"Ahhh nghh umphh ahh.." suara desahan ini tiba-tiba terlontar dari bibir seorang wanita paruh baya entah memang dia menikmatinya atau memang sang pria berhasil memanjakan tubuhnya dengan baik.
Seorang pria memiliki tubuh kekar, dan berwajah tampan nampak menikmati kegiatannya. ia mempercepat gerakannya agar dirinya dan wanita itu mencapai pada kenikmatan yang sama.
"Ouhh terushhh shittthh ahh" bibir wanita itu terus menerus mengeluarkan bunyi desahan. Dia tak tahan junior pria itu benar-benar menghantam g-spotnya dengan sangat baik.
"Ahhh.." sampai akhirnya mereka berdua mencapai titik kenikmatan yang sama terlihat lelehan percum mengalir melewati dinding-dinding rahimnya.
Sedangkan sang pria dia memakai alat pengaman yang menampung percumnya sendiri, kemudian membuang alat itu ditempat sampah yang memang sudah disiapkan dipojok ruangan.
Pria itu mulai mengambil tisu untuk membersihkan cairan yang masih tersisa pada juniornya, ekspresinya begitu datar dia tidak peduli dengan wajah wanita itu yang merah padam dengan nafas ter engah-engah dia hanya fokus memakai kembali kain-kain yang sebelumnya sudah menutupi tubuhnya dengan sempurna.
"Ini bayaran untukmu, permainanmu tadi sangat hebat. Kau bahkan lebih hebat dari suamiku" kata seorang wanita itu sambil memberikan amplop yang berisi uang.
"Baiklah"kata pria itu dingin sambil mengambil bungkusan amplop yang wanita itu berikan. setelah merasa bayarannya diterima. Dengan segera dia melangkahkan kakinya menuju pintu tangan kekarnya sudah menyentuh kenop pintu ,namun suara wanita itu berhasil menghentikan kegiatannya.
"Hei kamu, siapa namamu?" Tanya wanita itu. Dia hanya terdiam sejenak, kemudian menjawab pertanyaan itu tanpa menolehkan wajahnya kebelakang bertatapan dengan wanita itu.
"Lu gak perlu tau nama gua. Gua dibayar buat ngelayanin lu, bukan buat nanya siapa nama gua ?" jawab pria itu dengan nada dingin sama seperti sebelumnya.
wanita itu tertawa mendengar setiap kata yang terlontar pada bibir pria itu entah apa yang ia tertawakan, sang pria terlalu acuh untuk peduli dengan hal sepele seperti itu
"Iya aku tau. Hanya saja aku tertarik untuk menyewamu lagi kapan-kapan tapi, bagaimana aku bisa mencarimu jika aku tidak mengetahui namamu?" Tanya wanita itu lagi sambil menatap punggung kekar milik sang pria ,walaupun sang pria tidak menatapnya, dia tetap betah berlama-lama memperhatikan punggung pria itu.
"Jungkook. Nama gua jeon jungkook" jawab jungkook singkat, dia harus berpikir berulang kali untuk membocorkan namanya. Memang ini akan menguntungkan nya namun hal ini juga yang akan merusak nya. Kemudian jungkook berlalu pergi. Dan tanpa ia sadari wanita itu tersenyum puas menerima jawaban jungkook.
****
#Jinhee pov
"Huh...huh... huhh!!!! Njir gua telat!" Kata gua sambil lari tergesa-gesa dengan deruan nafas yang ter engah-engah dan sesekali melihat ke arah arloji yang menempel indah di pergelangan tangan gua.
"Mati gua! udah pada baris lagi" kata gua sambil menepuk jidat gua sendiri menyesali kecerobohan yang udah gua buat.
"Maaf sunbae saya telat" kata gua sesopan mungkin.
"Lu! Cepet buka baju lu!" Kata salah seorang sunbae yang memiliki wajah yang menurut gua overdosis ganteng.
"Hah?! Apa?!!" Teriak gua sangking terkejutnya. Gila ni sunbae masa gara-gara telat gua disuruh buka baju?
••••••
#jungkook pov
Pagi ini wali kelas gua nyuruh gua buat jadi pengurus mos tahun ini. Sumpah sebenernya gua males banget ama acara-acara kek gini cuman gua diancam gua bakal di keluarin dari sekolah ini yah secara gua murid bandel yang gak mau patuh pada peraturan sekolah, jadi mudah bagi mereka buat ngeluarin gua dari sekolah ini kapan pun mereka mau. Mana para bocah ingusan ini gak ada yang menarik bikin gua makin males ngejalanin tugas ini.
YOU ARE READING
SAVE ME![Jeon Jungkook Bts NC++]
RomanceCast: jeon jungkook : park jinhee : kim taehyung " bukan keinginanku menjadi seperti ini, aku mencintaimu sangat... tapi bagiku sangat sulit melepaskan diri dari semua ini jadi.. tolong selamatkan aku"
![SAVE ME![Jeon Jungkook Bts NC++]](https://img.wattpad.com/cover/106091241-64-k51384.jpg)