1

141K 3K 14
                                        

Ini sudah jauh dari akal sehatku. Pria di sampingku itu sedang tersenyum manis, dia memegang erat pinggangku seakan-akan menunjukkan kalau aku memang miliknya.

Tiba-tiba pahlawanku datang, cinta matiku. Nicholas, dia berlari dengan cepat.

Cup

Richard menciumku. Pria ini memang gila, aku tak mau mengakuinya sebagai suamiku. Takkan.

Aku langsung mendorong dadanya, namun apa daya tangannya jauh lebih kuat. Dia memegang tengkukku dan menjadikan ciuman itu jadi jauh lebih menuntut.

Aku tak kuat lagi, aku mencubit lengannya sekeras yang kubisa. Namun, ia tetap bersikukuh menciumku.

Blam!

Dia akhirnya terjatuh setelah terkena pukulan dari Nicholas. Aku hanya bisa tersenyum, tapi karena ibuku melirikku dengan tajam maka aku membantu Richard berdiri dengan muka cemberut dan kesal setengah mati tentunya.

"Istri yang baik." Ucapnya dengan senyum devilnya.

"Beraninya kau mengganggu pernikahan anakku!" Bentak Papa, ayah Richard. Aku diharuskan memanggilnya begitu.

"Dia itu pacarku, aku pantas untuk melakukannya. Lagipula dia mencintaiku." Ucap Nicholas dengan tegas. Aku hanya bisa tersenyum mendengarnya, dia benar. Absolutely.

"Kalau dia mencintaimu pasti dia tidak akan mau menikah denganku." Balas Richard. Kalau aku tidak dipaksa Mama aku juga takkan mau menikah dengan pria jahanam ini.

"Maafin aku sayang." Ucapku lirih ke arah Nicholas.

Cup

"Jangan panggil orang lain selain aku dengan sebutan sayang." Ucap Richard setelah ciuman singkatnya yang membuatku ingin membasuh bibirku dengan air 7 kali dan juga tanah.

"Usir dia!" Perintah papa dengan tegas lalu muncul dua orang sekuriti yang menggeret Nicholas.

***

Di kamar pengantin


"Sayang kamu belum makan dari kemarin loh, nanti kamu nggak kuat lagi nghadepin kuatnya suami kamu ini." Ucap Richard sambil tersenyum devil.

Aku tahu persis yang dia maksudkan. Aku masuk ke kamar mandi dan melepas baju pengantin. Aku menggantinya dengan lingerie super seksi yang kudapat dari ibu.

Aku keluar kamar mandi, dia menelan salivanya. Ternyata dia nafsu juga dengan tubuh kurusku ini.

Aku mendekat ke arahnya. Sangat dekat. Tanganku menyentuh pundaknya yang bisa dibilang bidang.

"Kau mau menggodaku?" Tanyanya. Aku langsung menggeleng.

"Ibu bilang kalau kita harus cepat dapat pewaris, lagipula kalau kita sudah punya anak aku bisa lebih mudah lepas darimu." Ucapku.

Dia langsung berbalik badan dan tidur di atas kasur. Beginilah caranya marah. Sekarang aku tahu kalau dia tidak suka aku membahas atas keterpaksaan diriku menikahinya, padahal itu adalah hal yang sebenarnya.

Aku mengambil bantalku dan selimut tipis di lemari. Aku harus menguatkan diri meski aku harus tidur di sofa malam ini. Aku tak sudi tidur dengannya.

***

Esok harinya


"Ini sarapannya." Ucapnya manis sambil meletakkan sandwich dan susu di atas nakas. Kok empuk? Aku melihat sekelilingku dan sekarang aku sudah ada di kasur.

"Aku tak tega membiarkanmu tidur di sofa kecil itu dan aku tidak akan memaksamu untuk hamil anakku. Aku ingin kau memintanya padaku," ucapnya.

Aku hanya terdiam.

Aku ingin duduk tapi kurasakan tak ada sehelai benang pun di tubuhku. Aku telanjang!

"Apa-apaan ini?!" Bentakku padanya.

"Aku hanya mencicipimu sedikit semalam, kau tahu nafsuku itu sebenarnya sangat besar saat kau memakai lingerie itu sayang." Ucapnya dengan manis.

Aku hanya diam. Tak ada gunanya aku ribut dengan si devil yang satu ini.

"Oh ya kau harus memakai bedak dan foundation di sekitar lehermu." Tambahnya.

Oh kissmark. What? Kissmark!

"Berani-beraninya kau!" Bentakku ke arahnya.

"Kau yang memulai dengan lingeriemu itu sayang. Aku tak melakukan hal yang salah," ucapnya dengan senyum devilnya.

Argh!

#######################

Hai guys😍😍😍

Gimana nih ceritanya.
Moga moga asik yaa... Jangan lupa leave like and commentnya ya guys.

Makasih banget. 😘😘😘😘😘

AnotherStories to obsess over. Discover now