
"aku bertanya padamu. Jawab! Apa disini sudah ditempati duluan? "tanyanya sambil menunjuk kursi disebelahku.
"ehh.. Tidak kok, kamu bisa duduk disini. Ma-maaf aku bukan bermaksud menyinggungmu tadi" jawabku terbata-bata karena melihatnya yang menatapku bagaikan aku adalah buruannya.
"baiklah! Gua duduk disini dan jangan pernah ganggu gua!" bentaknya.
Aku diam dan ia pun asik bermain ponsel. Ingin rasanya mengajak Diego bicara namun mulutku terasa terkunci.
"nama lo siapa? "tanya Diego. Aku yang sedari tadi diam, menatapnya dan tersenyum.
"Aku Samuel" jawabku sambil tersenyum lebar. Aku berharap dia akan menjadi teman akrab.
"oh, bener ya kata orang lo itu cantik haha". Aku baru kali ini tak merasa kesal malahan hatiku serasa melompat melihat senyum dan tawa yang ia lontarkan. Aku tak menyangka lelaki dingin ini memiliki senyum yang amat memikat dan what? Ia berhasil membuatku lupa akan kekesalanku?
Diego povs
XI IPA 2,gua duduk dengan cowok samping gua namanya Samuel. Gua boleh akui, benar kata banyak siswa/i kalau dia pria berparas cantik. Wajahnya yang berpadu Korea dan Amerika, berhasil membuat jantung gua berdegup kencang. Sampai akhirnya gua bisa kembali terkontrol.
Entah mengapa gua malah, gak bisa berhenti menatapnya yang sekarang sedang membaca buku. Kok dia manis ya? Cantik juga, pengen rasanya gua belai lembut pipinya? Eh wait? Gua kenapa nih? Jantung gua gak normal nih. Waduh kacau.
Sekian dulu buat 'Part 1' jangan lupa vote and comment. Maaf juga kalau masih ada typo. Maklum masih amatiran...
YOU ARE READING
Be Mine [BoyxBoy]
RomanceKehidupan Diego yang berubah semenjak kedatangan dia. Iya dia, yang mampu membuat Diego berubah 180 derajat. Diego yang tampan dan tegas atau bisa dibilang dingin, dengan mudah meleleh hanya karena dia. Namun... 🌸kisah ini mengandung unsur lgbt 🌸...
![Be Mine [BoyxBoy]](https://img.wattpad.com/cover/119308720-64-k524532.jpg)