We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

ONE

1.3K 19 0
                                        

"Mom, dad,  Al berangkat dulu ya!" seru seorang wanita kepada mommy-nya. Alice Louise. Wanita sederhana yang bekerja di Sebastian Corp. Alice sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 3 bulan. "Yasudah, hati-hati ya." jawab mommy Alice, Miranda Louise. "Jangan lupa makan siang ya, Al." ucap daddy Alice, Max Louise. "Iya, dad. Bye.." ucap Alice sambil berjalan meninggalkan ruang makan. 

Sesampainya di depan gerbang rumahnya, Alice menyetop taksi yang lewat di depan gerbang rumahnya. 

"Taksi!" teriak Alice sambil melambaikan tangannya. Setelah taksi berhenti di depan Alice, Alice masuk ke dalam taksi dan menyebutkan alamat perusahaanya, taksi berjalan menjauh dari rumah Alice. 

^^^

"Hai, Al!" seru sahabat Alice, Lisa Aurele. Alice dan Lise bersahabat sejak SMA. Lalu masuk ke universitas yang sama, sampai mereka bertemu lagi di perusahaan ini. 

"Mau ikut makan siang di cafe dekat perusahaan denganku?" tanya Lisa. Melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Alice mengangguk, meng-iya-kan ajakan Lisa. "Ayo, cepat kalau begitu. Aku sudah lapar." ucap Lisa sambil menarik pergelangan tangan Alice. Alice hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabat nya yang suka makan. Tapi Lisa tidak pernah gendut karena banyak makan. Ajaib.

Sesampainya di cafe, Alice dan Lisa memilih tempat duduk di dekat jendela. Karena cafe hari ini tidak terlalu ramai, mereka agak leluasa memilih tempat duduk. Melihat meja di dekat jendela kosong, Lisa menarik pergelangan tangan Alice menuju ke dekat jendela.

Lalu datang seorang pelayan sambil menyerahkan buku menu ke Alice dan Lisa. "Kamu mau pesan apa, Al?" tanya Lisa. "Emm... aku sandwhich dan cappucino dingin saja." ucap Alice sambil menyerahkan menu ke pelayan. "Kalau aku hamburger with double chesee dan avocado juice." ucap Lisa sambil menyerahkan menu ke pelayan. Setelah mencatat pesanan Alice dan Lisa, pelayan tersebut berjalan menjauh ke arah dapur. 

Alice yang mendengar porsi makanan Lisa yang banyak, hanya bisa menggelengkan kepala. "Apa kamu tak takut gemuk, Lis?" tanya Alice heran. 

"Relax, sweety. Aku tak akan gendut hanya karena memakan makanan tersebut." ucap Lisa dengan tersenyum bangga. Suatu keajaiban Lisa mengalami hal tersebut. Kebanyakan wanita banyak menginginkan hal tersebut tejadi pada mereka. Benar? 

Tak lama, pesanan mereka pun datang. Lisa menyambut makanan yang diantar oleh pelayan dengan senyum sumringah. "Akhirnya, makananku datang juga." ucap Lisa dengan semangat '45. "Terima kasih." ucap Alice dengan senyuman di bibirnya. Pelayan itupun pergi setelah mengantar makanan Alice dan Lisa. 

Alice pun makan dengan khidmat. Selama makan, Alice merasa ada yang memerhatikannya. Tapi, Alice menghiraukan perasaan tersebut. Mungkin Alice hanya paranoid.

Setelah sandwhich yang dimakan Alice habis, Alice masih merasa ada yang memerhatiannya. Alice merasa gelisah. Siapa yang memerhatikannya? Apa yang akan dilakukan orang tersebut? Apakah niat orang itu jahat atau baik? Melihat gerak-gerik Alice yang gelisah sambil melihat-lihat isi cafe, Lisa pun ikut melihat isi cafe. Hanya orang-orang yang makan siang, dan beberapa pelayan yang mengantar makanan dan melayani pengunjung. 

"Al? Kamu kenapa? Kenapa kamu terlihat gelisah dari tadi?" tanya Lisa penasaran.

"Tak apa, Lis. Hanya saja, aku merasa ada seseorang yang memerhatikanku dari tadi. Sudahlah. Apakah kau sudah selesai? Ayo, kembali ke kantor." ajak Alice.

"Baiklah." setelah menaruh dua lembar uang seratus ribu, mereka pun berjalan keluar cafe. Ketika sedang berjalan, tiba-tiba ada yang menabrak Alice.

"Hei, Tuan! Apa kau tidak melihat ada orang yang lewat di depanmu? Dimana kau menyimpan matamu? Di lututmu?" ucap Lisa dengan berapi-api. Lisa memang tipikal orang yang peduli dengan sahabatnya. Sweet.

"Tak apa, Lis. Dia tak sengaja menabrakku." ucap Alice bermaksud menenangkan Lisa yang marah terhadap orang yang menabraknya. 

Alice berdiri dibantu oleh orang yang ditabraknya tadi. Ternyata orang yang menabraknya adalah seorang laki-laki tegap dengan mata setajam mata elang. Plus bola mata bewarna abu-abu kecoklatan. Dan jangan lupakan kemeja yang dibalut dengan jas abu-abu itu membuat tubuh laki-laki itu tampak lebih porposional. Tiba-tiba laki-laki itu membisikkan kata yang membuat Alice bingung.

"Mine."  

Lalu kali-laki itupun pergi dengan senyum miring tercetak di bibirya. Apa itu tadi batin Alice. Tapi Alice menganggap angin lalu ucapan tadi. Lalu melanjutkan berjalan keluar cafe yang sempat tertunda tadi. 

^^^

Makasih udah mau baca cerita pertamaku^^

Tinggalkan jejak yaa...^^

<3<3

Love You My FianceStories to obsess over. Discover now