#1

14 5 0
                                        

Hari ini Zahra pergi sekolah seperti biasa dengan diantarkan oleh abang kesayangannya yang bernama Rizky.

"Bang ayo buruan ntar gua telat lagi gara-gara lu" pekik Zahra
"Buset iyadah bawel amat lu zah" sahut Rizky

Mobil pun melesat cepat pergi dari pekarangan rumah. Rutinitas ini dilakukan Rizky untuk menjaga adik kesayangannya walaupun terkadang sangat menjengkelkan.

"Bang gimana hubungan lu sama kak Lusi?" tanya Zahra
"Baik sih tapi gua bingung dah akhir-akhir ni dia sering marah gitu ke gua" jawab Rizky
"Lah? Ngapa tu anak? Lu apain anak orang bang? Pms kali tuh dia bang"
"Gataudah pusing gua"

Akhirnya Zahra pun sampai di depan gerbang sekolahnya. Zahra pun segera berpamitan pada kakaknya.

"Bang makasih ya baik deh lu mau anterin gua hehe" ucap Zahra
"Udah dri SMP gua anterin ku sampe SMA baru sekarang lu bilang makasih?" jawab Rizky ketus
"Dih masih untung bang gua ikhlas ni ngomong makasih biasanya juga kagak apalagi ke orang kaya lu HAHAHA" tawa Zahra meledek kakaknya itu
"Untung sayang kalau kagak gua tam-"
"Babai abangku terganteng mwah"

Zahra pun meninggalkan Rizky lalu masuk ke dalam sekolah. Rizky hanya meggelengkan kepala melihat tingkah adiknya itu. Walaupun begitu Rizky sangat menyayangi adik sematawayangnya karena cuma dia lah yang saat ini dimiliki oleh Rizky. Ia pun meninggalkan sekolah tersebut. Dibawanya laju mobil tersebut sambil menghidupkan radio yang sedang memutar sebuah alunan lagu.

Kasih Ibu kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kemabali
Bagai Sang Surya menyinari dunia
    
Lagu itu berhasil menyentak hati dan pikirannya. Dalam hati ia berdecak kesal mengapa harus lagu ini yang ia dengar. Tak terasa air matanya mengalir begitu deras membasahi pipinya. Dan tiba-tiba turun hujan bersamaan dengan turunnya air mata itu. Seakan ia harus bernostalgia bersama pikirannya. Namun, setelah sekuat tenaga ia melupakan, kenangan itu tetap berkecambuk di dalam pikirannya. Ia pun tersadar bahwa hari ini tanggal 22 Desember yaitu Hari Ibu. Bukan justru sedih karena mengingat momen bersama ibu seperti orang lain rasakan, namun ia teringat akan kekasaran yang selalu ia dapatkan setiap hari dari ibunya. Lalu ia matikan radionya. Amarahnya pun memuncak ketika semua bayang kekasaran itu harus bersemayam dipikirannya.

"Ky lo dimana?"
"Hari ini gua libur kuliah ntar kita jalan ya ky"
"Yayaya ky jalan ya"
"Fix, malam ini kita jalan ke taman biasa ya"
    
Suara notif line dari Lusi membuyarkan lamunannya. Dengan sigap rizky pun membalas "iya sayang ntar malam kita jalan ya jam 7 aku jemput kamu"
    
Tepat pukul 6 setelah sholat maghrib rizky pun berpamitan pada adiknya. Karena jarak antar rumah Rizky dan Lusi bisa dibilang lumayan jauh.

"Zah abang pergi dulu ya" ucap Rizky
"Abang mau kemana?" tanya Zahra
"Mau jalan sama Lusi sayang kamu dirumah ya jangan keluyuran kemana-mana, dikunci pintunya biar gada orang asing yang masuk, belajar yang bener ya. Abang ga lama kok bentar aja jalan sama Lusi kamu nanti jangan lupa makan sama sholat isya ya itu makanannya udah abang siapin buat kamu" jawab Rizky
"Yaallah iya abang cerewet banget sih. Kenapa dulu ya kak Lusi mau sama abang padahal mulut abang tu nyerocos mulu kaya knalpot bajaj" ledek Zahra
"Udah ah abang pergi dulu ya. Assalamualaikum" ucap Rizky
"Hati-hati bro" pekik Zahra
    
Rizky pun berlalu meninggalkan adiknya dan menuju garasi untuk mengeluarkan mobilnya. Suara nyala mesin pun terdengar di tengah sepinya malam di perumahan mereka. Rizky dan Zahra hanya tinggal berdua di salah satu perumahan Kota Batam yaitu tepatnya di Perumahan Cassablanca. Rumah itu sangat besar bila hanya dihuni oleh sepasang adik-kakak tersebut. Dan perumahan tersebut bisa dibilang perumahan yang isinya sederetan orang kaya karena bentuk rumahnya yang sangat bisa membuat kita terpukau akan kemegahannya.

Jangan lupa vote dan comment ya hehe. Terimakasih.
Maaf ya penulis amatiran ni jadi kalo garing maklumin aja ya hehe

Berpaling PergiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang