First Meet #1

95 11 7
                                        

Sore ini di taman belakang sekolah aku akan menemui Reza. Dia adalah orang yang sangat aku sukai sejak setengah tahun belakangan ini. Entah ada angin apa saat istirahat tadi dia menemuiku di perpustakaan sekolah.

*flashback*

Aku berdiri sendirian di sudut perpus sambil sesekali mencari kemudian membaca buku yang memang harus aku pinjam dari perpus ini. Aku mencoba mengejar waktu, karena 5 menit lagi akan bel masuk.

Saat sedang konsentrasi membaca buku, ada yang menepuk pelan pundakku. Secara spontan aku menoleh kebelakang.

Dia....

"Nanti pulang sekolah ketemu di taman belakang sekolah ya," ucapnya singkat, padat, jelas. Dia tidak sepenuhnya menatapku sedangkan aku terus terbengong menatapnya.

Ku anggukkan kepala sebagai jawaban. Bodohnya, aku tidak bertanya untuk hal apa dia mengajakku bertemu. Aku dibuat mati gaya.

Saat dia mendapati aku mengangguk dia langsung pergi keluar perpus setelah melempar sedikit senyum kearahku.

*flashback end*

Awalnya aku bingung. Aku memang mengenalnya, ku kira dia tidak akan pernah mengenalku. Tapi kenyataannya berbeda. Aku Friska Meilina yang hanya gadis culun, cupu, aneh, bahkan sama sekali tidak masuk dalam golongan cewek cantik tiba-tiba diajak bertemu oleh Reza, cowok most wanted di SMA PUTRA PUTRI BANGSA, yang pasti mantan dan fansnya itu lebih cantik dari aku, tapi dia mengenal ku? Ini tidak mungkin. Aku kira ini cuma mimpi, tapi ternyata ini sungguhan. Aaaaaa... tidak pernah aku merasakan bahagia seperti sekarang.

Jantungku terus berdetak kencang, aliran darahku seakan berhenti. Aku sendiri tidak tahu ini perasaan apa. Jatuh cinta? Mungkin. Saat Reza menoleh dan menatap mataku, aku tak ragu lagi membalas tatapannya. Rasanya aku ingin meleleh saat itu juga. Aku kelewat baper dibuatnya.

Yaampun, dia tambah ganteng kalo diliat dari jarak sedeket ini.... gumamku dalam hati

Biasanya aku hanya melihat Reza dari jauh, karena aku sebatas secret admirer. Tapi sekarang dia tepat disebelahku. Aku tidak perlu lagi memandangnya diam-diam. Aku tidak perlu lagi berharap dapat mengobrol dengannya. Karena sekarang, hari ini, detik ini, impianku menjadi kenyataan.

Aku hanya bisa menunduk membayangkan wajah tampan Reza si cowok ganteng, keren, cool, ah perfect. Aku rasa aku tergila gila karenanya. Wanginya super duper wangi kaya pangeran. Lagi asik-asik menghayal namun khayalanku pun terhenti, menyadari dia yang berbicara mulai membuka percakapan.

"Hemm... lo yang namanya Friska kan?"

"I.. iya, kenapa?" Suaraku terdengar bergetar karena perasaan yang sangat senang, dan aku juga gugup. Ini benar-benar sangat mendebarkan. Sumpah loh ga bohong!!!

"Gue Reza Aditya, anak 11 ips 3." dia memperkenalkan diri, sambil mengulurkan tangan.

Duh.. za za, gausah lo kasih tau nama lo juga gue udah tau kali.

"Oh Reza ya? Gue Friska 11 ipa 2." jawabku sambil senyum senyum gaje kemudian menyambut uluran tangannya. Satu detik. Dua detik. Aku enggan melepas jabatan tangan ini namun, dia akhirnya melepaskan dengan senyum yang canggung.

Aku malu.....

"Gue ngajak lo kesini karena gue mau lebih kenal deket sama lo aja. Soalnya gue perhatiin kayanya lo itu orangnya baik. Dan gue tertarik pengen kenal lo Fris," katanya.

"Em.." aku diam sebentar. "Haha gausah sungkan kali, santai aja. Gue juga ga pernah milih-milih temen ko." pipiku terasa memanas. Yaampun. Pasti merah nih. Semoga dia gatau. Aku berharap begitu.

"Hahaha lo ini ya," dia tertawa sambil menepuk bahuku pelan.

Deg....

Aku membalas dengan senyuman malu-malu.

"Kenapa kenalannya ga di sekolah aja?" Entah pikiran apa yang melintas dibenakku. Tiba-tiba saja aku melontarkan pertanyaan paling absurd itu.

"Gapapa , gue maunya disini hehe." dia sedikit gugup

"Oh gitu." aku hanya beroh ria

"Kalo gitu gue anter pulang ya?" Dia menaikkan alis, tanda bertanya

Udah stop za, jangan pasang tampang gitu. Lo ganteng kok!!!

"Eh.. aduh, em, gausah za gue bisa pulang sendiri ko. Ngerepotin lo juga lagian," aku mengerjap karena sadar sedari tadi aku melamun meniman nimang jawaban.

"Yaelah, engga lah, kita kan temen," Reza tersenyum, senyumnya manis banget demi apapun.

"Yaudah deh kalo maksa, hahaha," aku tertawa. Hatiku terasa bergemuruh. Reza memboncengiku. Oh tuhan.....

Motor Reza berhenti tepat di depan rumahku. Aku turun dari motornya tapi dia memandangiku terus, aku jadi salah tingkah.

"Thanks ya za udah nganterin gue sampe rumah."

"Iya Fris sama-sama. Kalo gitu gue balik ya. Sampai ketemu di sekolah." dia melambaikan tangan, dan menyalakan mesin motornya. Sambil melemparkan sedikit senyum simpul kearahku. Senyumnya meluluhkan hati.

Ah, ini adalah BEST DAY EVER buat gue!!!!

Ini cerita pertama aku. Jadi maaf ya gajelas, atau aneh. Maafkan typo yang bertebaran. Mohon bantuannya ya semua.  Vote + comment kalian sangat berharga lho buat aku..

Jangan lupa tambahkan ke perpustakaan pribadi kamu ya, biar tau kelanjutan kisahnya, dijamin ga nyesel dehehe😂

Yuk scroll, ke next part 👉
Salam kenal
@febrianaashari

                                                             

                                                                                 29, April 2017

You're My SunshineStories to obsess over. Discover now