Jangan lupa klik bintang :D
*****
Aku hanya ingin mempertahankan keistikamahanku sebagai seorang muslimah. Yaitu, untuk tidak menjalani hubungan yang salah di mata Allah. Tapi, kenapa semua jadi serumit ini.
Dulu di saat aku masih kekurangan iman. Nyaris tidak pernah ada lelaki yang melirik aku. Bahkan, aku beberapa kali dimanfaatkan karena kekayaan yang aku miliki.
Sekarang, di saat semua sudah berubah. Aku sungguh merasa tambah sulit, di saat semua orang berlomba untuk mengajak aku pacaran. Bahkan, tidak sedikit yang ingin mengkhitbahku. Tapi, aku tidak pernah meladeni mereka. Aku selalu menolak mereka dengan cara yang halus, supaya mereka tidak tersinggung dengan ucapan yang aku lontarkan.
"Allah tidak menyukai hubungan yang tidak halal." Terkadang, itulah alasan penolakanku. Tapi kemudian ada yang menjawab, "Kalau begitu aku akan melamar lalu menikahimu." Itulah jawaban beberapa orang di antara puluhan orang yang menyatakan perasaannya padaku.
Yah.. aku tidak mengerti dengan diriku sendiri yang seakan takut dengan sebuah hubungan. Entah, karena takut dipermainkan atau bagaimana, yang intinya aku belum siap untuk menjadi seorang istri.
Sampai kemudian, aku dipertemukan dengan laki-laki yang notabenenya adalah teman kecil kak Evan. Kakakku sendiri. Dia mengkhitbahku, dan kemudian langsung diterima oleh kedua orang tuaku. Dengan alasan bahwa, aku memang sudah dijodohkan dengannya sejak aku masih kecil.
Pernikahan pun berlangsung, dan duniaku seakan dijungkir balikkan dengan status dan peranku yang berubah.
Sekarang, aku adalah istri dari seorang pengusaha terkenal. Yang tak lain adalah teman masa kecil kak Evan. Alvaro Handerson. Lelaki yang aku ketahui bahwa dia adalah seorang pria yang suka main perempuan. Dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan untuk menghadapi dia.
Sebenarnya, aku ingin menolak saat Ayah menerima lamarannya. Namun, orang tua kak Varo menangis bahkan berlutut di hadapanku, meminta aku menjaga dan membantu anaknya, agar kembali menjadi seorang muslim yang baik, dan meninggalkan kebiasaannya untuk bermain wanita. Itulah mengapa aku menerima dia sebagai suamiku. Tanpa tahu bahwa aku sudah membahayakan masa depanku. Aku tidak tahu, apakah sepanjang hidupku akan aku habiskan untuk menjadi istrinya? Entahlah.
2 bulan kemudian..,
Aku diminta untuk ikut dengannya ke Jakarta, di mana perusahaan yang dia kelola terletak di sana.
Yahh, di sinilah hidup baru aku dimulai...
*****
Vote, comment, share.
Jazakumullahu khayr :)
Typo bisa saja bertebaran.
*****
Copyright ©2017
Regards,
Nela Rosa
STAI LEGGENDO
Untitled
SpiritualeSUDAH TERBIT✔ Tersedia Versi Cetak. Hapus acak! #1 Fisabilillah 04/08/2018 #98 Spiritual 01/08/2018 #24 Spiritual November 2018 Aku mendirikan dinding penghalang yang sangat kokoh di antara kita, namun dengan jahatnya dinding itu roboh seketika hany...
