Kau hanyalah anganku yang tidak bisa kuraih dan tidak bisa kugenggam.
☀☀☀☀☀
"Huaaaaaaa akuuu bisa bisaa telaat niih maaah." suara teriakan gadis itu yang sedari tadi tergesa gesa menuruni anak tangga dirumahnya tersebut, dengan memakai seragam sekolah yang kurang rapih serta dasi yang belum sempat ia kenakan tetapi ia tetap kelihatan cantik.
Gadis itu bernama
Audrina variska irawan anak dari pasangan mira variska dengan ferdi irawan, Audrina mempunyai kaka laki-laki yaitu Andrian varis irawan yang umurnya tidak jauh berbeda dengan Audri, mereka hanya selisih 2 tahun, yap tentu saja sekarang audri kelas 10 dan andrian kelas 12 mereka berdua tiada hari tanpa ribut, persoalan kecil pun mereka ributkan, tetapi itu hanya ribut biasa.
Audrina sangat cantik, mempunyai hidung yang mancung, berkulit kuning langsat, mempunyai mata yang sangat indah disertai bola
mata yang berwarna coklat, dan mempunyai lesung pipit yang menambahkan manis ketika tersenyum, Audrina itu tipe orang yang friendly ia sama sekali tidak memilih teman. Tak heran jika ia banyak yang menyukainya, selain cantik ia juga ramah, dan baik sama semua orang.
Berbeda dengan kakanya tersebut Andrian juga cool, tampan, the most wanted disekolahnya. banyak juga yang menyukai andrian tetapi Andrian seperti itu, ia selalu memainkan hati perempuan yg mendekati dirinya, badboys pula selalu mendapatkan surat peringatan padahal andrian sudah kelas 12.
"Kan tadi sudah mamah bangunin berkali-kali tapi kamu nya aja yang ngga denger." sahut mamah santai setara mengoleskan selai kacang dirotinya.
"Haha mampus lo dek telat." ucap Andrian dengan cengiran jahilnya.
"Kalau gue telat lo juga kali bang, ih gamikir." sahut Audri dengan mendaratkan dirinya dikursi meja makan tersebut.
Mira yang mendengar sedikit keributan diantara anaknya itu pun hanya diam dan tiba-tiba Ferdi selaku orangtua lelaki dia meredakan perdebatan mereka berdua.
"Yaudah ngga usah ribut nanti kamu berangkat sama siapa audri? bareng abang? atau bareng papah?." ucap papah seraya berdiri dan memakai jas kerjanya tersebut.
"Aku bareng papah aja, ngga mau bareng si abang." sahut Audrina dengan memakai tas kepundaknya.
"yee lagian siapa yang mau bareng sama lo? ngeribetin pah mah dia tuh."
"Sstt ribut mulu yaudah cepat kalian berangkat nanti telat." ucap mamah dengan senyum simpulnya itu.
"Yaudah papah sama anak-anak berangkat ya mah." sahut papah dengan mencium kening istrinya itu.
"assalamualaikum." pamit mereka bertiga dengan mencium punggung lengan mamah nya tersebut.
"Waalaikumsallam hatihati yaa." sahut mamah dari kejauhan dengan melambaikan tangannya.
***
"Audriiii lo pr udah beluum, mampus gue belum lagi." suara teriakan yang sangat familiar ditelinga Audri yap siapa lagi kalau bukan Metha aulia sahabat Audri sejak Kecil, Metha juga sama cantik nya dengan Audri.
Bahkan ketika smp mereka selalu dibilang kembar karena setiap hari mereka selalu berdua ketika disekolah, mengapa Audri hanya mempunyai satu teman disekolahnya? bukan teman, tetapi sahabat, bahkan teman Audri sangat banyak disekolah, maupun diluar sekolah dari kalangan kaka kelas maupun adik kelasnya. walaupun sifat Audri friendly terhadap siapapun, tetapi sahabat yang ia punya hanya metha seorang. dan sekarang mereka berdua dipertemukan satu sekolah lagi bahkan sebangku.
Audri yang baru saja ingin meletakan kepalanya diatas meja dengan tangan sebagai tumpuannya, sontak terkejut mendengar suara toa sahabatnya itu.
"Udah tuh ada di tas ambil aja." ucap audri dengan malas dan meletakan kembali kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible
Fiksi RemajaApakah aku mungkin bisa mendapatkan seseorang seperti dia? seseorang yang sedang aku kagumi saat ini? Apakah aku salah mencintai seseorang, yang sudah tau seseorang itu tidak akan mungkin mencintai ku? Apakah ketidak mungkinan ini akan menjadi hal y...
