"Saya selaku Ketua Osis, Alvaro Aharon, atas perhatiannya terimakasih" Suara tepuk tangan menghiasi lapangan, terkadang terdengar suara anak perempuan berteriakkan
Sedangkan disisi lain, seorang Aikey duduk dikantin dengan antengnya
"Duh berisik banget yak dilapangan" Ucap Aikey, menyantap baksonya
"Woi kutu darat, kok lu malah dikantin, ayok kelapangan" Ujar Aisheen, teman 7 tahun Aikey
"Apaansih, cuma mau ngeliat si Ketua Osis pyscho itu? Gila ya nih lama-lama sekolah, rela panas panasan cuma buat ngeliat dan ngedengerin cowo ga jelas" Ucap Aikey sambil menggerakkan garpu dan sendoknya
"Yaiyalah, siapa sih yang gatau Alvaro Aharon, udah ganteng, putih, tajir, jago basket, jago semuanya, AW" Terang Aisheen sambil menutup mulutnya dengan tangannya
"Tapi psycho, Sheen" Aikey menjelaskan
"Mana ada yang percaya Alvaro pysho, yang bilang Alavaro itu pyscho itu seorang 'cewe berhati baja'-nya Kesatuan Bangsa" Ucap Aisheen duduk didedapan Aikey
"Gua itu bukan 'cewe berhati baja' cuma gua gamau mengalami sirkulasi: pdkt- jadian- putus-ngegalau. Ga penting" Aikey meneguk air dari botol minumannya
"Apanya yang pyscho gitu sih? Kalo pyscho nya begitu, gua rela kok diapa apain HEHEHE" Ucap Aisheen menangkup pipinya sendiri
PLTAK!
Satu jitakan mendarat dikepala Aisheen
"Apaan sih, sakit tau" Aisheen mengelus kepalanya
"Jangan ngayal" Aikey mengunyah bakso terakhirnya dan beranjak pergi dari kantin
"Key! Tunggu!!" Aisheen berteriak, berlari dan menyajarkan langkahnya dengan langkah Aikey
"Jelasin ke gue kenapa lu bilang Alvaro pyscho?" Tanya Aisheen dengan merangkul pundak Aikey
Aikey berhenti "Karena..."
BUK!
Bola Basket mendarat dikening Aikey
"WOI SIAPA NIH YANG NGELEMPAR" Ucap Aikey dengan memegang keningnya yang lecet dan berdarah
"Maaf." Ucap seseorang laki laki, mengambil bola basket dan ingin beranjak pergi
tapi Aikey langsung menarik bola basket itu dengan cepat dan langsung mengempeskannya
"Mau apa lu?" Ucap Aikey sambil melipat tangannya
Laki-laki itu terdiam melihat Aikey dan langsung bergumam,
"Peraturan nomor 82 Kesatuan Bangsa School, dilarang mewarnai rambut dengan alasan apapun." Ucap dia. Dia, Alvaro Aharon.
VOTE 5 FOR NEXT CHAPTER
MAAF PENDEK
XoXo💙💙💙💙✨
ČTEŠ
VAARWEL
Teenfikce"Jadiin gua, jadiin gua pelampiasan untuk ngebuat lo lupa." Nafas ku terengah engah, menatap mata coklatnya "Lu gila ya?!" Laki-laki itu berkata, mengerutkan alisnya "Sans aja, semua orang juga tau kali, 'cewe hati baja' sekolah Kesatuan Bangsa ga...
