➿ Yang di mulmed Agrhea (Gea)
"Pagi pak Bambs" ucap Gio dengan genit sambil mengerlingkan matanya saat memasuki gerbang sekolah.
"Bocah edan..." jawab pak Bambang sambil menggelengkan kepalanya, heran dengan keajaiban otak bernama Gio itu.
Gio hanya menanggapinya dengan tertawa ganteng tanpa jaim.
"Godain aja terus tu satpam perjaka! Heran aku... punya abang kok doyannya sama sesama. Gay kok dipelihara, aku nggak mau ya punya kakak ipar cowok!" Ucap Gea sengit heran dengan abangnya.
"Heh semprul!!! Siapa yang gay monyet. Kita tu sesama manusia harus saling menyapa. Biar kita bisa menjaga silaturahmi, siapa tau dengan baik2in si Bambs dengan menyapa dia kita bisa berangkat sekolah setelah istirahat pertama bunyi! Kan mayan tuh waktu istirahat kita nambah setelah malemnya buat begadang maen game!"
"Yeelah ternyata ada maunya! Dipikir sekolahan ini milik nenek moyang lo apa bang bisa berangkat seenaknya?!"
"Ahelah dek, lo lupa apa gimana sih ? Nih sekolahan kan emang milik keluarga kita. Salah makan apa sih lo ampe amnesia gitu ? Jangan2 lo juga lupa lagi kalo gue abang lo ?" Tanya Gio khawatir sambil meneliti wajah adiknya
"Eh iya ya lupa...hehehe. Justru aku pengen lupa kalo aku punya abang kayak abang, bawaannya pengen dibuang tapi sayangnya bisa balik lagi kayak kucing" ucap Gea tanpa beban
"Dasar.. udah ayok turun, untung sayang. Coba kalo nggak, udah tak nikahin kamu"
"Abang gila!"
Setelah turun dari mobil keduanya berjalan beriringan memasuki gedung sekolah itu. Seperti biasanya, sebelum memasuki area gedung Gea akan menyempatkan diri menengok kesegala arah parkiran mencari motor seseorang yang sudah 1 tahun lebih ini mengisi hatinya. Tapi sayangnya Gea hanya bisa memendamnya dalam hati dan cinta diam2. Setidaknya Gea tau orang itu jomblo jadi hanya mencintainya secara diam2 saja sudah membuat dia bersyukur dan bahagia, itu tandanya doanya tidak sia sia untuk orang spesial itu.
Gea tersentak kaget saat badannya menabrak sesuatu
"Ngapain sih dek setiap mau masuk nengok2 keparkiran terus? Cari apaan sih ?" Tanya Gio karena berhenti mendadak menyadari keanehan adiknya yang tak pernah hilang semenjak 1 tahun lalu, sudah beberapa kali Gio memergoki adiknya selalu memerhatikan sekitar parkiran untuk motor seperti sedang mencari sesuatu, tapi Gio tak ambil pusing dan memilih untuk cuek dan tidak bertanya. Tapi perasaannya mengatakan ada yang tidak beres dengan sikap adik tersayangnya itu, maka dari itu daripada penasaran Gio memilih untuk bertanya sekarang juga.
"Ahh.. nggak cari apa apa kok bang. Cuman liat2 aja siapa tau Ana juga baru berangkat terus bisa masuk bareng" tentu Gea berbohong dengan berdalih ingin masuk bareng bersama Ariana H Larasati sahabat satu2nya sekaligus teman sebangkunya semenjak kelas 10 itu. Gea termasuk orang yang introvert sehingga dia tidak mudah bergaul dengan yang lain. Untung saja Ariana betah berteman dengannya.
"Oohh gitu. Yaudah masuk aja yuk bareng abang nanti kan juga ketemu Ana dikelas." Awalnya Gio agak curiga dengan tingkah adiknya yang sedikit agak tergagap, namun dia takut adiknya merasa kurang nyaman dengan sikap ke kepoannya itu jadi Gio memilih untuk percaya kepada adiknya. Bukannya tidak peduli, tapi Gio akan lebih tenang jika tidak memaksa adiknya.
