-00- Prologue
Choi Yuju's POV
AKU harus belajar menerima kenyataan pahit. Sebuah penuturan Ibu sukses membuat hatiku tertohok. Aku tidak tahu pasti, alasan apa yang harus aku gunakan untuk menolak mentah-mentah permintaan Ibu untuk menikah lagi.
Sebagai anak tunggal, aku harus bersikap lebih dewasa. Apalagi kepergian Ayah membuat hidupku seperti berputar 180 derajat. Aku memang membutuhkan sosok Ayah. Namun, apakah aku juga harus menerima Ayah baruku dengan baik? Tapi, posisi Ibulah yang paling berat.
Beliau harus bekerja keras untuk kehidupan kami selama tiga tahun. Mungkin beliau membutuhkan sosok suami yang bisa menghiburnya. Sosok suami yang dapat mengayomi keluarga sehingga Ibu tidak perlu lagi bekerja susah payah. Aku tahu betul, wanita bak tulang rusuk, yang tidak bisa menjadi tulang punggung.
Sebuah panggilan telepon menginterupsi renunganku.
"Yeoboseyo."
"...."
"Ne. Dua puluh menit lagi aku sampai. Tunggu di sana, oke?"
Pip.
-00-
"Maaf lama menunggu."
Gadis itu tersenyum. Lantas dia mempersilakan aku untuk duduk berhadapan dengannya.
"Tidak juga." Gadis itu menggeleng. "Matamu sembab, apa kau baru saja menangis?"
"Tidak," ucapku berbohong.
Dia meraih tanganku dan berkata. "Yuju-ah, kita telah bersahabat hampir empat tahun lamanya. Kau tidak bisa berbohong padaku."
"Lantas apa yang membuatmu bersedih seperti ini?" lanjutnya. Tangannya masih menggenggam tanganku.
"Eunha-ah, Ibu akan menikah," ucapku singkat.
Eunha mengernyit. "Menikah?"
Aku mengangguk. Eunha melepas genggamannya, lalu mengaduk-aduk lemon tea di depannya. "Kenapa masalahmu sama seperti masalahku?"
"Maksudmu?"
Eunha menghela napas, "Sebenarnya aku mengajakmu ke sini untuk menceritakan hal ini. Aku tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Apa aku harus menerima keputusan Ayah atau menolaknya?"
"Tapi, kau juga mendapatkan masalah yang sama denganku. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah itu?" lanjut Eunha.
"Entahlah," aku membuang napas kasar. "Aku belum mengatakan hal apapun pada Ibu. Namun, mungkin Ibu memang membutuhkan seorang suami."
"Intinya, kau akan menerima keputusan Bibi Ahn?" tanya Eunha lagi.
Aku mengangguk pelan. "Iya. Aku tidak ingin mengedepankan keegoisanku. Aku hanya ingin Ibu bahagia. Jika Ibu bahagia, hidupku terasa lebih tenang."
"Begitu, ya?"
Aku mengangguk lagi. "Bagaimana keputusanmu?"
"Mendengar penjelasanmu itu .... Aku akan menerima keputusan Ayahku."
"Baguslah, lalu bagaimana dengan Eunji eonnie?"
"Kau juga tahu sifat Eunji eonnie seperti apa. Dia menerima keputusan Ayah untuk menikah lagi. Dan seperti yang kau tahu, dia lebih dewasa daripada aku." Eunha mengulum bibir. "Namun, aku khawatir dengan bentuk Ibu baruku nanti, ditambah seorang anak perempuan yang akan menjadi saudara tiriku."
"Aku juga merasakan hal yang sama, Eunha. Tapi, selama membuat Ibu bahagia, aku tidak masalah."
Kulihat Eunha mengangguk paham. Dia mengecek ponselnya, begitu juga aku.
"Eumm ... Yuju-ah. Aku harus pulang. Kata Ayah, aku harus bersiap untuk pertemuan keluarga nanti malam."
"Ibu juga menyuruhku untuk pulang dan bersiap untuk makan malam keluarga."
"Eh, begitukah? Kenapa bisa sama seperti ini, ya?"
"Ini sebuah kebetulan yang tidak disengaja."
"Yuju-ah ... Apakah ini sebuah pertanda. Kalau kita ...."
Eunha tidak melanjutkan ucapannya. Tentu saja aku semakin penasaran. "Kalau kita apa?"
Eunha menengguk salivanya, "Apa jangan-jangan Ayah akan menikah dengan Bibi Ahn?"
"Maksudmu, Ayahmu akan menikah dengan Ibuku, begitu?"
"Mungkin saja."
Aku berpikir keras. Kenapa dunia sesempit ini?
Choi Yuju's POV END
-00-
"Ibu, cepat beri penjelasan padaku."
"Penjelasan tentang apa?"
"Dengan siapa Ibu akan menikah?"
Nyonya Ahn terdiam. Ia memandangi wajah cantik putri tunggalnya. Alis Yuju tertaut, matanya membutuhkan penjelasan tentang hal itu.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Nyonya Ahn.
"Eomma, jangan ada rahasia di antara ibu dan anak," ucap Yuju. Tiba-tiba suaranya melirih, "Lagipula, Yuju sudah menyetujui keputusan Ibu."
Mata Nyonya Ahn berbinar setelah mendengar ungkapan anaknya. Yuju telah tumbuh dewasa dan bisa berpikir matang tentang hal yang harus dia lakukan.
Nyonya Ahn mengelus puncak kepala Yuju lembut. Segaris senyum tipis tersemat di wajahnya yang mulai berkerut.
"Kau telah tumbuh dewasa, Nak," Nyonya Ahn mengecup kening Yuju penuh kasih sayang. "Ibu akan menikah dengan Ayah Eunha."
Yuju membulatkan matanya kaget. Ternyata prediksi Eunha tadi tepat dan akurat. Dalam lubuk hatinya, Yuju gembira bukan main. Mendapat saudara tiri sebaik Eunha adalah keajaiban tersendiri bagi Yuju.
"Bersiaplah, pukul tujuh nanti kita akan berangkat," ucap Nyonya Ahn sebelum meninggalkan Yuju sendiri di ruang tamu.
Terima kasih, Tuhan. Engkau memberikan jalan yang terbaik untukku dan keluarga Eunha.
Mungkin mempersatukan Ibunya dengan Ayah Eunha adalah takdir telah ditetapkan oleh Tuhan. Dan Yuju bersyukur karena itu.
-00-
tbc
Udah ya prolognya segitu dulu. Part2 selanjutnya bakalan banyak :). Sembari menunggu ROUGH update bisalah baca ini wkwkwk😂.
Stay tuned dan ramein. Jan lupa vote commentnya. Karena itu berharga buat aku.
YOU ARE READING
Choi & Jung [BTS X GFRIEND FF]
Fanfiction[ON GOING] Sahabat sekaligus saudara tiri. Choi Yuju dan Jung Eunha tidak pernah terpisahkan. Bahkan mereka terlibat dalam cerita cinta yang rumit. Mereka menyukai seorang pria yang sama dalam waktu berbeda. . . started : 11 May 2017 cover by j_ssyo...
![Choi & Jung [BTS X GFRIEND FF]](https://img.wattpad.com/cover/108616774-64-k299662.jpg)