Masa pengenalan sekolah bagi siswa kelas 10 telah selesai seminggu yang lalu. Park Jihoon, salah satu dari 100 siswa kelas 10 Dream High School saat ini sudah duduk manis di bangku kelas barunya. Senyum manis dan menggemaskan selalu terpatri di wajah menawannya setiap datang siswa baru yang juga sekelas dengannya.
"Hai Jihoon-ah," sapa salah satu siswi perempuan ber-nametag Choi Yoojung ketika duduk di sebelah bangku Jihoon. Jihoon tersenyum untuk kesekian kalinya sambil menjawab sapaan teman sekelasnya itu.
Jihoon memang sudah terkenal sejak hari kedua pelaksanaan kegiatan MPS (Masa Pengenalan Sekolah) karena aksi nekatnya menembak seorang Choi Yuju, ketua angkatan kelas 11 sekaligus penanggung jawab kegiatan MPS yang terkenal judes dan sangat dingin.
Saat itu, dia sedang disidak oleh Yuju karena terlambat datang.
"Kamu tau apa kesalahanmu?" tanya Yuju dingin lengkap dengan ekspresi datar andalannya. Jihoon tersenyum manis dan mengangguk mantap.
"Terlambat datang 10 menit, Kak."
Yuju menghela napas pelan. Juniornya ini tak henti-hentinya menebar senyum saat pertama kali mereka bertemu beberapa menit yang lalu dan itu cukup membuatnya muak. Ingin rasanya ia membunuh Yerin saat ini juga karena telah membebankan siswa junior tidak waras bernama Park Jihoon ini padanya.
"Kakak mau ngasih hukuman apa ke saya, kak?" tanya Jihoon saat melihat kakak seniornya itu hanya terdiam sambil menunduk entah memikirkan apa. Yuju segera mendongak setelah mendengar lontaran kalimat pertanyaan dari siswa junior di depannya ini. Sungguh, baru kali ini Yuju tau ada spesies seperti Jihoon yang justru bersikap tenang dan malah menanyakan hukuman untuknya, sementara junior lain akan banyak bungkam dan ketakutan saat tau akan dihukum.
"Kenapa kamu terlambat?" tanya Yuju akhirnya.
"Kalau saya ceritain kakak bakal percaya apa nggak?" Bukannya menjawab pertanyaan Yuju, justru Jihoon balik bertanya ke kakak pembimbingnya yang judes dan sedingin freezer itu tanpa rasa takut sama sekali. Yuju diam, semakin jengkel pada juniornya yang satu ini.
"Jadi gini kak, tadi waktu saya lagi di jalan ke sekolah ada ibu-ibu yang keserempet motor dan belanjaannya jatuh semua..."
"Terus kamu tolongin ibu-ibu itu ke rumah sakit, iya?" potong Yuju kesal.
"Bukan kak. Duh makanya kakak tunggu saya selesai cerita dulu kak biar paham," sahut Jihoon masih dengan tampangnya yang mengesalkan bagi Yuju. Gadis itu kembali diam dan memasang ekpresi datarnya tanpa menatap Jihoon sama sekali.
"Jadi saya emang nolongin ibu-ibu itu kak, tapi saya cuma bantu beresin belanjaannya aja yang kececeran terus saya serahin ke petugas 119 yang mau bawa ibu itu ke rumah sakit. Kan kasian kak, belanjaan ibu itu banyak terus kececer semua di jalan. Kalo harus beli lagi kan ibu itu dobel pengeluarannya nanti. Jadi gitu kak ceritanya kenapa saya bisa terlambat 10 menit tadi," jelas Jihoon panjang kali lebar. Oh jangan tanyakan bagaimana ekpresi Yuju saat ini. Yang pasti, wajah gadis itu semakin memerah menahan kesal dan jika saja terlihat mungkin di telinganya sudah keluar asap saking ingin meledaknya.
Yuju menghirup napasnya pelan, berusaha menetralkan kekesalannya yang memuncak akibat tingkah Jihoon. Jika saja ia tidak berada di tempat umum dan memiliki jabatan penting di sekolah ini, pasti ia akan dengan senang hati melempar Jihoon ke kandang singa agar dimangsa hidup-hidup lalu enyah dari hidupnya.
"Kamu bantu bereskan perpustakaan bersama Jeon saem nanti sepulang kegiatan MPS. Itu hukumanmu," ucap Yuju sebelum bangkit dari duduknya di pelataran lapangan sekolah.
"Baik kak, siap laksanakan." Jihoon kembali memamerkan senyum manisnya. Yuju mengangguk pelan lalu beranjak meninggalkan tempat itu. Namun baru beberapa langkah, ia kembali dikejutkan dengan tingkah Jihoon yang diluar nalar baginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yuju & Produce 101's Story
Fiksi Penggemaroneshoot collections with main cast Yuju and Produce 101's trainee
