RB 1 [part 1]

76 7 4
                                        

Aku pernah mendengar sebuah mitos bahwa ada seekor kupu-kupu yang menentukan nasib seseorang yang melihatnya. Entah itu nasib buruk atau baik.

Kupu-kupu itu disebut Rainbow Butterfly. Sesuai namanya, kupu-kupu ini sayapnya berwarna pelangi. Setiap warna dalam sayapnya memiliki arti dan makna berbeda. Disanalah takdir seseorang akan dipermainkan.

Dan Aku, Clara D. Venture, secara tidak sengaja melihat kupu-kupu penentu nasib itu. Dan disitulah hidupku yang susah berubah..

Entah itu menjadi lebih susah lagi.. atau.. semakin baik?

********************************
|Rainbow Butterfly|
********************************
Clara Pov

Rintik-rintik hujan terdengar dari luar jendela di mana aku duduk.
Sekarang aku sedang duduk disebuah cafe dekat kantorku sambil meminum segelas kopi.

Ya, aku perempuan tapi aku ini pecandu kopi. Jadi jangan heran jika setiap saat Kau akan mendengar aku meminum kopi terus-menerus.

"Ah? Sudah waktunya" Gumamku sambil melihat jam tangan di tangan kiriku. Dengan cepat aku membereskan barang-barangku dan beranjak dari tempat dudukku.

Sesampainya diluar, aku melihat keatas langit. Hujan sangat deras lebih dari yang kubayangkan.
Baiklah, sekarang apa yang harus aku lakukan? Jika aku menerobos, kemungkinan besar dokumen-dokumen penting yang sedang berada ditanganku akan basah.

"Hah.. kapan ya? Aku bisa punya mobil sendiri, hidup bahagia gitu..bukannya sial kayak gini terus" Kataku. Dengan memantapkan hati, aku membuka jaketku dan melapisi dokumen penting itu dengan jaketku.

Dan..
1
2
3
GOO!!

Dengan kencang aku berlari tanpa tahu apapun lagi. Dan baru saja aku berlari, aku sudah menabrak seseorang yang badannya lebih besar dariku. Jadi secara otomatis, aku yang terjatuh.

Aku menutup mataku erat.
Tapi kenapa aku tidak merasakan sakit apapun?
Aku melihat keatas dan mendapati seorang lelaki kira-kira 3-4 tahun lebih tua dariku. Dia.. tampan.

"Nona, apa Anda tidak apa-apa?" Tanya lelaki itu. Dan seketika aku tersadar. Dengan cepat kulepaskan diriku dan berdiri meminta maaf.

"Maafkan aku, aku tidak melihatmu tadi" Kataku sambil membungkukkan badanku.

"Tidak apa-apa. Lagipula seharusnya Saya yang meminta maaf. Maafkan Saya" Katanya dan aku mengangguk. Lalu kami terdiam hingga aku melihat dokumenku yang jatuh dan basah.

Sesaat itulah hatiku serasa berhenti berdetak.
Aku. Akan. Mati.
Aku menatap horror pada dokumen yang basah itu. Dengan cepat kuambil semua dokumen itu dan melihat dokumen itu lebih jelas.

Semuanya basah tidak bersisa. Apa yang harua kulakukan sekarang? Sebentar lagi akan ada meeting penting dan dokumen itu sangat diperlukan dalam meeting itu.

"Anda tidak apa-apa?" Tanya lelaki itu. Aku menggelengkan kepalaku. Dengan cepat aku permisi padanya dan berlari pergi dari sana sambil memikirkan semua ketidakberuntunganku selama ini.

Sial. Sial. Sial.

Kenapa aku selalu sial sih?
Tadi pagi baru dimarahin sama bos. Sekarang dokumennya basah.
Nanti apa lagi?
Hah.. sekarang aku harus bagaimana? Kalau aku balik pasti akan dipecat.

"Huff! Yasudahlah! Aku sudah tidak peduli" Kataku dan saat aku melangkahkan kakiku lagi, aku baru menyadari bahwa aku telah berlari terlalu jauh dari kantor.

Dan..ini sudah menjawab pertanyaanku soal "Nanti apa lagi?"
Dari dulu selalu seperti ini..
Entah kenapa tiba-tiba aku merasa sedih.

Aku memejamkan mataku merasakan rintikan hujan dan saat aku membuka mataku..

Rainbow ButterflyStories to obsess over. Discover now