Aku memulai kisah ini dari sebuah cerita yang mungkin akan menjadi sebuah kenangan. Kenangan yang kelak bisa aku ceritakan kepada anak-cucu ku sendiri, hhh terdengar begitu berharap.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Namaku Rosiana, nama yang singkat bukan? Walaupun namaku hanya 1 kata tetapi menyimpan sejuta makna. Kalian tahu bunga mawar? Bunga mawar dalam bahasa inggris itu Rose, bunga yang indah dan menakutkan. Bunga yang Indah itu berarti cantik menurut ayahku, tetapi cantik saja tidak-lah cukup katanya. Aku harus selalu bisa menjaga diriku sendiri itulah mengapa aku menyebut bunga mawar menakutkan, Karena untuk dapat meraih sekuntum mawar harus ada perjuangan, perjuangannya adalah kita harus berhati-hati agar tidak tertusuk durinya. Duri itu untuk melukai tetapi juga untuk melindungi diri. Aku harus menjadi sosok yang kuat dan tidak terlihat lemah jika berhadapan dengan orang-orang yang mungkin akan jahat kepadaku, karena aku memiliki duri yang berarti kekuatan dalam diriku sendiri untuk menjaga diri. Rose adalah suku kata pertama namaku, kata ayahku, manusia pasti memiliki kelebihan dan keburukan, seperti bunga mawar yang indah tetapi juga dapat membuat celaka. Ayahku sangat matang memikirkan nama untukku, bukan hanya sekedar nama, tetapi nama itu harus memiliki arti yang indah dan sifat yang baik untuk diriku. Untuk suku kata terakhir namaku, Ana, Ayah ambil dari nama ibuku. Surga yang tak bisa ku genggam kembali, doanya tak bisa menenangkan ku kembali, dan wajahnya tak bisa ku lihat kembali. Ibuku meninggal karena melahirkan ku ke dunia, aku sempat berfikir bahwa aku anak yang tidak tahu diri, aku membuat ibuku sendiri pergi karena ingin membuatku melihat dunia. Tetapi ayah selalu membimbingku, ayah selalu menyemangatiku, dan ayah juga bisa menjadi sosok ibu bagiku, aku sayang ayah, aku rindu ibu
Ohiya, tidak pernah ada yang memanggilku Rosiana. Orang-orang sering memanggilku Ochi, kenapa tidak Rose atau Ana saja ya? Ternyata ayahku yang menggalakkan panggilan Ochi untukku sehingga orang-orang disekitarku memanggil aku dengan nama Ochi, nama yang lucu dan sederhana. Aku pernah bertanya kenapa ayah memanggilku Ochi, dan jawabannya cukup membuatku bangga dipanggil Ochi. Kata ayah, Rose sudah memiliki sifatnya sendiri, begitu juga Ana. Jadi, ayah berharap selain aku itu seperti Rose dan Ana, aku juga harus menjadi diriku sendiri dan memiliki sifat yang belum ada di diri Rose dan Ana. Aku bangga memiliki ayah yang pemikirannya sungguh luar biasa.
Pagi itu awan hitam menyelimuti langit yang cerah, udara berubah menjadi dingin dan angin berlalu lalang menambah dinginnya udara. Di pagi itu pula Ochi harus tetap berangkat ke sekolah karena hari itu hari pertama murid-murid kembali ke sekolah setelah libur semester. Ochi sudah bangun dari pagi, ia sudah siap berangkat, tetapi ayahnya masih belum keluar untuk sarapan bersama. Dengan perasaan kesal dan khawatir kepada ayahnya, Ochi pergi ke kamar ayahnya.
Setibanya dikamar itu, kamar yang begitu rapih bahkan lebih rapih dari kamarnya, sejak dulu Ochi selalu ingin menukar kamarnya dengan kamar ayahnya. Ochi melihat ayahnya, superhero yang sangat berarti dihidupnya, pahlawan yang selalu membuatnya bangga masih terlelap.