"Alexaa bangun, Xaa!"
"Alexaaaaa!"
Alessia menggedor pintu berposter band rock itu. Semenit menunggu akhirnya Alexa membuka pintu kamarnya.
"Apa? Gue udah bangun nih, lu mau apa?"
"Ya gue bangunin lu kan tiap hari juga gitu, lu ke kampus ga? Yuk pergi bareng," ajak Alessia.
"Gak. Gue ngantuk abis ngeband semalem, kalo lo mo pergi pergi aja sono,"
Damm!
Alexa menutup pintu kamarnya dengan keras dan melanjutkan tidurnya dengan damai.
"Yasudahlah." Alessia mengedikkan bahunya.
Alessia menuruni tangga sambil merapikan tatanan rambutnya. Saat membuka pintu utama rumahnya, sesosok pria tersenyum padanya.
"Good morning pretty ...,"
"Zayn! Oh, Zayn, long time no see you!" Alessia langsung memeluk Zayn dengan erat.
"Udah ah peluk nya, badan gue masih pegel pegel nih! Malah dibikin makin pegel lagi."
"Ups! Wkwkwk ... gue lupa, jadi lu langsung ke mansion gue ni abis mendarat?"
"Iya, Sia. Lu kan orang yang paling gue kangenin makanya gue kesini nyamperin lu. Lu juga kangen gue kan?" goda Zayn sambil menaik-turunkan alisnya.
"Idih, ngarep bener lu! Eh, btw gue mo ke kampus nih, gue buru buru, bhay!" Alessia melambaikan tangannya menuju garasi rumah.
Zayn mengerutkan keningnya, berpikir. Sebelum supir keluarga mengeluarkan mobil, Zayn segera bertindak. "Eh, eh, biar gue anterin!" Serunya sambi menyusul Alessia.
"Heleh katanya pegel, lagian pake apa?" Alessia menaikkan sebelah alisnya.
"Udah ilang pegelnya." Zayn tersenyum lebar, "tuh motor nganggur, wkwk," tunjuk Zayn pada motor berwarna merah di ujung garasi.
"Bapak suruh pembantu bawain koper saya di kamar tamu yang biasa aja," perintah Zayn, "saya mau semuanya sudah rapi saat saya kembali."
"Baik, Tuan Muda."
Setelah itu mereka melesat membelah jalanan Kota London dengan motor gede milik Alexa.
Alessia menghela napas, sudah pasti rok pink-nya akan terkibas-kibas karena angin dan pendeknya rok yang ia kenakan.
Ia hanya dapat memegangi roknya sambil merutuki Zayn.
----
"Belajar yang bener ya, Nak ...." Zayn mengelus rambut Alessia sambil tersenyum lebar.
"Nak, nek, nak, nek, enak aja lo! Lo kata gue bocah?" Alessia memutar kedua bola matanya malas.
"Wkwkwk, biarin!"
"Sana lu balik ke tempat asal lu!" Usir Alessia.
Zayn terkekeh sebelum pulang dan melambai sekilas pada Alessia. Setelah itu Alessia melangkah memasuki kampus menuju kelasnya. Melewati koridor demi koridor layaknya rumah sakit.
"Alessia," panggil seseorang dari belakang.
Alessia membalikkan badannya dan mengetahui jika "si Pemanggil" adalah Louis.
"Dia siapa?"
"Dia? Dia siapa? Yang mana?" Alessia mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Yang tadi," jawab Louis, "pacar baru kamu? Hebat ya kamu!" Louis tersenyum miris.
"Oh yang nganterin aku tadi?" Alessia mengangkat sebelah alisnya, tak lama setelahnya, tawa Alessia pecah. "Hahahahahaha!"
"Pacar baru kamu kan? Hebat. Hebat" Louis makin menjadi untuk menunjukkan kecemburuannya.
Alessia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum geli. "Ya ampunn Louis ... jadi kamu cemburu nih? He is my cousin! Masa iya kamu cemburu sama sepupu aku sih?"
Louis terdiam. Ia menatap Alessia dengan wajah yang memerah. "Sepupu? Jadi dia sepupu kamu?"
"Iyaa." Alessia terkekeh, "dia itu sepupu aku, baru pulang dari LA. Dia disini buat ngumpul bareng keluarga."
Louis menyengir. "Hehe, maafin aku ya, soalnya aku gak mau kehilangan kamu, Sia," ia mengacak rambut Alessia.
"Iya, iya, aku masuk ruangan dulu ya, bye!"
----
"Alessia ya? Kembaran Alexa kan? Kenalin gue Niall temennya Alexa" kata Niall sambil tersenyum manis.
Alessia dan Niall berjabat tangan. Seketika tangan Alessia dingin tanpa alasan. Rasa gugup bercampur malu pun tak terhindarkan lagi . Alessia tak bisa berhenti menatap mata indah Niall .
"Ale? Alessia? Are you Okay?"
Niall yang takut Alessia kenapa-napa pun memilih menepuk lembut pipi mulus Alessia
Alessia tak ingin terlalu menikmati tepukan Niall di pipinya itu. Ia pun tersadar. Sedikit gelisah dan memilih menunduk untuk mengurangi rasa malunya.
"Alexa mana?"
"Dia gak masuk"
"Yah gimana ya jadi gini kampus kita akan ngadain konser amal untuk membantu korban bom di london. Memang mendadak sih tapi aku harap Alexa dan band nya mau berpartisipasi dalam acara ini tolong sampaikan ke Alexa ya"
"Oiya kamu juga boleh ikut kok kesana kalo mau. " lanjut Niall
"I i iyaa na naanti aa a aku sampeinn "
"Oke bye"
"Byyeeeeee"
Ya ampun kok gue jadi kikuk gitu didepan Niall tadi oh God~ batinnya
----
Di kampus dan dirumah sama saja. Alessia tak bisa melupakan senyuman manis dan mata indah Niall . Mata yang didalamnya penuh kehangatan. Ia pun selalu terbayang jabatan tangan Niall dan tepukan Niall di pipinya. Hal yang membekas dihatinya. Tapi Alessia merasa berdosa karna bisa menaruh hati pada pria lain sedangkan Alessia sudah memiliki Louis.
"Oh God oh God what happen to me?! Argh"
Alessia berkeliling kamar sambil memukul-mukul kepala.
.
.
.
.
.
.
.
First story masih newbie hehe.
Masih banyak salah sana sini.
Butuh saran dan kritiknya.
Jangan lupa vote dan komen ya gaes HAPPY READING:-)
YOU ARE READING
Prezioso ( One Direction )
FanfictionAlessia terjebak dalam kekagumannya terhadap sosok Niall. Tapi ia tak enak hati pada pacarnya, Louis Tomlison. Alessia selalu berusaha menutupi perasaan nya pada Niall, tapi Alexa yang tau akan hal ini tak diam saja. Ia menangkap basah Alessia yang...
