Hati yang Buruk
Beberapa kali musim hujan terus berganti. Akan tetapi pengalaman buruk itu tidak pernah bisa begitu saja lenyap dari ingatannya. Hatinya terlalu beku, hatinya terlalu kaku untuk diketahui siapapun. Ia menyimpannya begitu rapat, ia membiarkannya begitu saja hingga hatinya mulai remuk tak tertahan. Semua pengalaman tak menyenangkan itu terus memutar dalam otaknya sesekali waktu. Membuatnya terasa begitu kesakitan, membuat tubuhnya terasa begitu menggigil.
Suara ketukan pintu dan suara ribut dari air keran membuatnya tersadar jika ia sudah berdiri didepan cermin selama beberapa saat.
Ia segera memandang kembali wajahnya dalam cermin, dan segera mengembalikan posisi keran agar berhenti mengeluarkan air.
"Seungcheol hyung, apa kau baik-baik saja?"tanya seseorang dari balik pintu, membuatnya segera menoleh dan menarik nafasnya.
Ia kemudian berjalan dengan tegap dan segera membuka pintu.
Kim Mingyu, seorang pria populer yang tampak selalu mengkhawatirkan seluruh penghuni rumah berdiri didepannya dengan wajah gelisah.
"Kau sudah berada di dalam selama satu jam. Kau bisa kedinginan. Cuaca sedang tidak baik."ujarnya dengan memberikan tatapan gelisah.
Seungcheol mengangguk, memegang pundak Mingyu, tersenyum padanya dan kemudian berjalan pergi menuju kamarnya.
Mingyu hanya menatap punggung Seungcheol yang mulai menjauh darinya, menyadari ada sesuatu yang aneh dan berbeda pada diri Seungcheol belakangan ini. Ia terlihat begitu frustasi dari sebelum-sebelumnya. Ia lebih banyak diam, mengurung di kamar atau pergi dalam waktu yang lama.
Kemudian ia segera berjalan menuju ruangan tengah, dan mendapati Hoshi—seorang pria dari keluarga kaya tengah merebahkan dirinya di sofa.
"Oy Kim Mingyu!"teriak Hoshi menyadari kehadiran Mingyu. Ia melihat kearah Mingyu sembari mengangkat ponsel yang ada di tangannya.
Mingyu segera menoleh kearah Hoshi dan memandangnya seolah menanyakan apa yang ingin dia katakan.
"Kau tahu, orangtuaku baru saja mengirimkan ponsel terbaru ini padaku,"katanya, membuat Mingyu mengerutkan dahinya. "perusahaan hanya mengeluarkan 20 ponsel, dan mereka mendapatkannya untukku."tambahnya membuat Mingyu menggelengkan kepalanya.
"Seharusnya kau memilih untuk meminta orangtuamu membelikan rumah baru, sehingga kau bisa tinggal sendirian, dan bukan disini."kata Mingyu dengan sangat malas, membuat Hoshi terlihat kesal.
"Aku juga heran, kenapa orangtuamu mengirim kesini, dan bukan tinggal ditempat lain. Aku rasa kau bisa dengan mudah tinggal di rumah mewah atau bahkan di luar negeri seorang diri."ucap Seungkwan sembari menata beberapa brosur toko yang harus segera ia bawa.
Hoshi melirik kesal kearah Seungkwan dan kemudian kembali memainkan ponselnya, sembari menggerak-gerakan kakinya yang terlentang.
Setelahnya, Seungkwan segera memasukan semua brosur kedalam tasnya dan segera menutupnya.
"Kau akan bekerja lagi?"tanya Mingyu sembari menatap kearah Seungkwan, yang mulai mengenakan jaket dan tasnya.
"Oh. Aku akan pulang malam. Apa kalian ingin kubelikan sesuatu?"tanyanya, membuat Hoshi menoleh kembali ke arah Sungkwan.
"err.."katanya mulai berpikir.
YOU ARE READING
Too Much Problems ( SEVENTEEN )
FanfictionTiga belas lelaki tinggal di dalam satu rumah dan memiliki permasalahannya masing-masing. Permasalahan yang mereka hadapi bukan sebuah permasalahan biasa yang mampu diatasi oleh anak seusia mereka. Beberapa diantaranya memiliki permasalahan hebat da...
