I might love to stay under the night
Stare above and wondering
How breathtaking the constellation
How wondrous to have one
And you are my vivid stars
Shining brightly from a distance
But I still here, stay in this tiny space
Realize how big this uni...
Semua orang sepakat bahwa hujan dan selimut adalah perpaduan yang paling pas untuk dijadikan alasan tidak keluar kamar. Udara masih dingin kendati jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Suasana kost yang biasanya ramai mendadak sepi karena penghuninya masih bergelung di kasur masing-masing.
Satu-satunya yang sedari pagi terus bergerak selain pemilik kost mungkin hanya Hayna. Baginya weekend adalah waktu dimana jam produktif seharusnya dimanfaatkan baik-baik. Ia masih bergelut dengan gunting, lem kertas, origami, dan perintilan-perintilan lain yang ia rangkai untuk mengisi jurnalnya. Wujud dari kata produktif bagi seorang Hayna, melakukan hobi yang ia anggap sama pentingnya seperti meditasi diri.
Suasana sepi dan hening pagi itu tidak berlangsung lebih lama saat pintu kamar kostnya diketuk oleh seseorang yang sudah ia hafal suaranya. Suara khas yang keras dan sedikit medok yang menandakan si empunya adalah orang Jawa tulen.
"Na! Morning! Spada! Adakah orang di dalam? Buka pintu dong, Selena Gomez dateng masa gak disambut?"
Hayna mengingat mimpi apa ia semalam sampai-sampai ia harus kedatangan tamu super ribut di pagi yang seharusnya sakral ini.
"Yaelah tau aja gue dari Hongkong. Lagi ngapain lu? Ini kosan tumben sepi banget, penghuninya pada mudik?" tanya Gita sambil ngeloyor dan langsung meringkuk diatas kasur Hayna.
"Emang lebaran pada mudik? Tidur kali, cuacanya enak banget buat tidur. Lu ngapain kesini Git? Biasanya juga sok sibuk padahal hibernasi seharian. Keajaiban macam apa yang membuat lu main kesini disaat cuaca sebegini enaknya?"
"Mau makan indomie. Ada kan? Duh gue udah lama banget gak makan indomie"
"Lu kesini jalan kaki ujan-ujan begini cuma karena mau makan indomie? Perasaan belum tanggal tua kok lu udah miskin aja"
Hayna berbicara masih sambil menggunting kertas yang ada di depannya.
"Eh sorry sorry aja yaa.. Gue ini bukan miskin, tapi jomblo. Jadi ya kesepian gitu lho.. Makanya gue memutuskan untuk menyerbu markas ini dan makan indomie berdua bareng lu. Kangen tau! Lu kerjaannya ilang-ilangan melulu deh. Di whatsapp gak pernah read. Tinggal di jaman batu ya lu?"
Gita menjawab sambil membuka-buka lemari kecil tempat persediaan makanan ringan dan mie instant di kamar Hayna.
"Ya maklum gue kan sibuk, tiap hari syuting. Nih minggu depan gue ada tour bareng SMTown di China"
Jawaban Hayna yang samasekali tidak serius itu langsung mengundang respon malas dari Gita.
"Iya aja deh. Masih aja ya lu delusi? Pantes masih jomblo mulu sampe sekarang. Eh salah, pantes masih gagal move on sampe sekarang. Orang gila macem lu emang harusnya dikarungin terus dibuang di sungai Nil"
Gita tanpa sengaja menyinggung tentang hal yang belakangan tanpa ia tahu sedang mengganggu pikiran Hayna. Hal yang belakangan menjadi alasan mengapa Hayna susah diajak keluar dan susah ditemukan di kantin setelah kuliah—tempat yang sebelumnya tidak pernah absen Hayna kunjungi.
"Balik sana! Gak ada indomie-indomie! Lu kira gue warteg? Sampe disini aja sejarah klub per-indomie-an kita. Bye!"
"Ah elah sensitif banget bu? Beneran belum move on ya ternyata?"
"Itu cingir tolong di kontrol ya"
Sambil melipat origami yang ada di depannya, Hayna mengulang kalimat yang entah sudah kesekian kali dia ucapkan dalam hatinya: kenapa cuma aku yang merasa kesulitan berhenti jatuh cinta?
Hey guys today is the end of June! Gak berasa banget udah pertengahan tahun aja. Jadi, hari ini gue balik kesini. Setelah semalem gue membuat banyak perubahan di akun ini (gak begitu banyak sih sebenernya hehehe).. awal tahun 2017 gue sempet posting cerita yang judulnya LAKUNA. but I already deleted that story karena udah lama gak dilanjut dan gak kerasa lagi feelnya..
so I bring the new story, di story description (gatau namanya apaan jadi gue namain aja story desc) gue gak terlalu banyak kasih semacam spoiler karena gue pengen reader nebak jalan cerita seiring part-partselanjutnya yang akan di post. Iya. Gitu intinya.
And to be honest, cerita ini adalah salah satu proses pelunasan janji gue ke diri gue sendiri dan ke Mj, temen SMA gue. so for Mj, nih yaa je sudah ku coba tulis pelan-pelan semuanya hehehe..
oke cukup cuap-cuapnya. Happy read!
oh iya, if you guys want to know me more you can visit my blog (www.haniaaww.blogspot.co.id) and my instagram (authoreology) *ujungnya promosi*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.