Pusing kepala slalu menyerang ku akhir-akhir ini. Berawal dari tabrakan yang membuat kepalaku terbentur batu yang besar sehingga banyak menghabiskan darah. Beruntung aku segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sudah seminggu semejak kejadian itu, aku masih berada di rumah sakit. Tetapi, aku merasa baru saja kemarin kejadian tabrakan itu menimpa ku. Pasalnya, selama enam hari yang lalu aku hanya berbaring di tempat tidur dan tak sadarkan diri. Jdi, wajar saja aku merasakan seperti itu.
Tiba-tiba pintu ruang kamar ku terbuka dan menampak wajah ibuku beserta teman-teman sekelasku membuatku tersenyum riang.
“hai dewi apa kabar? Apa kau baik-baik saja ?” sang ketua kelas langsung angkat suara “ Alhamdulillah kabarku baik. Yah, aku baik-baik saja” balas ku membuatnya ternyum lega. Tiba-tiba tangannya mengeluarkan isi barang yang berada di bukusan yang ia bawa.
“oh ya, ini untuk mu dari kami semua. Maaf, klo hanya itu saja yang kami berikan buat mu. Semoga kau suka” buku-buku novel dan buku diary berserta alat tulis sekerang tertampang jelas di depan ku.
Bagai kumpulan kupu-kupu bertebaran dimana-mana. Rasanya aku seperti sedang bermimpi. Sungguh semua yang meraka berikan adalah barang yang paling aku suka apalagi novel.
“ ini bukan dari sekedar ‘hanya itu saja ’malah lebih dari itu , terima kasih ya semua”
“iya sama-sama”
Entah kenapa aku merasa ada yang kurang tapi apa ya!?
“tante keluar sebentar, jangan ribut ‘ya”
“baik tan, makasih ya tan udah mengizin kami nyeguk dewi”
“ngak papa kok, jangan malu datang kesini ‘ya” ibuku tersenyum hangat, Setelah itu ibuku keluar.
“eh, tunggu dari mana kalian tau semua barang kesukaan ku?”
“ semua itu berkat dari ide sohpie iya ‘kan sop”
“……….”
Hening
“eh lo kok, kemana sohpie?”
Semua langsung tersadar dan saling lempar pandangan bingung . sejak dari tadi tidak ada sohpie dan uswatun bahkan aku pun tak sadar padahal mereka adalah sahabat ku sendiri. ‘Kenapa aku bisa lupa sih ’runtuk ku dalam hati. Tiba-tiba suara gaduh dari luar.
“ini semua gara-gara kau ‘sih, jalannya lambat sekali. kita jadi ketinggalan ‘kan”
“eh enak aja main salahin orang sembarangan, yang salah tuh ya kamu. Kamu aja kesini pake dandan segala emang kita mau ke pesta apa” elak sohpie.
“perempuan tu harus tampil cantik tau, enggak kyak kamu” balas u’us tak mau kalah.
“lagian siapa juga yang memperhatikan kamu, dasar atun”
“apa kau bilang, sudah ku katakan jangan panggil aku atun panggil aku u’us. Meskipun tak ada yang memperhatikannya, perempuan itu tuh harus tampil cantik dimana pun kapan pun ia berada ‘tau”
“iya iya, cape aku debat sama kamu. dasar atun”
“u’us……sudah kubilang panggil aku u’us”
“egp, lagian yang punya mulut ‘kan aku terserah aku dong”
“tapi itu nama ku tau”
“huss…. Kalian ini jangan ribut ini rumah sakit bukan pasar. Cepat kalian masuk, kasian dewi cari kalian” tegur sang ketua menatap nyalak pada mereka.
“gara-gara kau ‘sih kita jadi di marahi “ ucap u’us sambil menyenggol pelan bahu sohpie ” kau ini masih aja menyalahkan ku, yang salah itu kan kamu” balas sohpie menyenggol bahu u’us juga.
“eitss….” Sang ketua menatap tajam kepada mereka, membuat meraka tak berkutik lagi. Setelah itu mereka masuk bersama.
" dewi maaf kami terlambat ini semua karena-
"khem..khem..” sang ketua berdehem
“karena?”
“ah lupakan itu, bagaimana keadaan mu dew, apa udah baikan ?” u’us mengalihkan topiknya membuatku sedikit curiga.
“Alhamdulillah, baik us”
“syukurlah….,eh.. kau tau nggak-
“nggak tau”
“ii’ih aku belum selesai bicara” u’us cemburut
“iya iya, maaf hanya bercanda kok” aku menyengir lebar “ayo lanjutkan” sambungku.
“enggak jadi deh” rajuk u’us.
" ngak boleh marah lo nanti cepat tua hehehe..”