Gea bernafas lega karena abangnya nampak percaya dan tidak menanyakan lebih jauh lagi, meskipun awalnya abangnya terlihat agaj tidak percaya.
Sebelum menabrak dada abangnya tadi Gea sudah melihat motor Gibran Angkasa Alfath terparkir apik disebelah pohon dekat jalan masuk gedung sekolah. Gea sudah hafal bagaimana bentuk motor Gibran dan plat nomornya, Gea juga hafal bahwa Gibran juga selalu berangkat pagi, atau mungkin dia sendiri yang berangkatnya terlalu kesiangan? Entahlah, Gea hanya berangkat jika abangnya berangkat karena Gea tidak suka memakai sopir atau diantar ayahnya. Gea tidak suka terlihat manja dan merepotkan ayahnya yang pasti juga sangat sibuk mengurus perusahaannya. Maka dari itu Gea memilih berangkat bersama abangnya karena mereka satu sekolahan dan tentunya akan irit ongkos juga. Gea bisa saja membawa mobil sendiri tapi dia ingin bisa selalu bersama abang tercintanya. Dan Gio pun juga melarang adiknya untuk berkendara sendiri, alasannya simple Gio sangat menyayangi adiknya jadi dia ingin bisa selalu menjaga adiknya.
"Aduh......"
Baru beberapa langkah Gea berjalan berpisah dengan abangnya dari belokan menuju kelasnya Gea sudah menabrak sesuatu lagi, rasanya Gea menabrak sesuatu yang sama seperti tadi diparkiran. Gea memberanikan diri mendongak menatap apa yang ditabraknya dan seketika Gea merasa udara disekitarnya terasa semakin menipis dan menipis, wajahnya berubah menjadi semerah tomat dan dirinya menjadi gugup. Kebiasaan buruk Gea saat gugup dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan akhirnya dia akan merancau tidak jelas.
"Aa..ee..eeh..hem.eemmm..maa.ma.ma af" ucap Gea dengan salah tingkah sambil menundukkan kepala tidak berani menatap mata seseorang yang ditabraknya tadi.
"Hemm... lai kali hati2 kalo jalan" ucap Gibran cuek namun kalem
Gea tercengang karena lelaki yang dia sukai mau berbicara dengannya, dengan gugup Gea menjawab
"I..i.iya" dengan itu Gea langsung berlari menuju kelasnya XI IPA 3 tanpa menoleh lagi kebelakang.
Gibran sempat bingung melihat tingkah gadis itu, namun setelah melihat punggung gadis itu menghilang dibalik pintu kelasnya, diam2 Gibran menarik sudut bibirnya sehingga muncul senyuman mautnya yang bisa membuat siapa saja jatuh cinta padanya.
"Lucu.." Gibran bergumam kecil lalu menggeleng melenyapkan senyumannya lalu bersikap dingin seperti biasanya dan melanjutkan perjalanannya kembali kekelasnya XI IPA 1, lebih tepatnya satu kelas juga dengan Gio, abang Gea.
Gio dan Gea memang hanya berjarak 1 tahun oleh karena itu orang tua mereka menyekolahkannya dengan waktu bersamaan agar mudah mengawasinya. Gio juga tidak mempermasalahkan hal itu, justru Gio bersyukur bisa menjaga adik tersayangnya.
TBC.....
LOST
Makasih yang udah mau baca, tolong vomentnya ya biar ada manis2nya gitu. Kan enak juga tuh udah capek2 nulis bisa dihargai. #CMIIW
Love~U
YOU ARE READING
Lost The Plot
Teen FictionKetika kamu meminta, maka Tuhan kan memberi. Ketika kamu bermimpi, maka Tuhan kan wujudkan. Tentu dengan caraNya sendiri.... welcome to my first story :v happy reading guys
