"Git liat Git! Si arab idola lu tuh. Arah jam 3 dari tempat lu berdiri." Mela, temanku membisikan kalimat itu di telingaku.
"Mana?! Mana?! Ya ampun Mel ... aa-nya gue, akhirnya gue bisa liat dia lagi setelah seminggu kita terpisahkan." Ucapku setengah berteriak.
"Najis lu! sejak kapan kalian bersatu? pake segala merasa terpisahkan lagi."
"Au lu Git! Lu sama dia itu kan ibarat Minyak ama aer, gak akan bisa bersatu!"
"Emang gak sadar diri nih kecebong satu!."
Ya aku sudah terbiasa mendengar ejekan-ejekan itu keluar dari bibir Mila, Adin dan Shinta. Tapi aku tidak peduli, yang pasti sekarang aku ingin segera menyapa aa arabku.
"Ishhh... biarin sih! Kalian ini gak bisa amat liat gue bahagia. Udah ah gue mau samperin aa arab kesayangan gue dulu."
"Woy jangan malu-maluin! Kalo malu-maluin kita tinggal lu!!" Teriak Mela memeringatiku.
