Gue gak tau persis bagaimana kronologis peristiwanya sih, tapi yang jelas ini bukanlah hal yang gue rencanakan.
Gue–Wen Junhui–harus menikah dan mengikat janji suci sama orang yang sama sekali enggak gue kenal. Bukan karena dijodohin ataupun karena desakkan keluarga, tapi bener-bener sebuah bencana yang enggak ada seorang pun bisa menduganya. Gue juga kaget. Kaget banget.
Saat itu hari Minggu, tanggal 29 April 2012, di tempat gue dan cewek gue berencana untuk meneruskan ke jenjang yang lebih serius...
*************************
Di dalem ruang rias Junhui
Cowok berjas hitam itu baru saja selesai menata dirinya. Ia melihat pantulan dirinya di cermin rias, memastikan tidak ada yang salah pada riasannya. Wajahnya yang ganteng itu hanya dipoles dengan make up yang alami tapi tetap gak menghilangkan kegantengannya, rambutnya disisir rapi, kostumnya juga terlihat rapi dan cocok. Semuanya terlihat sempurna. Pokoknya ganteng abizz.
'Ah gilak gue kok ganteng banget ya'
Sejurus kemudian cowok itu tampak mengeluarkan iphone sixnya. Tidak lupa juga dengan kamera B612nya. Dia pun berselfi-selfi ria.
Tak lama kemudian pintu dibelakang Jun terbuka, menampilkan sosok-sosok yang ia kenal. Jun menyambut kedatangan mereka.
"Selamat ya Jun! Gue gak nyangka lo bakal punya istri secepat ini. Jodoh lo cepet juga datengnya." Jun yang sedang bercermin di kaca riasnya itu menoleh ke belakang saat salah seorang sahabatnya menepuk pundaknya dari belakang, sedangkan yang lainnya juga ikut menyalami dan memberi Jun ucapan selamat.
"Lo kapan nyusul, hyung? Lo tuh udah cukup umur banget buat nikah. Masa kalah sih ama gue?" Junhui bertanya pada pria yang tadi menepuk pundaknya–Seungcheol–dan nampak menampilkan sederetan gigi putihnya. Jun tersenyum sangat lebar. Sementara yang ditanya mukanya jadi asem bak ketek lo.
"Au tuh. Masa kalah juga sih sama gue yang lebih muda dari lo?" ujar Jeonghan menambahkan.
"Lah lo pengen nikah juga, hyung? Kapan?" kali ini Mingyu yang ikut buka suara.
"Belom tau sih. Tapi gue udah ngelamar Sohye di depan orangtuanya kemaren. Kalo gak percaya tanya ae si Josh. Iye gak Josh? " Joshua yang daritadi tampak hanya mendengarkan itu pun mengangguk. Lalu tiba-tiba ia menghampiri Seungcheol. Tangan kanannya dirangkulkan di pundak kiri Seungcheol.
"Jangan gitu gaes. Mungkin Seungcheol-hyung cuma belom ditakdirkan sama Allah buat ketemu jodohnya. Lagipula lo kurang beramal kali, hyung. Makanya jodoh lo gak dateng-dateng tuh." Joshua mengeluarkan ceramahnya lagi. Sementara yang diceramahin cuma ngangguk-ngangguk plus minta doa dari Joshua supaya bisa cepet ketemu jodoh.
"Ikutin ya, hyung. Rabbana hablana min azwajina..."
"Rabbana hablana min azwajina..."
"Wa zurriya tina qurrota ayyun... "
"Wa zurriya tina qurrota ayyun... "
Seungcheol reflek ngebaca doa yang diajarin sama Joshua. Dia udah kayak mualaf yang lagi dibimbing sama pas ustadz buat ngucap dua kalimat syahadat sekarang.
Kita tengok lagi Jun.
"Gimana hubungan lo ama si Teri? Lancar?" tanya Jun kepada Soonyoung. Soonyoung nempeleng pala Jun.
