chapter 1

13 0 0
                                        

"Ini semua salahku"

"Aku yang mengajak mereka kesana"

"Dan sekarang aku harus menghentikan iblis kematian ini"

*skipp

catatan : gambaran tokoh cerita ada di atas

*********

Di depan teras sebuah rumah berlantai dua milik sarmo terparkir sebuah mobil sedan berwarna hitam.
"Mereka mana sih lama bener" keluh sarmo..tak berapa lama datang seorang remaja menggendong tas hitam di punggunya dia adalah raga..

"Yang lain mana mo? Koq lo sendirian"

"Ia nh,gw nunggu dari tadi gx muncul juga mereka" ucap sarmo sambil matanya memandang ke sekitar,
Sedangkan raga sibuk memasukan tas hitamnya kedalam bagasi mobil di bagian belakang.
Tak berapa lama muncul lima remaja seusia sarmo mereka adalah restu,woyo,risma,ede,dan yoga..

"Berangkat sekarang yuk" ajak woyo

"Ia nh udah gx sabar pengen lihat tempatnya" sambung yoga

"Nanti semuanya belum kumpul, tambun riski sama offa belum datang" jelas sarmo

"Bukanya mereka naik mobil riski ya?" Tanya restu.

"Ia sh kita tunggu saja,nanti sebagian yang ada di sini ikut sama mobil riski" kata sarmo,
Setelah cukup lama nunggu akhirnya mobil riski datang menghampiri mereka.

"Dari mana saja?" Tanya restu memasang wajah kesal

"Maaf,si tambun nh mau pergi aja dandanya lama banget" ucap riski menyembul dari jendela mobil..
"Yuk berangkat,woyo sama restu naik mobil gw aja" ajak riski,segera woyo dan restu memasuki mobil riski.

Di dalam mobil sarmo ada raga,yoga,risma,ede dan sarmo
Sedangkan di mobil riski ada
Tambun,offa,restu,woyo dan riski..ke sepuluh remaja itu pun berangkat ke tempat tujuan yaitu sebuah curug (air terjun) kalong.
Semua ini adalah ide tambun jauh hari sebelumnya mereka berencana liburan ke tempat eksotis..sekalian refreshing karna dalam waktu dekat kelas risma dan yoga akan mengikuti kemah pramuka di lapangan desa.

"Ehh tam lu tau kagak tempatnya" tanya riski

"Tau dari temen tapi kita harus masuk desa dulu, karna curug itu ada di pedalaman desa" jelas tambun

"Desa apa?" Tanya offa

"Cikamuning" jawabnya singkat,mobil riski melaju terlebih dahulu dan di ikuti sarmo di belakang...
Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di desa cikamuning,desa tersebut terlihat masih sangat alami tidak ada mobil atau motor berlalu lalang di jalanan desa dan yang pasti belum tersentuh polusi udara seperti dikota.
"Jalan menuju Curugnya ke mana nih?"Tanya tambun kebingungan..

Mata mereka membulat menatap tajam ke arah tambun.
"Lu gax tau curugnya di mana?" Tanya offa,kemudian tambun menggelengkan kepala..
Plakk semua yang ada di dalam mobil menepuk jidat.

"Kami kira lo tau,ternyata enggak" ucap riski kesal

"Ya gw cuma tau alamatnya aja,klo letak curugnya nggak hheh".

*Di dalam mobil sarmo

"Mereka mau bawa kita kemana sih? Dari tadi gx nyampe nyampe" kata sarmo

"Hooh mau keman sh mereka?" Sambung yoga.
Tiba tiba mobil riski mendadak berhenti,seketika sarmo juga menghentikan laju mobilnya.
Setelah mobilnya berhenti,riski membuka pintu dan keluar dari dalam mobil,offa tambun restu dan woyo pun ikut keluar.
"Kenapa mereka turun,kita dah nyampe?" Tanya sarmo yang kemudian bergegas turun dari mobil.

Kemudian sarmo yoga raga ede dan risma menghampiri riski yang terlihat kebingungan.
"Lu koq turun ada apa?" Tanya yoga

"Si tambun ternyata gx tau letak curugnya di mana?" Jelas riski..mereka semua terdiam menolehkan wajahnya kearah tambun..heheh maaf ucap tambun tersenyum.
Kemudian seorang pria paruh baya menghampiri kesepuluh remaja itu.

"Nyari apa dek?" Tanya pria itu ramah..

"Euhhh pak,jalan ke curug kalong d mna ya?" Tanya sarmo..

