Ifa memandang Lia dengan wajah murung
"lho, kenapa Fa gak lulus?" tanya Lia hati-hati
Hari ini ada lah hari pengumuman seleksi setelah kemarin mati-matian mempelajari beberapa lagu dan nada,
Ifa hanya diam di tanya dia duduk disebelah Lia
"lulus gak?, kamu tampil kan?" tanya Lia bertubi-tubi
"hua..!" tiba-tiba Ifa menangis sambil menutupi muka nya
"lho, Fa kok nangis?!" Lia panik
"ak..ku.." Ifa berbicara terbata-bata
"iya kenapa?" tanya Lia sambil mengelus pungun Ifa
"Cuma pura-pura nangis hehehe..." Ifa tertawa menghapus air mata nya
"Fa..!" teriak Lia marah, giman gak marah udah di buat panik setengah mati eh, ternyata Cuma bohongan!
"hehehe... aku lulus kok" Ifa tertawa mengankat tangan nya dengan gembira
"ye...!" teriak Lia senang melebihi Ifa sambil loncat dari duduk nya
"udah-udah jangan lebay-lebay deh, malu dilihat orang" ledek Ifa
"eh, iya-iya" Lia salah tingkah sendiri sambil sesekali terseyum malu kearah murit yang melihat mereka dengan penuh tanda tanya lalu segera duduk lagi di sebelah Ifa
"trus gimana-gimana?" tanya Lia
"gimana apa nya?" tanya Ifa balik
"maksut ku gimana traktir nya?" tanya Lia
"aku ikut berjasa lho" tambah Lia
"orang berjasa itu tak mengharap kan balasan " jelas Ifa Lia cemberut
"hehehe... ayok deh, aku traktir" ajak Ifa
"yes, berhasil!" teriak Lia senang
"tapi kalau nambah bayar sendiri" potong ku membuat Lia cemberut lagi
"Ifa..!" seru Lia jengkel sendiri segera mengejar Ifa yang sedari tadi sudah lari duluan di depan nya, mereka berkejar-kejaran tampa memperdulikan koridor yang makin penuh murit-murit,
"di koridor jangan lari-lari, dong!" teriak Citra teman sekelas mereka yang sempat tidak senganja tertabrak Lia,
"maaf" Lia hanya melabaikan tangan sambil terus melanjut kan lari nya
Citra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku 2 sahabat lama itu lalu melanjut kan jalan nya kearah perpustakaan, sementara Ifa terus berlari kearah kantin di belakang nya masi ada Lia yang masi tidak bisa mengejar Ifa.
***
Ifa menyeruput vanila milkshake nya sedangkan di depan nya ad Lia yang sibuk memasukan nasi goreng kedalam mulut nya dengan lahap,
"kamu itu suka apa laper sih," ejek Ifa sambil mengduk-aduk milshake nya
"hua-hua nya" sahut Lia denga mulut penuh
"telan dulu lah, baru jawab biar pipi mu gak kembung gitu" kata Ifa tertawa kecil
"uhuk...uhuk...uhuk...!" tiba-tiba Lia terbatuk-batuk sepertinya nasi goreng nya nyangkut di tenggorokan nya,
"kenapa Lia?" tanya Ifa pura-pura tida tau apa-apa, mata Lia melotot sambil terus terbatuk-batuk
"hehehe... biasa aja kali mata nya lepas lho," Ifa memberi kan softdrink milik Lia yang belum di buka, bukan nya ngambil botol itu Lia Cuma nunjuk tutup botol nya seperti menandakan 'buka tutup nya' dengan malas-malasan Ifa membuka tutup botol yang lumayang susah itu,
"nih," Ifa menyondor kan softdrink yang baru di buka, dengan segera Lia menyambar minuman nya lalu meminum sampai tinggal setengah
"gak lucu" suhut Lia terengah-engah
"emang gak lucu," jawab Ifa datar
"eh, Fa kalung itu baru ya?" tanya Lia sambil melihat kalung di leher Ifa
�C���@
Yaps segini dulu prat 1 satu nya, komen kalau ada yang kurang tanks yang udah baca
Ifani.
YOU ARE READING
TWINS GRILS DREAM SINGER
Mystery / Thrillersebuah bola mengelinding kearah tengah jalan "ah, bola nya kesana kakak ambilin ya.." kata kakak laki-laki itu "angan atu aja (jangan aku aja)" sahut gadis kecil yang sedari tadi main ayunan, "itut (ikut)" tambah gadis kecil yang tadi bermain bola...
