"Kau pikir pekerjaanmu akan cepat selesai jika kau bermalasan seperti itu!!"
Ahh madam Gill selalu saja memarahiku, memangnya dia tidak lihat apa saja yang sudah kubereskan.
"Maaf, aku akan lebih giat lagi"
Aku sama sekali tidak berani mengungkapkan isi hatiku.
Kenalkan aku Velannie Urtzi, biasa disapa Velan. Anak perempuan yang tinggal sendirian dan ditakdirkan hidup di planet Surcus.
Entah apa yang terjadi pada kedua orangtuaku setelah pergi ke medan perang 5 tahun yang lalu.
Yang jelas aku baik-baik saja, lebih tepatnya berusaha terlihat baik-baik saja.
Planet ini berbeda.
Jika kau mengunjunginya, kau pasti akan takjub.
Kami para manusia hidup berdampingan dengan makhluk Basile, atau yang sering disebut makhluk dongeng.
Disini ada berbagai macam makhluk Basile, seperti berbadan manusia dan berkepala kuda, atau sebaliknya berkepala manusia dan berbadan kuda.
Semua makhluk Basile dapat berbicara, dengan bahasa mereka sendiri tentunya.
Perlu pemahaman khusus bagi manusia yang ingin bisa mengerti bahasa Basile.
Dan kami para manusia serta Basile memiliki dewa untuk dipuja, dewa yang selalu memberikan kesejahteraan bagi para makhluknya.
Tapi kehidupan disini tidak selalu seindah cerita dongeng.
Terlebih planet ini sudah terlalu hancur, akibat ulah manusia sendiri. Yang selalu semena-mena, tidak puas, curang, dan kekanakan.
~~~
"Bereskan meja disana!!"
"Antarkan pesanan ini ke meja no 15."
"Jangan diam saja disana, lakukanlah sesuatu."
Hari yang selalu aku jalani disini, tempat peristirahatan para penjelajah.
Tak pelak, tempat ini selalu ramai, setiap hari setiap saat.
Sepertinya Madam Gill tidak mengijinkan para pekerjanya termasuk aku beristirahat barang sebentar saja.
Tapi dari disinilah ceritaku dengannya dan dengan para dewa dimulai.
~~~
"Pangeran anda dipanggil untuk segera menemui Dewa Reaghann."
"Aku akan segera kesana, terimakasih"
Begitukah Dewa menciptakan seorang pangeran yang sangat rupawan di atas langit ini. Entahlah tidak ada yang tahu.
Tapi jika boleh, apakah aku boleh memiliki dia.
Mata hazel yang penuh binar, surai coklat gelap, perawakan tubuh yang tinggi. Bukankah dia sungguh sempurna.
Tidak ada satu gadis pun di atas Kerajaan Imperia yang tidak mengetahui dan tidak terpesona olehnya.
Sayang pangeran sudah dijodohkan oleh seorang dewi.
Bayangkan seorang dewi, mereka akan hidup bahagia tentunya.
Karena tidak ada yang bisa melebihi dewi bukan.
Pangeran Digant, dengan gagahnya menyusuri koridor kerajaan.
Untuk menemui Dewa Reaghann.
"Apakah kau memanggilku Dewa Reaghann."
"Ahh... Putra mahkotaku, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja, ayah."
KAMU SEDANG MEMBACA
To The Edge Of The Sky
FantasyApakah mungkin planet Surcus memiliki penghubung dengan kerajaan para Dewa? Para dewa yang selalu tinggal di atas langit, mengatur segalanya dari atas langit. Terlalu naif untuk turun ke bumi, Kerajaan Imperia tempat para dewa penguasa planet fana...
