Namanya Ferry, seorang siswa kelas 11 di SMA 16 Pandaas yg ada disalah satu kota kecil di Indonesia. Tinggi 160 cm, berkulit sawo matang, berasal dari keluarga sederhana yg berkecukupan. Ia merupakan seseorang yg tergila2 pada cinta. Ia memiliki banyak cinta didunianya, saking banyaknya cinta, ia sering merasakan sakit hati tapi ia mampu mengontrol rasa sakitnya dan mengubahnya menjadi sesuatu yg bermanfaat.
Suatu hari, ia bertemu dengan seorang perempuan yg namanya Safa. Perempuan biasa saja yg terlihat dewasa karena wibawanya, dekat dengan anak kecil bak seorang babysiter. Jika dijelaskan, perempuan ini seperti Hinata dalam anime Naruto :D
Banyak orang yg sayang padanya, banyak yg peduli padanya, banyak yg berharap padanya, tetapi dia hanya tau bahwa seseorang dihatinya, Safa, dialah orang yg sangat ia cintai. Ferry sangat menyayangi kekasihnya itu sampai ia lupa bahwa banyak orang yg menyayanginya, yg ia tahu hanyalah mencintai Safa. Hatinya sudah dipenuhi oleh rasa cinta kepada Safa, matanya sudah dibuyarkan oleh wajah pacarnya itu, pikirannya sudah dipenuhi oleh orang yg bernama Safa.
"Sayang, kamu udah makan kan? Jangan makaan banyak2 ntar ndutt loh:D istirahat yahh" kata Ferry.
"Iyaa aku udah makan koo, kamu juga makan yahh, awas klo gamakan" jawab sang kekasih.
Mereka sama2 saling menyayangi, tetapi dengan cara yg berbeda. Ferry terlalu sering mengatur2 kekasihnya itu dan sang kekasih sering menangis karnanya, tetapi atas dasar cinta, mereka bertahan menjalani hubungan itu. Ferry tau bahwa ia terlalu posesif pada kekasihnya, ia selalu berusaha untuk merubah sikapnya itu, tapi dia mempunyai alasan mengapa a berbuat demikian. Ia pernah terlalu percaya kepada seseorang dan hasilnya, ia dikecewakan. Ferry tidak ingin kejadian seperti itu terulang kembali, maka dari itu ia terlalu posesif pada kekasihnya walau sebenarnya ia tau bahwa kekasihnya tidak menyukai hal seperti itu.
Kekasihnya merupakan orang yg sederhana, sangatlah sederhana. Kekasihnya itu tidak pernah minta apapun dari Ferry, ia mencintai Ferry dengan tulus walaupun ia sering sakit hati karena perbuatan Ferry, tetapi Safa bahagia bersama Ferry.
"Yangg kamu mau ke sekolah ya? Aku jemput yahh? Mau ga?" pesan Ferry.
"Iya aku mau ke sekolah, tapi gausah dijemput. Aku bisa sendiri ko, aku gapapa." Jawab kekasihnya itu.
"Beneran gamau aku jemput? Yaudah deh, hati2 yahh, kabarin aku loh dijalannya." Balasan Ferry kepada kekasihnya.
Kekasihnya menjawab, "Iya ntar aku kabarin, yaudah yahh aku berangkat dulu, dahhh" pamit kekasihnya itu lewat pesan singkat.
Ferry menunggu kabar dari sang kekasih. Ia khawatir terjadi apa2 pada orang kesayanngannya itu, ia khawatir bahwa kekasihnya kenapa2, ia hanya bisa berdoa agar tidak terjadi apa2 pada sang kekasihnya. Setelah sekitar 30 menit, akhirnya sang kekasih memberi kabar padanya.
"Aku udah sampe sekolah", begitu isi dari pesan singkat yg diterima ferry.
"Kamu udah sampe sekolah? Ko ga ngabarin aku sih pas lg dijalan? Aku khawatir tau! Ntar kalo kamu kenapa2 gimana? Aku kira tadi kamu lg siap2, eh ternyata kamu udah berangkat, trus tiba2 bilangnya udah sampe di sekolah. Kan kata aku juga kabarin, hih kamu mah" balas Ferry kepada kekasihnya berharap kekasihnya itu paham bahwa ia sangat mengkhawatirkannya.
Tetapi mungkin apa yg ia pikirkan tidak sama seperti yg kekasihnya itu pikirkan, "Iya2 aku minta maaf, yaudah sii gausah gitu juga, yg pentin aku gapapakan? Yaudah gausah marah2." Jawab kekasihnya itu.
"Aku kan khawatir. Kan kata aku juga kabarin pas lg dijalan, kamu mah pas udah sampe baru ngabarin", balasan Ferry.
"Iyaa2 aku minta maaf" jawab Safa.
YOU ARE READING
Behind someone
Short StoryAda hal yg lain dibalik seseorang. Tersenyum tapi menangis? Menangis tersenyum? Sedih tapi bahagia? Bahagia bersedih? Baca aja dulu lah. Ini tuh cerpen. Masih amatir, jadi maafkan bila ada yg tidak berkenan :D kuy ahh pahami.
