Buat gue nggak pernah ada alasan buat yang namanya sayang dan cinta.
Lo cinta dan sayang sama orang ya begitu aja.
Rasa itu dateng sendiri tanpa perlu alasan, penjelasan, latar belakang, sebab akibat, dll.
Kalo gue ditanya apa alesan gue sayang sama pasangan gue, gue bakal jawab gatau.
Tapi kalo gue ditanya apa alesan gue suka sama pasangan gue, baru deh tuh bisa gue jabarin panjang lebar alesannya.
Karena menurut gue, rasa suka itu jauh berbeda sama rasa sayang dan cinta.
Rasa suka itu bicara soal ketertarikan, kenyamanan dan keamanan.
Ketertarikan kita nggak munafik, semua berawal dari fisik. Lalu berbagai jenis sikap, sifat dan karakter pasangan yang akhirnya membuat kita merasa nyaman dan aman.
Itulah rasa suka menurut gue.
Karna kalo bicara soal sayang dan cinta, yang namanya ketertarikan, kenyamanan dan keamanan nggak lagi jadi prioritas.
Pernah denger kekerasan dalam rumah tangga? Perselingkuhan? Atau hal-hal semacamnya?
Banyak pasangan yang tetap bertahan ditengah konflik yang sesulit itu dengan alasan cinta, sayang.
Ya, karena cinta dan sayang nggak perlu alasan, nggak terbatas dengan rasa nyaman dan aman, nggak lagi bicara soal ketertarikan fisik.
Apakah kekerasan dalam rumah tangga memberikan kenyamanan? Keamanan?
Sama sekali nggak.
Lalu kenapa tetap bertahan?
Karena cinta?
Bodoh!
Bicara cinta dan sayang, berarti kita bicara soal sesuatu yang lebih dalam dari sekedar suka atau tertarik.
Bicara cinta dan sayang, berarti kita harus membuang jauh yang namanya logika.
Cinta itu luas, nggak terbatas, penuh misteri dan teka teki.
Gue sering denger orang bilang 'gue sayang sama pacar gue soalnya dia baik, dia dewasa, dia perhatian, dia ngertiin gue, bla bla bla'.
Itu namanya suka.
Karena suka itu sifatnya sementara, tapi cinta sebaliknya.
Kalo balik ke kasus kekerasan atau perselingkuhan, dimana rasa suka itu kita salah artikan jadikan rasa sayang.
Rasa suka nggak akan bikin kita bertahan dengan berbagai kasus, konflik, dan permasalahan yang melanda hubungan kita.
Saat orang yang kita suka mendadak nggak perhatian, mendadak overprotektif, dll, rasa suka akan berubah jadi tidak suka. Atau bahasa gaulnya 'ilfeel'.
Beda dengan rasa sayang atau cinta yang sifatnya lebih awet, lebih kuat dan lebih nggak masuk akal karena memang cinta nggak pernah sejalan sama logika.
Karena sayang dan cinta yang nggak beralasan itulah makanya kita bisa bertahan atas konflik separah apapun.
Karena kita sama sekali nggak punya alasan apapun untuk mundur, menyerah dan pergi.
Ada yang setuju nggak?
Ini pendapat gue pribadi aja sih haha
Anaknya suka iseng mikirin yang nggak penting begini memang 😂😂😂
YOU ARE READING
Thought Journal
RandomSuka mikir ini itu yang nggak penting, daripada mubazir jadi lebih baik kalau ditulis. Kali aja ada yang sepaham :) Sharing yuk!
