Kenalin nama gue Prillyan Alexandra. Umur gue 15 tahun, gue sekolah di SMP Antaka, dan bru naik kelas 3 smp. Bisa di bilang ini bio singkat gue. oke lah klo gitu langsung aja ke cerita 👇
07.30 SMP Antaka
"Lyy !!" teriak seorang gadis berpotongan rambut sebahu. Gadis yang terlihat sangat ceria itu bertujuan mengageti sahabatnya yang duduk melamun di salah satu bangku di kelasnya.
Seketika itu Prilly terkejut dan memegagi dadanya yg berdegup cepat sekali. Prilly mendongak menatap sahabat nya dengan tatapan membunuh. Sedangkan sahabatnya hanya nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mau bikin jantung gue copot hah?"
Sahabat Prilly yang tidak lain bernama Diandra itu hanya meringis saja. Menunjukkan deretan gigi-gigi putihnya. Sama sekali ia tidak merasa bersalah. Justru ia merasa telah menyelamatkan Prilly. Jika terus-terusan melamun bisa kesambet nanti.
"Lo sih melamun terus. Emang ngelamunin siapa sih?" tanya Diandra yg sambil duduk di samping prilly.
"Kepo lo kek dora" jawab Prilly dengan simplenya membuat Diandra bersunggut sebal.
"Lo kok gitu sih jawabnya, gk asik iih" balas Diandra. Dan Prilly lebih memilih menyurukkan kepalanya di atas meja, membiarkan Diandra berceloteh sendiri, karna merasa tak di anggap Diandra berdiri dan keluar kelas.
Prilly mengghela nafas panjang kemudian menghembuskannya. Jujur saja hari ini ia sedang malas berbuat apa - apa. Ia hanya ingin sendiri dan lanjut memikirkan mengapa ia bisa masuk ke kelas 9B. Kenapa ia tidak masuk ke kelas 9A padahal mayoritas teman - temannya saat kelas 8 dulu berada di sana, ini sungguh tidak adil!
~kring kring kringg~
Bel masuk berbunyi tiga kali. Setelah istirahat selama 15 menit. Siswa dan siswi yang berada di kantin, di wc, dan di belakang sekolah. Semua berhamburan menuju kelasnya masing-masing. Terkecuali Prilly yang sedari berdiam diri di kelas.
Secara tiba - tiba terlihat sosok Diandra yang datang dengan membawa sekeresek makanan ringan untuk Prilly.
"Ni buat lo!"
"Asal lo tau aja ya ini belinya butuh perjuangan... Gue harus desak-desakkan sama adek kelas demi bu,–"
Ucapan Diandra terpotong saat Prilly menarik tangannya dan menyuruhnya duduk di kursi yg berada di sampingnya.
"Makasih... Diandraku baik dehh"
"Kalo ada maunya aja panggil aku kamu biasanya juga lo gue" ucap Diandra kemudian ia menyodorkan sekeresek makanan tersebut di hadapan Prilly.
"Yealah lu marah - marah mulu dari tadi,- ikhlas gk ni"
"Yaa yaaa ikhlas buat lo apa sih yang gk" ucap Diandra lagi yg kealayannya mulai kumat.
Satu per satu makanan pun sudah ludes masuk ke dalam perut Prilly. Karna guru mapel matematika sudah terlihat dari kejauhan Prilly menghentikan acara makannya dan langsung memasukkan acak bungkus makanan ke dalam kantong plastik.
Saat hendak menegakkan tubuhnya, tak sengaja kepalanya membentur meja.
Dukk
"Aw.." ringis Prilly memegangi kepalanya yang berdenyut.
Diandra hanya diam saja menatap Prilly yang sedang kesakitan. Ia berfikir toh hanya terbentur pelan saja tidak mungkin hilang ingatan.
"Gak ada niatan bantuin gue?" tanya Prilly kesal.
"Gak ada, hehehe.. " balas Diandra sambil tertawa konyol.
"Aishh tega banget lo mah sama sahabat sendiri" cerca Prilly.
Saat Guru Matematika memasuki ruangan kelas 9B. Semua murid langsung terdiam. Menghargai guru yang baru akan mengajar mata pelajaran matematika kelas 9.
"Karna pada dasarnya rencana tuhan emang gk pernah bisa di duga"
*****
#Cuap cuap autors#
HAYYY!!! 😁
Riders, ini cerita pertama gue ya, maaf ya klo bahasa atau penulisannya masih berantakkan 😅 soalnya gue ini masih baru banget 😂 mohon dukungannya dengan cara vote and coment 🤗
#salam
Nrlimtan ♡
YOU ARE READING
Be Mine
Teen Fiction"Lo simpen foto gue dalam jangka waktu 3 hari pasti lo bkal suka sma gw" Kenzo Julian Guano "Gue udah simpen foto lo dua hari dan gue gak ada respon apa-apa! Besok hari ke 3 gue simpen foto lo, kita lihat aja itu beneran atau cuma hoax" Prillyan Al...
