[1] Man on a Wire

64 4 1
                                        

Who'd have thought that I'd be here by myself?
Who'd have thought that you'd be bad for my health?
Now I know, now I know I'm just a man on a wire  

***

"Kita sampai di sini aja."

Adi mematung di tempatnya. Ia berusaha mencerna kata-kata yang diucapkan gadis di depannya ini.

"Maafin aku, Di. Tapi kayaknya kita memang nggak bisa sama-sama lagi." Gadis itu memalingkan pandangannya dari Adi. "Makasih buat semuanya."

Ia lalu meninggalkan Adi yang masih diam. Ia masih merenungkan kalimat perpisahan gadis itu—yang terus terulang di kepalanya, seperti kaset rusak.

Adi kemudian tersenyum kecil dan meninggalkan tempatnya tadi. Tak terasa air mata menggenang di kelopak matanya, menunggu untuk jatuh ke pipi Adi—yang segera diseka Adi.

"Dasar Adi bego," umpatnya pada diri sendiri.

***

No, I can't look down, I'm trying to fight the feeling
I will fall to the ground if I ever see you

'Cause I feel like I'm walking on a tightrope
My heart is in my throat
I'm counting on high hopes to get me over you

***

"Hah! Lo serius, Di, lo putus sama Celine?"

"Iya, No. Masa gue bohong sih sama lo," balas Adi datar.

Cowok di hadapannya itu—Rino, menggelengkan kepala. "Sayang banget, Di. Padahal 'kan bentar lagi kalian setahun," tuturnya.

Adi hanya mengangkat bahu. "Emang udah kayak gitu jadinya, mau gimana lagi?"

"Tenang, Di," ucap Rino sembari menepuk pundak sahabatnya itu, "lupain aja dia. Masih banyak kok cewek cakep yang mau sama lo. Lo pasti bisa move on."

Adi tersenyum kecut. "Makasih, No."

Adi berharap melupakan orang yang membekas di memorinya itu semudah membalikkan telapak tangan.

Tapi tentu saja ia harus melupakan gadis itu—melupakan Celine.

Bener, sih, kata Rino. Gue harus move on. Gue gak mau cuma terikat sama satu orang yang lama-lama bikin gue sakit sendiri.

Gue pasti bisa move on. Gue harus bisa.

***

 Who'd have thought I'd see you with someone else?
Who'd have thought that I'd be in such a mess? 
Now you know, now you know I'm just a man on a wire

***

Sudah lima hari berlalu setelah ia dan Celine putus. Untungnya, berkat Rino ia dapat kembali menjalankan hari-harinya seperti biasa—walaupun ia masih tak tahan jika bertemu Celine. Kenangan saat mereka bersama selalu kembali menghantui Adi saat ia bertemu dengannya.

"Di, makan, yuk. Laper nih," ajak Rino. "Gue jajanin, deh."

"Tumben." Adi beranjak dari kursinya. Ia dan Rino pun berjalan menuju kantin.

AndanteStories to obsess over. Discover now