"Oh adek dari sini lurus saja, trus belok kiri nanti pas ada gang sempit adek masuk,nah kalo lihat jalan setapak ikutin jalan itu pasti sampai" ucap pria itu..

"Terima kasih pak," kata sarmo menjabat tangan pria tersebut..
Mereka pun berjalan kaki dan meninggalkan mobilnya di pinggir jalan,ketika sepuluh remaja itu sudah cukup jauh pria tadi baru teringat sesuatu..

"Woooyy nakk....jangan bawa kamera" teriak pria tersebut..namun mereka tak ada yang mendengar kecuali tambun yang sempat menoleh ke belakang.
Ia menatap heran ke arah pria tersebut "Sepertinya pria tadi mengatakan sesuatu" pikir tambun namun ia acuh dan memilih kembali berjalan dengan sahabatnya.

"Kurasa mereka mendengar apa yang aku katakan" ucap pelan pria tersebut.
Jalan demi jalan mereka lewati kini sepuluh remaja itu telah sampai di curug kalong.
Sebuah air terjun yang menjulang tinggi,di sekitaranya terdapat bebatuan yang cukup runcing...di atas air terjun itu ada satu batu karang melingkar membentuk sebuah mulut goa..

Tempatnya terlihat masih sangat asri tumbuhan menjalar di segala sisi seperti tak pernah ada orang yang datang ke tempat tersebut.
tapi ternyata Tak hanya mereka,ada 3 orang pria yang lebih dewasa dari mereka sedang berenang di curug kalong.
"Ehh lihat lihat yuk,tempatnya indah banget" ucap raga semangat..

mereka terlihat sangat menikmati pemandangan yang tersaji di curug tersebut..
Sembilan remaja itu melepaskan pakainya dan berenang di bawah derasnya air terjun kecuali tambun, ia merasa ada sesuatu yang aneh di tempat tersebut.

Ketika tambun mendongak ke atas air terjun dan melihat batu karang melingkar seperti mulut goa,
matanya menangkap sosok tinggi besar dengan mata merah menyala berdiri menatap tajam ke arahnya.
Dengan cepat ia memalingkan wajah ke bawah,ketika ia kembali mendongak ke atas sosok tersebut menghilang.

perasaanya pun mulai gelisah.
Tambun kemudian berjalan di tumpukan akar akar dan menginjak sesuatu.
Traaakk.... "apa ini?" Ucapnya menatap ke bawah,ia kemudian mengambil yang tadi di injaknya ternyata berupa papan peringatan.

"Papan peringatan apa ini?"

DILARANG FOTO DI SINI BAHAYA kata yang tertulis di papan tersebut...
"woyy tam,lu ngapain?" teriak raga,sontak tambun langsung melempar papan yang tadi ditemukanya.

dengan cepat ia membalikan badanya menatap raga,
"gx,tadi liat batu bagus banget" ucapnya

"oh,kirain lagi ngapain" kata raga.
setelah cukup lama mereka berenang perlahan tubuhnya mulai kedinginan,akhirnya mereka menyudahi kegiatanya tersebut.
"udah sore juga,balik yuk?" ajak ede

"iya nh,lagian hari hampir gelap" sambung tambun..sebelum pergi mereka ingin berfoto,namun tambun mencegahnya.
"jangan,sebaiknya pulang saja aku sudah lapar nh" kata tambun.

"kita tidak akan pulang sebelum berfoto" ucap sarmo kekeuh.
mau tak mau tambun harus mengalah karna tidak mungkin ia melawan sahabatnya kalau sudah kekeuh seperti ini,
sarmo kemudian memanggil salah satu dari ketiga pria tadi yang kebetulan belum pulang.

"mas,tolong fotoin ya" kata sarmo pada seorang pria mengenakan kaos putih dengan rambut sedikit basah,kesepuluh remaja itu pun berfose layaknya pemain sepak bola.

empat orang jongkok di depan dan enam lagi berdiri di belakang dengan latar air terjun yang menjulang tinggi...ckreek..mereka terus berfoto bersama dengan fose yang berbeda..kemudian satu per satu mereka berfoto,cukup banyak mereka mengambil gambar,setelah itu mereka melangkah pulang tanpa mengecek hasil jepretanya yang menggunakan kamera handpone milik tambun,karna sebelum berangkat mereka lupa membawa kamera.

ketika hendak pulang tambun merasakan ada sesuatu yang mengikutinya di belakang,namun ia mengacuhkan perasaanya itu.

bersambung...
wahh ada apa nih? tunggu kelanjutanya gaess....jangan lupa vote dan coment..

tertangkap kameraHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora