Happy reading 💕
~
Dering ponsel remaja pria ini membangunkannya dari mimpi indahnya. Dengan malas ia mengangkat telfon dari orang yang telah mengacaukan tidurnya.
“Setan!!”
“Ehh anjir ya, salam kek apa kek ganteng gini dibilang setan!” jawab suara di seberang sana.
“Bacot lo, apaan? pagi-pagi ganggu tidur gue aja lo”
“Pagi mata lo rabun! Liat jam woy. Kalo lo telat, nanti Bu Bety yang jaga gerbang, bisa abis lo sama dia"
Remaja berperawakan tinggi ini pun langsung mematikan ponselnya dan bergegas ke kamar mandi.
“halo, halo?? Ehh anjir dimatiin, kurang ajar ni bocah”.
10 menit berlalu, ia langsung keluar dari apartemen menuju basement untuk mengambil motornya.
“ anjing! 10 menit nggak sampe mati gue” umpatnya kesal.
Dengan ugal-ugalan ia mengendarai motor ninja nya membelah kemacetan di ibukota. Beberapa pengendara lain sempat mengumpat dan membentaknya karena caranya berkendara yang tidak tau aturan.
Saat ingin memasuki gerbang sekolah, ia dikagetkan oleh seorang guru yang menghalangi jalannya.
“astaghfirullah” teriak cowok ini sambil mengerem motornya.
“Albian Rafa Dirgantara, kamu telat 10 menit. Turun!!”
” Ya Allah 10 menit juga bu..” elak siswa itu.
“Rafa, kamu tuh harus saya apakan lagi. Sering telat,sering bolos, rambut diwarnai, seragam acak-acakan, ngelanggar peraturan. Mulut saya udah pegel nyeramahin kamu setiap hari. Kamu juga udah naik kelas 12, bukannya tobat malah tambah nakal. Kamu nggak mikirin orang tua kamu, mereka orang yang terhormat masa anaknya kaya gini”. Celoteh guru itu panjang lebar.
“Saya suka deh kalo Bu Bety nyeramahin saya, jadi ada yang perhatian”. Jawab Rafa dengan cengirannya.
Bu Bety menghela nafas pasrah. Ia bingung ingin bagaimana terhadap muridnya yang satu ini. “ Kamu lari keliling lapangan basket 10 kali setelah itu bersihin kamar mandi wanita di lantai tiga, nggak ada alasan, nggak ada kabur –kaburan, kalau kamu kabur lagi saya tambahin hukumannya!!”
"Kamar mandi cewek kan tiap hari wangi bu" kata rafa keheranan.
"Nggak ada alasan rafa, cepat kerjakan atau saya tambah hukumannya".
"Ah ibu mah nggak asik" jawab rafa sambil mengerucutkan bibirnya.
Bu Bety hanya bisa geleng-geleng kepala menghadapi muridnya yang satu ini.
~~~
Dengan malas malasan ia berlari mengelilingi lapangan sambil sesekai mengumpat tidak jelas. Ini yang tidak ia sukai, Bu Bety kalau ngasih hukuman nggak tanggung-tanggung.
Pernah ada waktu itu murid yang ketauan bolos sekolah dihukum naik turun tangga dari lantai 3, 10 kali.
Kejam memang, namun di sisi lain Rafa sangat menyukai Bu Bety karna sosok keibuannya. Ah ia saja lupa bagaimana rasanya punya ibu, miris memang tapi itulah kenyataannya. Mereka hanya mengejar uang dan kehormatan, untuk pulang kerumah pun jarang atau mungkin tidak pernah. Itulah mengapa ia lebih memilih tinggal di apartemen.
“Woyy Raf!” teriak gavin, membuyarkan lamunannya.
"Kalian ngapain kesini?” sahut Rafa.
“Ngapelin kamu yank” jawab Dino, teman Rafa yang paling sangkle.
“Najis”
“Kan gue udah bilang yang jaga Bu Bety” sahut Reno.
“Brisik lo” jawab Rafa menghampiri mereka.
“lo pada nggak kena semprot pak malik?” tanya Rafa sambil mengambil minuman di tangan Dino.
“Dia ijin, bininya bunting mau lahiran” jawab gavin.
“Itu bekas gue raf” sahut dino.
"Anjingg!” rafa menyemprotkan minumannya.
“ Santai kali, itu gue bawain spesial buat lo, ya nggak guys?”
“Najis!” sahut mereka bersamaan.
“Kita mau kemana?” tanya dino saat Rafa mengajak mereka ke lantai tiga.
“Kalian bantu gue bersihin kamar mandi cewek, nggausah protes”.
“asikk dong bisa ngintipin cewek, kenapa nggak bilang dari tadi sihh, ayo buruan gue udah nggak sabar” ujar dino dengan semangat 45.
“Kalo bukan temen udah gue masukin ke closet juga lo no” ucap reno.
“Closet mana muat buat gue” elak dino.
“Terserah” jawab reno acuh.
"Ehh gila, kamar mandi wangi kek gini dibersihin apanya, Bu Bety nglindur ya" teriak Dino.
"Yauds yuk kantin aja, abis ini juga istirahat" ajak reno.
"Hai cewekk" goda Dino kepada setiap cewek yang berpapasan dengan mereka. Ada yang acuh, ada yang malu malu, ada yang tidak bisa percaya. Bagaimana bisa ada lelaki tampan seperti mereka, tapi kelakuannya juga diluar akal mereka.
Setelah sampai di kantin mereka langsung menduduki meja yang memang khusus bagi mereka.
"Kalian pesen apa, sekalian gue aja yang pesen" tanya gavin.
"Gue bakso bang mamat lah as always" ucap dino.
"Crewet lo. Raf, Ren kalian apa? ".
"Samain aja" jawab mereka kompak.
"Raf lo kenapa dari tadi diem aja?" Tanya reno.
"Males aja" jawab reno singkat.
"Kita kan semalem udah seneng seneng, cuci mata ya nggak no? "
"Bener tuh" sahut dino.
"Lo pikir, dengan kek gitu gue bisa bebas dari semuanya, nggak bisa. Kalaupun gue bisa, mesti bakal muncul lagi. Hidup gue ancur. Kalo kalian nggak ngerasain, mending diem aja".
Dino dan Reno pun diam, mendengar secuil curhatan dari sahabatnya ini. Mereka sudah berteman sejak sd, dan mereka juga tau apa yang dialami Rafa itu sangat sulit.
Gavin yang sudah kembali pun hanya diam merasakan hawa tak enak di antara teman teman nya, ia juga tau apa yang harus dilakukan jika rafa sedang marah, hanya diam dan mendengarkan. Mereka semua tau hidup rafa tak sesempurna seperti apa yang dilihat orang-orang.
Part 1 complete 😅
Maaf kalo banyak typo, copy dari word soalnya. Thank youu 😅❤❤
Mulmed Rafa yaa
YOU ARE READING
Dusk
Teen FictionPalsu semua palsu. Bahkan perasaan pun palsu. Kalo lo nggak tau rasa sakit jangan coba-coba berpikir untuk bisa tau rasanya bahagia~ Albian Rafa Aditama Gue hidup buat seneng-seneng. Nggak peduli sesakit apa yang gue alami gue cuma butuh seneng. Ka...