“ii’ih kau ini. Baiklah jika kau memaksa”
“nah gitu dong bicara jangan setengah-setengah”
“ iya iya…. Sebenarnya aku khawatir banget sama kamu dew. pas dengar kau tabrakan kami langsung menjengguk mu. tapi, Setelah sampai kata dokter kau belum sadar jadi kami pulang. Tapi setelah dengar kau sadar kami langsung kesini ‘deh”
“benarkah? Masa sih?”
“ii’ih dewi” kesal u’us.
“aku pun juga gak percaya” timpal sohpie.
“ya’kan sop”
“iya benar banget”
“iih kalian berdua nih u’uh” u’us mengembungkan pipinya kesal. Aku dan sohpie tertawa, semua disitu juga pun ikut tertawa.
Suasana menjadi ramai di penuhi orang-orang sedang bercakap-cakap untuk diriku sendiri menikmati perdepat antara u’us dan sohpie sedangkan ketua melerai tapi tak bisa-bisa. Sungguh aku sangat menikmat momen ini.
"Apa kau baik-baik saja?”
tiba-tiba acara menikmatiku di hentikan oleh seorang pemuda.
"yah , aku baik-baik saja kok”
“baguslah” lalu menjauh begitu saja
Dingin banget ini cowok. Jujur saja aku suka padanya tapi mau gimana lagi dia nya udah pacar masa aku rebut sih. Ngak ngak aku gitu ’ya. tapi anehnya aku masih suka dia . biarlah waktu yang akan membuat ku bisa melupakan perasaan ini.
"sepertinya udah kelamaan disini, kita pamit pulang yuk…”
Semua mengiyakan apa kata sang ketua, setelah itu mereka langsung bersiap-siap untuk pulang.
" kami pulang ya dew, jangan lupa makan obatnya ‘ya klo gak minum nanti gak sembuh-sembuh ‘lo, oh yah, jangan lupa banyak istirahat, banyak-banyak tidur dan jangan tidur malam-malam klo gak istirahat nanti obatnya gak manjur lo, oh yah, dan lagi-
Klo mau ceramah jangan disini , didepan rumah sakit ada mesjid tuh” sindir sohpie
“Sirik aja lo”
“ klo iya memangnya kenapa!?”
Sohpie dan u’us saling adu mata seakan ada aliran listrik yang keluar dari mata mereka. Sepertinya mereka akan berdebat lagi.
“sudah-sudah ‘ya, jangan berdebat lagi nanti kita gak bisa pulang hanya karena menunggu perdebatan kalian. Jadi, ditahan ‘ya marahnya nanti disambung”
“…………..” hening
Aku menahan tawa ku, sungguh perkataan blak-blakan tapi terdengar sangat polos mampu membuat mereka diam membisu. hebat sekali kau zannah bisa membuat mereka diam sendangkan sang ketua menatap tak percaya.
"Kami pulang ‘ya dew, bilang pada ibumu makasih 'ya”
“oke”
“klo gitu, assalamu’alaikum”
“wa’alaikumsalam”
Semua pergi hanya tinggal aku sendiri di ruangan kamar ku. Ibu yang pergi keluar sampai sekarang belum kembali membuatku bertanya-tanya, memangnya ibu kemana sih? Dari pada nunggu lama lebih baik aku istirahat di kasur dan tidur.
Aku memejamkan mataku dan berusaha tertidur tapi hasil nihil, aku malah gak bisa tidur. Jadi aku putusan bermain game di handphone ku yang berada di meja. Tapi saat aku bangkit kepalaku tiba-tiba pusing seakan membentur benda keras sama persis seperti waktu aku tabrakan kemarin.
Rasa sakit itu bertambah sakit, aku mencoba memanggil seseorang tapi hasil nihil, suara ku yang kecil mana mungkin kedengaran dari luar walaupun begitu aku tetap berusaha berteriak. Tenaga ku mulai melemah dan aku mulai tak bisa menahan tubuh ku lagi. Akhir aku pingsan di kasur seperti orang tertidur. Sebelum aku tertidur samar-samar aku mendengar suara seseorang ntah itu siapa.
”mungkin kau mengira kau sedang tertidur atau bermimpi. kau bukan tertidur tapi,kau hanya pergi sebentar ke tempat yang jauh. Kau tak perlu takut aku pasti akan memulangkan mu. Jadi, Nikmatilah kepergian mu dari T….”
KAMU SEDANG MEMBACA
perjalanan waktu
SpiritualDewi terbaring dirumah sakit karena ia baru saja mengalami kecelekaan lumyan serius, membuatnya berada di rumah sakit selama satu minggu. Kecelakaan itu membuatnya pergi ke masa lalu dan ke masa depannya. Dari kedua masa itulah yang mengubah hidupny...
