Chapter 10

1.1K 139 53
                                        

Sorry for typos
This story inspired by K Drama 'Master Sun'

Warning : Tulisan bercetak miring, untuk hantu. "..."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau indigo?" Bobby bertanya memastikan.

"Iya, sama seperti Jinan hyung, hanya ada sedikit perbedaan saja."

Bobby semakin melebarkan mata sipitnya, dia kaget sungguh. Jadi, kesimpulannya adalah namja di depannya yang dulu pernah menciumnya adalah seorang indigo dan kakak namja ini yang notabennya sedang diincar oleh Hanbin juga seorang indigo.

Tidak, tidak ia tidak percaya pada yang namanya hantu. Semua itu tidak ada, mereka hanya ada karena imajinasi semata. Kim Bobby tidak pernah percaya pada hal seperti itu, mereka tidak nyata.
.
.
.
.
.
"Hyung.. Bobby hyung.." Donghyuk menggoyang goyangkan tangannya di depan muka Bobby yang membuat namja kelinci itu kaget dan sadar dari lamunannya.

"Kau melamun hyung?"

"Ani." Jawab Bobby singkat.

"Kau benar-benar indigo?" Bobby tanpa sadar mengucapkan dengan keras apa yang ada dipikirannya.

"Tentu saja." Donghyuk mengangguk dengan yakin.

"Tunggu, jangan bilang Jinan hyung tidak memberi tahumu soal ini?" Donghyuk memusatkan seluruh perhatiannya pada Bobby, Bobby sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi ia hanya mengangguk untuk pertanyaan Donghyuk itu.

"Astaga, apa yang harus kulakukan. Jinan hyung pasti akan memarahiku kalau sampai dia tahu." Donghyuk mengacak rambutnya frustasi, gawat ini benar-benar gawat. Donghyuk kira namja disebelahnya ini sudah tau akan kemampuannya dan Jinhwan, karena Jinhwan tidak sembarangan mengenalkannya pada siapapun, meskipun itu adalah temannya.

"Hyung, jangan katakan pada siapapun tentang ini okay? Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun."

"Hyung?" Donghyuk melambaikan tangannya di depan wajah Bobby berualang kali.

"Aigo~, hyung jebal jangan mengatakan pada Jinan-hyung, ya ya ya" Tangan Donghyuk kini tak lagi melambai di depan wajah Bobby, tetapi berubah menjadi mengatup di depan dada seperti orang yang sedang berdoa.

"Baiklah." Bobby menjawab dengan suara lirih.

"Jinjja?" Bobby mengangguk.

"Gomawo hyung." Tanpa sadar Donghyuk menggenggam dan mengguncangkan tangan Bobby yang paling dekat dengannya, karena terlalu senang.

Donghyuk dengan cepat mengambil ponselnya yang ada di saku jaketnya saat mendengar benda itu berbunyi.

"Hyung, aku ada urusan. Aku pergi dulu ya. Bye bye sampai jumpa nanti." Donghyuk melambaikan tangannya setelah mengembalikan ponselnya ketempat semula.

"Bye juga, noona." Bobby dengan kaku memutar kepalanya ke arah dimana Donghyuk tadi melambai sambil mengatakan 'noona' dan yang membuat Bobby semakin melotot adalah tidak ada orang sama sekali di sampingnya saat ini.

Sial, tau begini lebih baik dia tadi langsung pergi. Benarkan Bobby??
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Akhirnya selesai juga." Jinhwan menghela nafas lega saat melihat kearah jam dinding yang telah menunjukkan pukul 5 sore. Ya, jam kerja Jinhwan habis pukul 5 sore, ia tidak mau mengambil shift malam karena Donghyuk yang tidak bisa ia tinggalkan dan sebenarnya dia juga takut jika harus pulang malam, kalian tau sendiri kan alasannya?

Ghost's WishDove le storie prendono vita. Scoprilo ora