"apa kau tau wanita tua yang berada di pojok jalan itu ?" Tanya seorang wanita dengan ice cream strawberry digenggamannya.
"dia? Siapa dia? Seperti seorang gelandangan?" jawab seorang pemuda tampan yang berada di sebelah wanita itu.
"kasihan sekali dia, pasti anak anaknya sibuk untuk menghidupi dirinya masing masing. Dasar anak tidak tau di untung, pasti mereka sudah melupakan kasih sayang seorang ibu yang sudah membesarkan mereka." ketus Youn Ha, wanita yang sempat menunjuknya tadi.
"ohh.. lihat siapa lelaki itu? Kenapa dia menyiksanya?" lanjutnya saat melihat nenek itu sudah jatuh tergeletak di aspal yang panas.
"biarkan saja.. itu bukan urusan kita" jawab Han Bi.
"kamu gak punya hati hah? Dia itu sudah tua dan lelaki muda dengan tubuh kekar itu seenaknya saja menyiksa nenek itu? Biar aku datangi lelaki itu!"
"apa yang kau...? Haiisshh dasar tukang ikut campur." Jawab Han Bi saat melihat Youn Ha berlari menuju nenek yang sudah tak berdaya itu.
"ada apa ini? Apa kau gila? Dia sudah tua dan tidak punya siapa siapa, tapi kamu malah menyiksanya?"
"jangan ikut campur! Ini urusanku dengannya. Lebih baik kamu pergi sebelum aku melayangkan kaki kuat ku ini ke wajahmu" jawab lelaki kekar yang memiliki bekas luka di pipi dan menggunakan baju serba hitam dan suara berat itu mendorong Youn Ha ikut terjatuh di aspal.
"apa yang nenek ini lakukan? Apa yang membuatmu begitu marah?"
"anaknya meminjam uang sebesar 3 juta dan sekarang bocah tengik itu menghilang. Mangkannya aku mendatangi ibunya untuk membayar semua hutang anaknya."
"Han Bi !!" teriak Youn Ha yang membangunkan lamunan Han Bi. dia sempat mengingat ibunya yang sudah meninggal.
"ada apa? Ada masalah? Kamu terluka?" Tanya Han Bi dengan berlari mendekati Youn Ha yang sudah terjatuh seperti berlutut dihadapan lelaki itu.
"pinjamkan aku uang 3 juta, kirim kerekening lelaki busuk ini. Nanti aku akan membayarnya."
"a..a..apa?? 3 juta? Berapa rekeningmu? Aku kirim lewat m-banking sekarang juga. Dan jangan pernah mengganggu nenek dan wanita ini lagi!"
"8746XXXXXXXXX" jawab lelaki itu menunjukkan nomor rekeningnya.
**
"Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan barusan? Haisshh! Gaji satu bulan ku hilang!!" ucap Han Bi dalam perjalanan menuju tempat kerja.
"maafkan aku.. memangnya kamu gak lihat wajah nenek itu tadi? Dia seperti ketakutan. Nanti akan aku bayar, tapi nyicil ya.. hehehe.. gakpapakan?" Jawab Youn Ha sambil menarik kedua pipi Han Bi di depan pintu Kantor Polisi pusat. Ya, mereka adalah seorang polisi. Mereka berada dalam satu bagian yaitu tim khusus kasus pembunuhan. Sebenarnya mereka sudah seperti kucing dan tikus dalam saat saat tertentu. Tapi pagi ini mereka berdua terlihat sangat akur.
"selamat pagi Youn Ha, hari ini kalian terlihat akur hehe..." ucap salah satu staff kepolisian di kantor pusat.
"memangnya kita benar benar terlihat akur? Cch.. Itu menjijikan.." ucap Youn Ha.
"itu sedikit melukai harga diri ku." ucap Han Bi kesal.
"kak!! ada kasus baru. Kakak langsung disuruh menghadap ke pak ketua." Ucap Hye Ri salah satu bawahan di pasukan khusus kasus pembunuhan.
"baiklah.. Babi !! eh.. Han Bi maksudnya hahaha.. kamu ikut ke ruang Pak Ketua gak?"
"bangke nih orang! udah duluan sana ntar aku nyusul.."
YOU ARE READING
Jangan Dekati DIA
Mystery / Thrilleraku menduga ini dari motologi yunani. Apollo dewa matahari dan Zephyr dewa angin yang mencintai Hyacinth pada waktu yang bersamaan. Dan hyacinth tewas karena kecemburuan mereka. tempat dimana darah Hyacinth menggenang, adalah tempat bunga itu tumbuh...
