Cast :
- Leeteuk
- Kim Dong Ae
- Yesung
Ctaaarrr dhuaarrrr wuuusshh
Petir mengamuk di atas sana. Menyambar ke segala arah. Hujan turun sangat deras di sertai dengan tiupan angin kencang yang memecah suasana malam itu di Pulau Jeju. Suasana malam yang biasanya tenang, dingin, dan juga indah berubah menjadi kacau balau karena badai telah melanda pulau Jeju malam ini.
Sebuah hotel nampak berdiri kokoh di tengah terpaan badai yang tengah mengamuk di malam pulau Jeju. Seluruh penghuni hotel kalang kabut. Mereka berlari kesana kemari mencari tempat aman untuk berlindung. Beberapa juga berada di kamar hotel dan menutupnya rapat-rapat. Suasana di dalam hotel sangat berbanding terbalik dengan suasana di luar yang sedang dilanda badai. Tentu saja, siapa yang tidak takut jika badai datang sekalipun bukan badai besar? Semua orang pasti berfikir apakah aku akan mati sekarang? Yap, saat ini itulah yang difikirkan seluruh penghuni hotel itu.
Seorang gadis mungil berambut sebahu dengan poni di atas alisnya tengah berdiri di sudut kamar hotelnya. Ia telah mengunci kamar hotel rapat-rapat. Angin yang berhembus sangat kencang berhasil membuat jendela kamar gadis itu terbuka lebar. Angin berhasil memasuki kamar gadis mungil itu.
Gadis itu perlahan berjalan ke arah jendela untuk segera menutupnya. Angin yang bertiup kencang memasuki kamar gadis itu membuatnya harus menyipitkan mata. Tangan kanannya ia gunakan untuk menutupi sedikit matanya. Dan tangan kirinya ia gunakan untuk memegangi dressnya yang tertiup angin.
Sebuah cahaya tiba-tiba muncul di atas langit malam yang gelap. Cahaya itu bergerak mendekat ke arah kamar hotel gadis yang tengah bersusah payah melawan angin untuk menutup jendela. Gadis itu semakin menyipitkan matanya untuk memperjelas pandangannya terhadap cahaya yang perlahan mulai semakin dekat. Cahaya itu nampak seperti bintang jatuh. "Apa itu?" gumam gadis itu yang semakin dekat dengan jendela.
Wuuusshhh brraakkkk
Cahaya putih berkilau itu melesat dengan cepat dan masuk ke dalam kamar hotel gadis mungil itu. Cahaya yang jatuh melesat dengan cepat itu menabrak lemari pakaian dan membuatnya hancur berantakan. Beruntung gadis mungil itu segera menghindar saat menyadari cahaya itu melesat ke arahnya.
Tidak mau terjadi hal yang sama lagi gadis mungil itu segera menutup jendelanya kembali dan menguncinya. Gadis itu mengalihkan pandangannya menuju cahaya yang melesat masuk ke kamarnya. "OOOHH TIDAAKKK... LEMARINYAA!!!" teriak gadis itu saat mengetahui lemari pakaian hotel remuk.
Gadis itu berjalan lemas hingga terduduk di kasur yang tak jauh dari lemari pakaian. Ia menunduk. Cahaya putih yang melayang di atas lemari yang telah remuk itu perlahan mulai memudar. Menyadari cahaya yang menyilaukan mata itu semakin memudar, gadis itu menoleh dan mendapati sesosok pria di atas lemarinya yang remuk. Sesosok pria dengan celana putih panjang dan tanpa seutas kain yang menutupi tubuh bagian atasnya. Gadis mungil itu membelalakkan matanya mendapati sosok tak dikenal di kamarnya. Sosok pria itu membalikkan badannya dan mendapati gadis mungil yang duduk membatu menatapnya.
"AAAAAAAAHHHHH!!!!"
Gadis mungil itu berteriak sangat kencang. Ia refleks melemparkan guling di dekatnya ke arah sosok itu. Bagaimana tidak? Gadis mungil itu melihat pria yang tak menutupi tubuh bagian atasnya.
"NUGUYAA??!!!" pekik gadis mungil itu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya bermaksud melindungi hal terpentingnya. "APA YANG KAU INGINKAN??!!! JANGAN-JANGAN KAU PRIA CABUL YAA??!!"
Menyadari salah satu kata yang tak sesuai dengannya, pria itu menggerakkan telapak tangannya di depan dadanya. "A..aniya.. Kau salah paham" ucap sosok pria itu. Sosok pria itu berjalan mendekati gadis mungil yang masih terlihat takut.
"JANGAN MENDEKAATTT!!!" teriak gadis itu dengan kencang dan kembali melemparkan bantal ke arah sosok pria itu. Tepat! Bantal itu mengenai wajah sosok pria itu. Sosok pria itu terus mendekat.
DU LIEST GERADE
Angel Without Wings
FanfictionSeorang malaikat nyasar ke bumi?? Dan dia bertemu dengan seorang gadis yang ceria dan sangat suka berteriak. bahkan, pada akhirnya mereka tinggal serumah meskipun si gadis telah memiliki seorang kekasih. Apakah malaikat itu akan menjadi orang ketiga...
