0.1

568 44 14
                                        

"Ibu yakin?" tanya Miranti memastikan. Pasalnya ia belum bisa percaya jika Bu Eka menunjuknya sebagai tutor sebaya untuk Saka, murid kelas X-IPA3.

"Karena Ibu yakin, makanya Ibu nunjuk kamu untuk jadi tutor sebaya buat Saka."

"Gimana ya, Bu. Saya agak ragu. Soalnya saya belum punya banyak ilmu yang cukup, Bu. Kadang-kadang nilai saya aja suka kena remedial."

"Itu 'kan cuma kadang-kadang. Mira, Ibu yakin kalau kamu memang mentor yang terbaik untuk Saka." Bu Eka menyentuh tangan Miranti dan berharap jika Miranti mau menerima tawaran tersebut.

"Yaudah, Bu. Saya akan coba," jawab Miranti dengan pasrah.

"Makasih ya, Nak! Ibu yakin nilai Saka akan lebih baik jika diajarkan sama kamu."

Miranti tersenyum tipis, ia belum siap menerima tawaran tersebut. Sayangnya Miranti juga tidak enak hati jika menolak tawaran tersebut.

Setelah keluar dari ruang guru, Miranti menuju ruang kelas Saka. Matanya mencari-cari keberadaan Saka.

"Nyari siapa?" tanya Aldino, teman dekat Saka.

"Saka," jawab Miranti, matanya masih mencari-cari sosok Saka.

"Ada di belakang lo!" Aldino menunjuk Saka menggunakan dagu.

Miranti segera berbalik badan, menatap laki-laki yang jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya.

"Oh, lo Miranti ya?"

Miranti mengangguk.

"Mentor baru gue, 'kan?"

Miranti mengangguk lagi.

"Heran, punya mulut kok nggak digunain," sindir Saka.

Miranti mendengus kesal. Ia mengambil napas dan mengembuskannya, berusaha bersikap sabar. "Saka, jangan kurang ajar sama mentor lo."

"Yaudah, lo ngapain mau ketemu sama gue, mau bilang kalau sekarang elo adalah mentor gue? Gue udah tau."

"Yaudah kalau udah tau," balas Miranti dengan kesal dan berniat pergi.

Saka menahan lengan Miranti. "Bagi nomor lo dong!"

"Buat apaan?"

"Sekarang lo itu mentor gue. Jadi gue harus punya nomor mentor gue dong!"

"Oh." Miranti mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya kepada Saka.

"Dih nih bocah, gue 'kan nggak tau nama kontak lo apaan!" Saka mengembalikan ponsel Miranti. "Cariin!"

Miranti memutar bola matanya. Ia segera mencari kontak dirinya. "Nih!" Lalu kembali menyerahkan ponselnya.

Saka tertawa. "Apaan nih, nama kontaknya rapunzel. Alay banget!"

Miranti menepuk keningnya, ia lupa mengganti username kontaknya.

MemoriesWhere stories live. Discover now