Langit gelap dimalam hari yang baru saja menurunkan bulir-bulir air ke permukaan kota besar,seoul. Membasahi semua yang ada di kota besar tersebut. Tak sekedar membasahi apapun yang ada, bulir-bulir air itu juga membuat semua orang diselimuti rasa dingin, tak terkecuali seorang pria dengan mata sipit dan hidung yang tak terlalu mancung itu serta bibir pulmnya, yang sedang duduk ditepian ranjang. Terlihat wajah itu menunduk dengan kedua tangan yang ia gunakan untuk sekedar memeluk tubuhnya sendiri, mengurangi sedikit rasa dingin yang menyelimutinya.
"Kau mandilah dulu, sayang" suara barithon itu memaksa wajahnya melirik ke sumber suara. Ia melihat pria tinggi dengan handuk putih melilit dipinggangnya-menutup privasinya, dengan tubuh bagian atasnya yang tak tertutup apapun. Jangan lupakan rambut hitamnya yang basah dengan sesekali tetesan air dari rambutnya turun ke wajah tampan itu. Haa~ dia baru selesai mandi.
"A-ah, iya. Aku akan mandi" pria manis yang sedari tadi duduk menatapnya dari tepian ranjang itupun berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dengan wajah yang terus ia tundukkan.
"Tunggu, sayang" Suara berat itu melantun lagi. Membuat yang merasa terpanggil berhenti dari acara berjalannya menuju kamar mandi. Ia hanya berhenti. Tidak mebalikkan tubuhnya untuk menghadap seseorang yang memanggilnya.
Ia mematung saat merasakan sebuah tangan tegas yang melingkari perutnya. Ia benar-benar tak kuasa saat dirasa lehernya diendus seorang pria yang sedang memeluknya dari belakang.
"N-namjoon" ia gagap saat memanggil nama itu. Nama milik seoran pria tampan yang sedang memeluknya dan mengendusinya. Sungguh,ia sangat berharap pada namjoon agar tidak melanjutkan acara menegendusi lehernya. Iya takut sesuatu yang akan membuat namjoonya semakin nafsu mengendusinya itu,keluar dari mulutnya.
"Hm" yang dibelakangnya hanya mengguman menyahuti panggilan seseorang yang amat ia cintai itu. Dengan ia yang semakin mengeratkan pelukannya dan sesekali menggigit daun telinga milik sang kekasih.
"J-janganhh" sungguh terkutuk mulutnya yang dengan mudahnya mengeluarkan desahan yang sudah dipastikan akan sangat membuatnya menyesal.
"Ya. Aku tidak akan melakukannya sekarang. Kau mandilah dulu. Aku akan menunggu" setelah namjoon melepas kedua tangannya yang sedari tadi melingkar di perut kekasihnya. Dan melihat pria manis kesayangannya itu berjalan cepat menuju kamar mandi. Ia tersenyum melihatnya.
Namjoon melangkahkan kakinya mendekat ke lemari pakaian,membuka pintu lemari dan mengambil salah satu piyama berbulu lembut berwarna cokelat. Segera ia memakainya dan mengikat tali piyamanya.
Ia bergerak menuju ranjang besarnya,menyibakan selimut dan setelahnya ia membaringkan tubuhnya. Sesekali mata indahnya melirik ke arah kamar mandi. Tempat dimana sang kekasih yang mungkin sedang sibuk membersihkan diri didalam sana. Ia menghela nafas pelan. Ia sebenarnya lelah, selama delapan bulan ia menjalin hubungan dengan kekasihnya 'Min yoongi' tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya dan semua keluarganya. Ia dengan terpaksa menyembunyikan hubungannya karna yoongi lah yang meminta-lebih tepatnya memaksa agar namjoon tidak memberi tau hubungannya dengan siapapun. Namjoon mengerti, alasan kenapa yoongi melakukan ini. Namjoon paham benar. Hanya saja, ia juga merasa tak enak dengan yoonginya.
Disaat dia ingin sekali menolak permintaan yoongi untuk merahasiakan hubungannya, disaat itu juga ia merasa tak tega. Sangat tak tega melihat yoongi memohon dengan kedua mata sipitnya yang berkaca-kaca dan selalu berkata
'Kumohon namjoon. Ada saatnya nanti kau harus memberitahu hubungan kita. Tapi tidak sekarang. Ku mohon jangan sekarang namjoon-ah' .
Namjoon mengusak wajahnya pelan. Sungguh ia tak tau harus bagaimana. Ia tak mungkin terus menerus merahasiakan hubungannya dengan yoongi dari keluarganya.
"Kau baik-baik saja?" Ah~ suara itu mengagetkan namjoon dari segala atensitas pikirannya. Ia melirik kesumber suara. Ya, dia disana. Diambang pintu kamar mandi,dengan bathrobe hijau muda yang membungkus tubuhnya. Sedang menatapnya dan terlihat ia mulai berjalan mendekat keranjang, tempat namjoonya berada.
YOU ARE READING
Special
Fanfiction'Aku memimpikannya. ada namjoon dan malaikat kecil yang sangat cantik dengan gaun putih dan rambut sepundaknya yang digerai' 'Aku mempimpikannya lagi. dengan orang yang sama. namjoon dan wanita kecil yang sangat cantik seperti malaikat kecil impian...
