* Pekerjaan sebagai juru warta foto membawaku pada sebuah perjalanan mengelilingi belahan bumi bagian utara yang selama ini hanya kulihat di peta. Sore ini aku berada di bagian atas kapal memandang samudera biru membentang dan tertutup es di beberapa bagiannya. Hawa dingin masih bisa menembus jaket tebal yang menutup rapat tubuhku. Hari masih sore dan ini musim panas. Aku ingin jalan-jalan melihat pemandangan di luar kapal. Namun berada di tengah samudera terkecil di dunia ini rasanya seperti tinggal di kutub utara. Aku pun masuk kembali ke kapal mencari secangkir kopi sebelum tubuh ini membeku.
* Aku suka memandang langit ketika matahari hampir terbenam. Perpaduan warna jingga, oranye, dan kuning keemasan seperti warna daun di musim gugur mengingatkanku pada sebuah pertemuan. Dimanakah dirimu sekarang? Mungkinkah engkau juga sedang menikmati langit yang sama?
* Mungkin orang bilang aku ini bukan laki-laki, penakut. Terserah! Mereka tidak tahu kalau aku punya alasan untuk lari dan sembunyi. Mungkin mereka mengira aku cemen! Aku hanya butuh waktu untuk berpikir. Itu saja.
*Sudah satu setengah jam Dina menunggu di kafe ini. Kopinya pun sudah lama habis. Tinggal ampas yang mulai mengering. Hujan pun sudah lama reda. Orang-orang bergegas pulang sebelum hujan datang kembali. Namun lelaki itu belum muncul. Bahkan tanda keberadaannya pun tidak tampak. Ponselnya tidak aktif. "Apa susahnya menghubungiku jika terlambat datang?" Dina meremas bungkus kue dengan gemas.
"Dasar, jam karet!"
YOU ARE READING
Kumpulan Catatan
RandomKumpulan tulisan fiksi mini kata, non fiksi, dan latihan menulis.
