First : My Own Happiness

20 1 0
                                        

KRING-KRING-KRING

Suara Alaram yang meranung-raung dikamar Alexandra Autumn . Alexa sapaan akrabnya langsung terbangun .
matanya belum sepenuhnya melek . masih sesekali sedikit menyipit . kepalanya belum sempurna terangkat . dia lalu berjalan ke arah kamar mandi walau harus beberapa kali terbentur oleh tembok itu semua karena dia yang jalannya sempoyongan seperti seorang yang sedang mabuk berat matanya juga masih terpejam . setelah mandi dan benar-benar bangun dari tidurnya . dia mengenakan dress polos selutut yang ia padukan dengan sneakers putih bergaris hijau . selanjutnya dia mengoleskan Liptin dibibirnya . kakinya pun melangkah keluar menuju mobil putihnya yang terpakir bersama mobil lainnya di garasi rumahnya . dia mengendarai mobilnya ke arah selatan .

" Aishhh " gadis itu-pun bergumam melihat jalanan kota Jakarta yang macet . lalu dia  melihat Arloji kecil biru yang melingkar manis tepat di pergelangan tangannya . kepulan asap kendaraan yang berlalu lalang serta juga debu trotoar yang tersapu angin pagi hari berkumpul jadi satu seakan reuni yang menghasilkan bau khas kota Metropolitan . roda mobil Alexa terus berputar hingga berhenti di sebuah toko roti bernama " Dream's Bakery " disamping toko roti itu ada sebuah kedai atau sejenis caffe yang khusus menyediakan kopi . kedai itu rame dipenuhi bapak-bapak maupun anak muda yang ingin sekedar menghangatkan badan dengan meneguk segelas kopi . Alexa turun dari mobil . sejenak kakinya berhenti melangkah . dia memperhatikan seorang gadis berkacamata sedang sibuk memebersihkan Vas . mata minimalis gadis itu dengan jeli membersihkan setiap debu yang menempel di Vas-nya .

" Sisi " teriakan khas Alexa yang langsung membuat gadis bernama lengkap Sisilia Choi . gadis keturunan Tionghoa itu adalah anak pemilik toko roti . serta keponakan pemilik kedai kopi disampingnya yang masih selahan dengan toko rotinya . Sisi hanya membalasnya dengan senyum lebar . dia juga melambaikan tangan bahagia . Alexa-pun berlari dan memeluk Sisi .

" Si....sehat kan ? " tanyanya . Sisi hanya membalasnya dengan bahasa isyarat seakan berkata " Aku baik "
karna ternyata Sisi adalah gadis Tunawicara .

" Pesenan ku gimana Si ? "
Alexa kembali bertanya . Sisi lalu pergi ke arah dapur  mengambil pesanan Alexa . Kaki Alexa tak bisa diam . kakinya terus menghentak lantai putih yang keras itu . dia juga sembari mebikmati bau roti-roti yang baru mengembang . baunya yang khas datang dari arah dapur . Sisi datang dan membawa sebuah kotak lalu memberikannya ke Alexa .

" Si duitnya udah aku transfer....aku duluan ya " kata Alexa saat menerima Kotak berhiaskan pita biru itu . dia langsung menuju kemobilnya . sebelum masuk . dia berbalik badan dan menyunggingkan senyuman untuk Sisi , temannya sewaktu SMP . Sisi melihat mobil Alexa yang mulai menjauh . dia kemudian mengingat kembali ketikasaat SMP dia masuk sekolah umum yang membuatnya banyak di-Bully ,namun Alexa adalah gadis baik yang mau berteman dan menghargai keberadaanya . Alexa yang berani menentang siapapun yang suka mengejek Sisi . satu kalimat yang selalu membekas dijiwanya tentang Alexa . saat itu anak kelas 8 datang mengejek Sisi yang tak bisa bicara . Alexa-pun berteriak ke orang yang telah melecehkan Sisi .

" Kalian yang udah bilang Sisilia bisu....lo denger kata gua ! kalau dulu Sisilia di suruh Tuhan buat milih bisu apa enggak pasti dia gak bakalan mau kayak gini , goblok banget yah ! udah kelas 8 . udah gede masih aja ngejekin "

sintaj oara Kakak kelas itu tak terima . mereka-pun mengatakan Alexa Pahkawab Kesiangan . namun Alexa kembaki berteriak

" heh lo yang pakai bajunya kayak ketupat....hidung lo pesek banget sih , lo yang sepatunya warna pink badan lo gendut banget " Alexa pun mengejek kembali para Kakak kelasnya .
mengomentari satu-satu fisiknya hingga membuat mereka pergi . untuk 

Endless LoveHistórias para pegar e não largar. Descubra agora