Pertemuan

63 2 0
                                        

Kin dan Porsche sedang dalam perjalanan kembali kekediaman keluarga Mayor sehabis melakukan pertemuan dengan rekan bisnis mereka. Diikuti oleh beberapa pengawal mobil yang dikendarai Kin melaju dengan santai menembus jalanan malam. Tapi tiba-tiba sebuah bayangan menabrak mobilnya membuat Kin segera menginjak rem. Ternyata bayangan tadi adalah sosok gadis memakai jaket hitam dan membawa tas ransel berhenti tepat didepan mobilnya. Gadis itu sempat terhuyung akibat menabrak mobil Kinn, tapi kemudian berjalan menuju pintu samping pengemudi dan mengetuk kacanya dengan ketakutan.

"Tolong aku! Tolong!"

Porsche membuka kaca mobil dan melihat gadis yang sangat ketakutan mengetuk pintu mobil Kinn. Dan alangkah sangat terkejut saat melihat gadis itu.

"Ar?!"

"Phi Porsche?!" Gadis itu juga nampak terkejut.

DOR! DOR!

Gadis yang dipanggil Ar itu menunduk dan bersembunyi dibelakang mobil, sambil melindungi kepalanya.

"Ar!" Porsche panik dan keluar dari mobil, berlari menuju sang adik yang berlindung dibelakang mobil Kinn.

Kinn yang mendengar suara tembakan mengarah kemobilnya langsung keluar dari mobil diikuti oleh pengawalnya yang langsung mengarahkan pistol ke arah orang-orang yang menembak kearah mobilnya. Porsche melindungi Ar dan juga siaga dengan pistol ditangannya.

"Apa yang sebenernya terjadi?"

Porsche sangat heran. Baru saja dia bertemu dengan sang adik, tiba-tiba ada suara tembakan. Untung saja Kinn membawa anak buahnya jadi mereka tidak sendiri menghadapinya.

"Maaf, Phi Porsche." Sang adik berkata dengan gemetar sambil memeluk sang kakak.

Suara tembakan berhenti, dan Kinn muncul dihadapan Porsche sambil menatapnya dangan khawatir.

"Kalian baik-baik saja?!" Kinn bertanya dan membantu Ar berdiri.

"Kami baik, siapa orang-orang itu?"

"Aku tidak tau. Mereka juga tidak tampak seperti orang-orang suruhan musuh ayahku." Ucap Kinn melihat Ar yang masih gemetaran.

"Siapa dia Porsche?" Kinn bertanya karna Porsche sangat perduli dangan gadis yang baru mereka temui.

"Adikku, Ar"

"Adik?!, bukannya kau hanya memiliki Porchay?!" Kinn sangat terkejut dengan perkataan Porsche.

"Dia anak ke 2 ibuku."

"Oh." Kinn mengangguk paham. Tapi pandangan matanya tampak masih tidak percaya dengan perkataan Porsche.

"Kenapa?!" Porsche bertanya galak membuat nyali Kinn agak menciut.

"Bukan apa-apa."

Kalian itu tidak mirip.

"Ayo ajak dia pulang." Porsche mengajak Ar masuk kedalam mobil. Duduk dikursi penumpang dengan Ar. Dan Kinn fokus mengendarai mobil menuju kediaman utama.

"Kau tidak menghubungiku setelah 6 bulan tinggal diasrama. "

"Aku juga mencoba menghubungimu. Tapi tidak bisa Phi. "

Porsche mendelik pada Kin. Pemuda itu menyita ponselnya selama ini saat bekerja dikediaman Utama.

-Keadiaman Keluarga Mayor (Utama)-

Mobil Kinn memasuki kediaman Mayor diikuti oleh para pengawalnya. Kinn keluar dari mobil lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Porsche dan adiknya.

Porche keluar dari mobil diikuti Ar. Gadis itu diam sejenak memperhatikan rumah mewah yang ada didepannya. Tampak tidak asing seakan Ar pernah melihatnya disuatu tempat.

Balas DendamWhere stories live. Discover now