#01

34 4 1
                                        

Aku ngak tau bagaimana rasanya jatuh cinta.

Aku ngak tau apa itu cinta.

tapi,bertemu denganya aku merasa seperti ada yang berbeda setiap melihat senyumannya.

Apakah itu yang namanya jatu cinta?

apakah itu yang namanya cinta?

Arka arjuna

-o-o-

"ka' Arka"ada seseorang yang memangilnya sambil mengetok pintu kamarnya.suara itu membuat Arka bangun dari tidurnya kemudian berjalan menuju sumber suara itu.Arka membuka pintu kamarnya dan melihat perempuan mengenakan seragam putih biru siapa lagi kalaw bukan Tasya adik kesayangan Arka.

"Apa?"tanya Arka sambil mengucek ngucek matanya sesudah melihat adiknya yang sudah siap ke sekolah.

"Kaka ngak sekolah?"tanya Tasya heran melihat kakanya belum siap sama sekali ke sekolah.

"Udah jam berapa emang?"

"Udah jam 6 lewat 45.kakak kok belu-"Tasya belum selesai bicara Arka sudah menutup pintu kamarnya.

"Dek kamu tungu kaka aja di bawah!"teriak Arka panik di dalam kamarnya.

"Jangan lama lama yah kak.tanti tasya terlambat loh"Tasya sambil menuruni anak tangga di depan kamar Arka.

"Iyah bentar lagi kok"balas Arka di dalam kamarnya yang baru mencari seragamnya.

"Non..."teriak Mbi Rini di balik pintu.Tasya yang mendengar suara itu langsung mempercepat langkahnya.

"Ada apa mbi?"tanya Tasya di hadapan Mbi Rini.

"Ada yang nyariin tuh di depan.katanya mau jemput non tasya"jelas mbi rini sambil melihat pemuda berumuran dengan Tasya di depan gerbang rumahnya.tanpa pikir panjang Tasya berlari kecil ke arah pemuda itu

"Hai varel.ada apa?"tanya Tasya ramah.

"Bareng yuk ke sekolah!"ajak Varel sambil menaiki motornya.

"Bo..leh.tapi gue kasih tau kaka gue dulu yah."Tasya menerima ajakan Varel kemudian berbalik badan menuju ke arah mbik rini yang sedari tadi hanya duduk di kursi teras melihat Tasya.

"Mbi kasih tau ka Arka yah kalaw Tasya udah berangkat duluan."ucap Tasya langsung berbalik dan berlari kecil ke arah Vatel tanpa menungu jawabang mbi rini.

"Yu'."dengan senyum yang tak bisa di artikan Tasya memegang bahu Varel untuk membantunya menaiki motor Varel.

Sedangkan mbik rini masuk kedalam rumah setelah Tasya hilang dari pandangannya.

"Den Arka non Tasya udah berangkat duluan sama temanya"mbik rini menyampaikan ke Arka yang sedang berdi di samping meja makan sambil memasukkan roti ke dalam mulutnya.

"Ohhh.bunda sama ayah kemana mbi?"tanya Arka setelah menelan rotinya sambil memakai sweter hitam yang membuat Arka terlihat keren.

"Ehh iyah mbi hampir lupah nih den,nyonya pergi ke Bandung katanya keponakannya sakit.kata nyonya tinggal di sana 3 hari."kata mbik Rini sambil memegang jidatnya.

"Kalaw ayah?"tanya Arka sambil memakai tasnya di atas meja makan.

"Kata nyonya ayah juga ikut ke Bandung sepulang kator"jawab mbi Rini sambil memotng wortel.

"Ohhh kalaw gitu Arka berangkat dulu yah mbi.assalamu alaikum"lalu Arka berjalan keluar menuju garasi mengambil motornya.arka menaiki motornya kemudian berangkat ke sekolahnya.

🌻🌻🌻🌻🌻

"Nadin... dipangil Ibi Tika tuh di kantor!"suara itu membuat Nadin tan teman temannya yang asik bercerita di meja guru hening seketika.

"Ngapain?"tanya Nadin sambil berjalan ke arah Aldi yang berdiri di ambang pintu.

"Ngak tau"jawab Aldi dengan memain mainkan bahunya.
Nadin berjalan menuju ke arah kantor melewati koridir sekolah sambil membaca novel dua hari yang lalu di belikan kakanya.

Arka yang sedang berjalan ke arah kelasnya melewati koridir sekolah sambil menyembunyikan kedua tangannya di dalam saku celana yang ia kenakan.tiba tiba...

"Awww"suara itu terdenganr lembut dan berat.
Arka tiba tiba mengeluarkan kedua tangannya yang sedari tadi ia semvunyikan di dalam saku celananya mengusap pelan dadanya sambil menutup matanya karena dadanyasedikit sakit karena benturan kecil tapi keras yang ia tidak tahu dari mana asalnya.

"Auuu"suara itu membuat mata Arka terbuka.ia melihat seorang perempuan duduk di depannya sambil mengusap kepalanya.

Nadin membuka matanya sama seperti Arka menutup matanya saat kesakitan dan ia melihat kaki di depannya membuat Nadin segera mendongak sambil berdiri merapikan seragamnya.Nadin menutup novelnya dan mengankat sedikit wajahnya karena cowok yang sedang berdiri di depannya sangat tinggi itu sebabnya waktu tabrakan kepala Nadin kesakitan karena dada Arka yang mengenai kepalanya.Arka menurunkan tangannya karena Nadin tidak membalas ulurannya.

"Ehhh sorry yah gue ngak sengaja"Nadin merasa bersalah karena ia berjalan sambil membaca novel, ia merasa harus meminta maaf.sedangkan Arka hanya memandang Nadin datar.Arka menatap Nadin dalam Nadin juga membalasnya.

1 detik

2 detik

3 detik

4 detik

5 detik

Posisi mereka masih saling bertatapan.
Tiba tiba Nadin menurunkan wajahnya ia hanya bisa melihat dada Arka.sedangkan Arka hanya menatap rambut Nadin yang halus.

"Sorry gue ngak segaja,beneran"ucap Nadin dengan sedikit mendongak.

"Hmmm"cuman itu yang keluar dari mulut Arka.kedua tangannya ia sembunyikan kembali ke dalam saku celananya dan mulai melangkah dengan kaki panjangnya melewati Nadin yang masih memasang wajah bersalan.Nadin mengerurkan dahinya sambil bembalikkan badanya melihat pungung Arka yang yang jauh dari dirinya.

"aduhhh gue kan di panggil sama ibu Tika"









The Way You SmileDove le storie prendono vita. Scoprilo ora