"Bukan Teri, bego! Ya gue ama Yeri baik-baik aja. Dia makin cantik, guenya makin ganteng. Emang cocok dah gue ama dia." Jun balik nempeleng Soonyoung. Bahkan bukan cuma Jun yang nempeleng, yang lain juga ikut-ikutan.
"By the way, Jihoon, Wonwoo, Seokmin, Hansol, Seungkwan, Chan sama Minghao mana?" tanya Jun yang nampak sibuk memakai sepatu pantofel mengilapnya.
"Minghao lagi ngejalanin tugasnya sebagai Guard pengantin cewek. Yang lain kayak Wonwoo, Jihoon, Seokmin, Hansol, Chan, sama Seungkwan gue gak tau. Pada belom dateng kali." jelas Seungcheol panjang lebar.
"Gue denger-denger katanya Seungkwan, Hansol, Chan, Seokmin, Wonwoo sama Jihoon berangkat bareng dan mereka sampe sebentar lagi." Mingyu melihat ke arah jam tangannya. Seharusnya mereka sudah datang jam segini.
Tak lama kemudian terdengar suara pintu ruangan rias mempelai laki-laki terbuka, menampakkan para sahabat Junhui yang tadi baru aja diomongin. Mereka masuk dengan didahului Seungkwan dan Seokmin yang emang udah menggila sejak tadi malam. Mereka gak sabar ngeliat temennya kawin.
Eh–nikah maksudnya.
Dengan begini suasana ruang rias pun jadi lebih berisik dibanding sebelumnya.
**************************
"Haduh kok gue deg-degan yak" Junhui mengetuk-ngetukkan kakinya berulang. Ia tidak bisa berdiri dengan tegak. Cowok itu mendadak kena keringat buntek (baca:keringat dingin), perutnya tiba-tiba melilit kayak pengen boker, jantungnya berontak pengen keluar dari rongganya.
"Gak usah tegang, hyung. Santai aja napa sih." ujar Seungkwan dengan santainya. Dia gak tau aja gimana rasanya ada di keadaan kayak begini.
"Situ tegang, hyung? Mau saya lemesin gak? BUAHAHAHAHA" seokmin mencoba ngelawak. Dia yang ngelawak dia juga yang ketawa. Mangapnya juga gede banget macem toa. Maklum sih, dia kan salah satu model mangap terhits di rubrik mingguan "Mangap of the week".
"Lo semua bukannya bikin dia tenang malah bikin dia tambah stress tau gak. Udah, hyung gak usah dengerin mereka." kini Jihoon yang angkat bicara. Senyum manisnya mengembang membuat dirinya yang kecil(?) ini keliatan tambah imut. Junhui merasa agak tenang.
"Dia ngomong gitu padahal pacaran aja juga gak pernah." Soonyoung berbisik kepada Seungkwan.
"Liat noh temen lo." Wonwoo manas-manasin Jihoon yang emang merasa telinganya sensitif kalau udah menyangkut masalah "kejombloan seumur hidupnya" cowok itu menggunakan death glare sebagai tatapan andalannya sekarang. Soonyong dan Seungkwan diem.
"Eh itu Nami-noona, hyung!" Hansol dan Chan berbarengan bilangnya. Semua orang yang tadinya lagi sibuk sendiri-sendiri mulai pada serius.
****************************
Maap yak untuk yang part ini dibuat lebih sedikit. Sengaja biar part satunya rada lebih gantung dan bikin readers penasaran. Maap juga karena humornya jadi rada kurang. Biar part satunya punya kesan rada serius dikit. Nanti kalau udah part selanjutnya author janji bakal bikin kalian pengen nabok Jun dan ceweknya :v
Btw, jangan lupa Voment yak karena vote + coment = cinta bagi gue (?)
YOU ARE READING
Junhui + salah nikah = ?
Teen Fiction"Lo siapa? Kok bisa gue nikahnya sama lo? Cewek gue kemana?" Hal yang gak disangka-sangka tersebut membawa warna sendiri ke kehidupan gue. Emang deh kalau udah jodoh gak bakal kemana Note : non baku, bahasa sesuka penulis, typo bertebaran