Gedung-gedung ibu kota membelakangimu,
Roda-roda bisnis berjalan menggilas ludahmu,
Kabel-kabel telpon siap menjerat lehermu ,
dan tiang-tiang beton kontraktor kotor!!
Tertancap di seperempat adzan subuh yang hampir rampung
"Permak, bedak,
ilusi matahari, korupsi!
Akulah kejujuran"
Ya, atas nama brengsek peradaban!
Peradaban macam apa?
Saudara mengabdi untuk siapa
Saudara berdiri dipihak yang mana!
Pancoran
Juli 2017
YOU ARE READING
MARAH
PoetrySaat gelisah menjajah jiwa Saat amarah mencengkram dada Saat itu aku cinta kau Selamat menikmati Selamat bersitegang ***
