Aku mencintaimu. Dua kata itu seolah menjadi pohon yang kokoh didalam hati Rena,tidak bisa digoyah sedikit pun.
Namun,tidak bisa dikeluarkan juga,hanya terpendam. Sehingga hampir membatu,sekeras batu pula cinta nya kepada Ibas,pria yang ia sukai.
Banyak hal yang membuat Rena merasa sulit,bahkan ia merasa bersalah karna telah menyukai seseorang dengan semena-mena,tanpa memikirkan dampak pada hatinya yang pasti akan terasa pilu setiap mengingatnya.
Maafkan aku hati,
Rena :
Malam itu,kompleks ku mengadakan acara,aku datang bersama keluarga dan beberapa temanku,aku menikmati acara itu,tertawa ria bersama semuanya.
Hingga aku tertegun pada satu sosok pria. Pria itu sedang memegang gelas berisi sirup apel,sekarang ia sedang berbincang dengan dua kawan lelakinya.
Dia sama sekali tidak menyadari jika mata nakal ku ini sedari tadi mencuri pandang ke arahnya. Seperti ada tarikan yang beda ketika aku memandangnya,sungguh.
Aku tidak pernah melihat dia sebelumnya,entah itu karna aku yang jarang ikut kegiatan kompleks,atau karna dia itu orang baru disini?Ah,fikiranku jadi tertuju kepada pria itu.
"itu siapah sih? Ko baru liat ya" Kata Bella,temanku.Sambil menunjuk ke arah pria yang sedari tadi ku pandangi.
"mana?" kataku pura-pura tidak tau.
"itu tuh itu"
"Oh itu,ih manis ya. Punya gue tuh" sergah ku.
"TANTE ANAKNYA UDAH GEDE!!" Bella meneriakki ibu ku, "Udah genit nih!" sambungnya.
Aku lihat,pria itu melirik ke arahku. ah! Matanya itu. Aku tersipu,dan sedikit berdebar.
"IBAS!"
Ku dengar Fahri berteriak,memanggil sebuah nama. Fahri menghampiri pria itu dan bersalaman. Fahri adalah teman satu kompleks ku.
"Akhirnya kita ketemu lagi bro! Haha." Kata Fahri.
Ternyata,pria yang sedari tadi menyita fikiranku ini bernama Ibas,nama yang bagus. Sekarang mereka sedang berbincang,ku lihat mereka mulai asyik dan tertawa bersama.
Aku pulang kerumah lebih awal,karna Ibuku mengeluh pusing. Sampai bertemu besok Ibas,besok pagi kita ketemu ya.....,aku mendengus dalam hati.
***
Pagi ini,seperti biasa,ku lihat ibu-ibu mengerumuni tukang sayur,ditambah dengan gosip hangat di sela-sela obrolan mereka.
Pagi ini tak secerah biasanya,agak mendung,ku rasa hatiku lah yang paling cerah di pagi ini.
Ibas,aku beneran bertemu lagi dengannya,di pagi ini.
Tubuhnya yang basah terguyur keringat,membuat pesona nya semakin memancar,perasaanku pun makin menjadi dibuatnya,senyum tak terkendali.
"selamat pagi ibu-ibu kompleks idaman para bapak-bapak kompleks."
Ucap Ibas,ah aku senyum sendiri mendengar kalimat lucu itu keluar dari mulutnya,padahal itu bukan untukku.
"Eh nak Ibas,abis lari ya. Sini ibu elapin keringetnya." kata bu Eli,disusul tawa oleh ibu-ibu lain.
"waduh bu,inget pak daus atuh." Ledek kang Ujang,tukang sayur kompleks.
"Ibas udah punya pacar belum?kalo belum,anak saya juga jomblo tuh."
YOU ARE READING
Suara Sendu
Short StoryAku lah senja yang tak kau inginkan,kau terlalu terpaku terhadap mataharimu. Hingga kau lupa, jika senja pun ingin terlihat indah, di matamu. #sembilanbulanBw
