11 tahun yang lalu
"Nama saya Neyza Minerva, nama panggilan saya Ney, umur saya tujuh tahun. Hobi saya menonton barbie dan cita-cita saya menjadi princess"
Aku masih sangat ingat begitulah perkenalanku di tahun pertama sekolah dasarku, aku duduk disamping anak laki-laki yang memiliki rambut seperti mangkok dan kedua gigi depannya berwarna hitam mungkin karena dia sering memakan permen.
"Kamu mau?" tanyanya sambil menyodorkan satu buah lollipop kepadaku.
Ya dugaanku benar.
Aku hanya menjawabnya dengan anggukan, lalu dia memperkenalkan diri namanya Adrian Altair Putra, dia menyuruhku untuk memanggilnya dengan nama "Adrian" seperti teman-teman yang lainnya tapi aku lebih suka memanggilnya "Alta". Lucu saja
Karena kita sebangku kita resmi jadi sahabat waktu itu. Kita sering menghabiskan waktu kita bersama, mulai dari pagi di kelas, di kantin, di halaman, di jalan, hingga di warung Mbok Dirah dekat bandara. Aku dan Alta sama-sama menaiki sepeda ketika ke Sekolah, sepedaku berwarna navy dengan garis-garis kuning dan sepedanya berwarna abu-abu polos. Sepeda kita dilengkapi dengan sticker Best Friend Forever yang sama-sama kita tempelkan di bagian sedel, kata Alta biar selalu hangat karena tertutup pantat.
Rumahku dan rumahnya berjarak cukup jauh, dan sekolah dasar ini menjadi titik tengah rumah kita. Jadi kita hanya main dirumah seminggu sekali, itu pun digilir untuk rumahku-rumahnya. Kecuali ketika liburan yang bisa setiap hari kita main tak sadar tempat, pernah sekali waktu itu kita sepedaan dari pagi sampai sore hanya untuk berkeliling bandara hingga tak sadar waktu dan kita beristirahat di Warung Mbok Dirah dan disitulah jadi basecamp kita karena tempatnya yang sangat nyaman dan dengan pemandangan pesawat-pesawat yang sedang 'parkir' apalagi ketika senja terlihat sangat indah karena kita bisa melihat siluet pesawat disertai bayangan gunung merapi-merbabu di bagian barat tepat matahari mengundurkan diri.
Kita bisa sama-sama diam untuk waktu yang lama hanya untuk menikmati proses pamitan sang pusat tata surya itu karena kita sama-sama 'pecandu senja'.Aku dan Alta punya banyak kesamaan, kita sama-sama fans berat senja, bulan, bintang, petrichor, es teh tawar, soto bundaku, nasi goreng Tante Fira-mamahnya Alta-, ikan salmon, brokoli telur setengah matang, roti tawar tanpa topping, sepatu converse lusuh dan jaket bomber. Hanya satu perbedaan kita, dia suka kulit ayam dan aku lebih suka dagingnya.
Hingga tahun kelimaku di sekolah dasar aku lalui dengan baik, aku selalu mendapatkan ranking lima besar dikelas dan tentunya Alta yang mendapatkan ranking pertama. Sepulang sekolah aku selalu menjalankan hobiku yaitu menonton barbie yang mungkin sudah aku tonton ratusan
kali, tapi karena waktu itu dvd playernya mendadak rusak maka aku putuskan untuk menonton televisi saja. Aku mengganti-ganti chanel hingga berhenti pada chanel R*CTI yang sedang menayangkan film hollywood tentang petualangan dua orang sahabat, aku tertarik lalu aku men-SMS alta.
Neyza : Buruan liat RCTI sekarang
Alta jelek : Ngapain?
Neyza : Buruan
Alta jelek : Ya bentar
Judul filmnya Bridge to terabithia, menceritakan kisah petualangan antara Jessie, Leslie dan Terabithia. Yang sangat tidak diduga adalah ending dari film ini yaitu tokoh perempuannya meninggal dan membuat tokoh lelaki sedih tak berkesudahan, aku dibuat menangis sesenggukan karena film ini. Dan semenjak aku melihat film ini, hobiku resmi berganti dari yang menonton barbie menjadi menonton film. Memang tidak jauh beda.
Alta jelek : GILA FILMNYA BAGUS BANGET
YOU ARE READING
FIGURAN
Teen FictionObrolan ini muncul saat aku dan Ayla sedang membicarakan tentang film seputar kisah percintaan anak SMA. "Padahal kita kan juga sama-sama anak SMA tapi kok hidup kita gak seseru itu ya?" tanyaku. "Kita cuman figurannya kali" Kalimat itu membuatku sa...
